Timothy Weah dan Kenan Yildiz jaga konsistensi Juventus. Mereka solusi dari kebuntuan Dusan Vlahovic.
10 Nov 2024 07:01 WIB · Olahraga
Oleh Muhammad Ikhsan Mahar - [email protected]
TURIN, MINGGU — Bulan November selalu istimewa untuk Juventus. Selain merayakan hari jadi pada 1 November, Juve juga menyambut momen ulang tahun ikon terbaik klub, Alessandro Del Piero, yang jatuh pada 9 November. Menyambut usia ke-50 sang legenda, ”Si Nyonya Besar” mempersembahkan kemenangan di ”Derby della Mole” serta gol dari pewaris, Kenan Yildiz.
Sebelum menyambut laga melawan Torino, akun media sosial Juve dimeriahkan dengan konten tribute untuk Del Piero yang merayakan usia setengah abad. Del Piero adalah pemilik rekor penampilan serta gol Juve dengan 290 gol dalam 705 laga. Lebih istimewanya lagi, Del Piero masyhur berkat keputusannya bertahan bersama Juve ke Serie B setelah meraih trofi Piala Dunia 2006.
Perayaan ulang tahun sang legenda ditutup dengan keunggulan 2-0 atas Torino, Minggu (10/11/2024) WIB, di Stadion Allianz Arena. Hasil itu membawa Juve tak terkalahkan dari Torino yang berjuluk ”Si Banteng” pada 21 pertandingan beruntun. Tiga kemenangan beruntun dalam derbi Turin dicatatkan Juve di kandang sendiri.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/10/5d86e6aa-e617-4479-92dd-58317ce092d6_jpg.jpg)
Raihan tiga poin Juve dipastikan melalui sontekan penyerang sayap Timothy Weah di menit ke-18. Yildiz mengunci kemenangan Juve melalui sundulan terarah berkat menerima asis dari Francisco Conceicao ketika enam menit pengujung waktu normal rampung di babak kedua.
Yildiz pun merayakan gol dengan gaya Del Piero. Ia merentangkan kedua tangan sekalian menjulurkan lidahnya. Selebrasi serta nomor 10 yang disematkan di punggung Yildiz bak persembahan Juve untuk melengkapi hari istimewa sang legenda hidup.
Pemain tim nasional Turki yang besar di Jerman itu tak menyembunyikan fakta bahwa ia mempersembahkan gol untuk Del Piero, idolanya.
”Saya sangat senang bisa mencetak gol untuk Alex (Del Piero). Terima kasih untuk segalanya,” kata Yildiz seusai laga dilansir Corriere dello Sport.
Pelatih Juve Thiago Motta juga senang dengan performa yang ditampilkan Yildiz. Namun, Motta menekankan, Yildiz masih memiliki banyak ruang untuk menjadi pemain semakin baik.
”Saya ingin Yildiz terus berkembang karena ia memiliki kemampuan dan teknik untuk meningkat serta lebih baik terkoneksi dengan rekan setimnya. Begitu juga dengan Weah,” ujar Pelatih Juve Thiago Motta kepada Sky Sport Italia.
Selain terasa spesial, koleksi hasil positif di ”Derby della Mole” juga memberikan sinyal mulai kembalinya konsistensi Juve. Untuk kali kedua di musim perdana bersama Motta, Juve meraih dua kemenangan beruntun di Liga Italia.
Udinese dan Torino adalah ”mangsa” terkini Si Nyonya Besar. Dwi menang itu serupa dengan hasil dua gim pembuka musim ini ketika Juve menumbangkan Como dan Hellas Verona.
Juve pun kembali masuk zona tiga besar. Mereka menyamai perolehan poin Inter Milan di posisi kedua dengan 25 poin. Posisi Juve bisa melorot apabila Atalanta, Fiorentina, atau Lazio meraih tiga poin pada gim pekan ke-12, Minggu malam WIB.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/10/131f078b-bbcc-4f83-a010-481adb6dc93b_jpg.jpg)
Menurut Motta, tidak mudah bagi timnya tampil konsisten menang setelah menjalani tiga gim dalam sepekan terakhir. Ia menambahkan, skuad Juve telah menunjukkan perbaikan dalam menginterpretasi rencana permainan sesuai keinginannya.
”Selalu penting bermain dengan keseimbangan luar biasa. Jadi, saya puas dengan performa dan hasil akhir pada gim kandang di derbi. Kami bisa mengelola energi dan permainan dengan baik,” ucapnya.
Juve membongkar pertahanan rapat Torino pada awal laga dengan memaksimalkan kemampuan dribel pemain-pemain sayap, terutama di sisi kiri yang ditempati Cambiasso dan Yildiz. Kedua pemain itu sama-sama menciptakan satu take-on alias dribel sukses pada paruh pertama.
Aksi Cambiasso di menit ke-18 mengawali gol yang dicetak Weah. Pemain berusia 24 tahun itu berlari sekitar 60 meter dari sepertiga tengah lapangan untuk melewati tiga pemain Torino, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang bisa ditepis kiper tim tamu, Vanja Milinkovic-Savic. Bola tepisan itu justru mengarah ke Weah yang berdiri tanpa kawalan di muka gawang Si Banteng.
Saya sangat senang bisa mencetak gol untuk Alex. Terima kasih untuk segalanya.
Selain Cambiasso, bek sayap kanan Nicolo Savona juga memiliki peran untuk memulai transisi positif Juve dari lini belakang. Savona mencatatkan 47 sentuhan sebelum turun minum. Jumlah itu hanya kalah dari 50 sentuhan yang dikoleksi Cambiasso.
High-press Juve juga menyebabkan Torino kesulitan mengembangkan permainan menyerang. Pada babak pertama, Torino hanya bisa melepaskan satu tembakan spekulasi dari sepertiga tengah zona pertahanan Juve di menit ke-32.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/10/e2f27df9-e24e-48c3-8a64-fdcbd97af447_jpg.jpg)
Tembakan gelandang, Nikola Vlasic, bisa diblok pemain tim tuan rumah. Di sisi lain, Juve mampu mengkreasi delapan tembakan dengan probabilitas gol 1,32 expected goals.
Memasuki babak kedua, Torino berusaha mengejar ketertinggalan dengan menerapkan zona pres tinggi. Beberapa momen rancangan serangan Juve kandas di sepertiga zona pertahanan sendiri akibat tekanan intens dari pemain-pemain Si Banteng.
Namun, para pemain bertahan Juve masih sigap untuk langsung menutup ruang tembak rival sekota. Meski mengoleksi lima tembakan di babak kedua, Torino baru bisa memaksa kiper Juve, Mattia Perin, melakukan penyelamatan tangkapan pada menit ke-89. Tembakan kaki kiri penyerang Antonio Sanabria di dalam kotak penalti bisa ditangkap Perin.
Juve juga hanya bisa menambah lima tembakan setelah turun minum, tetapi mampu tampil lebih efektif. Transisi positif yang dimulai oleh Conceicao membuka kans pemain asal Portugal itu mengirim umpan silang ke tiang jauh.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/10/65cd40b2-cbbc-4c76-be7d-41d3dbd7771b_jpg.jpg)
Di sisi buta para pemain belakang Torino, Yildiz sudah menunggu bola dari Conceicao yang tanpa kesulitan menaklukkan Milinovic-Savic. Serangan Juve lebih efektif berkat koleksi dua gol dari 1,86 xG.
Gol dari dua penyerang sayap, Weah dan Yildiz, memberikan sinyal bahwa Juve mulai menemukan solusi ketika penyerang utama, Dusan Vlavohic, tampil buruk. Vlahovic hanya bisa melepaskan dua tembakan selama 73 menit bermain.
Penulis:
Muhammad Ikhsan MaharEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra