Guna mengakomodasi aglomerasi penduduk, PT Kereta Api Indonesia memperkenalkan lima kereta api baru. Semuanya mulai beroperasi Sabtu (1/2/2025).
31 Jan 2025 20:27 WIB · Ekonomi
JAKARTA, KOMPAS – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI bersama pemerintah akan meningkatkan performa pelayanan perjalanan. Ini meliputi peningkatan kecepatan, pemangkasan waktu tempuh, dan perubahan frekuensi perjalanan. Lima kereta api baru juga akan mulai beroperasi pada Februari 2025.
Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo pada dalam jumpa pers peluncuran Gapeka 2025 di Stasiun Gambir, Jakarta, Jumat (31/1/2025), mengatakan, KAI Group telah melayani 850.068 frekuensi perjalanan sepanjang 2024. Angka itu mencakup kereta jarak jauh, perkotaan, dan angkutan barang. Tingkat ketepatan waktu atau on time performance mencapai 99,8 persen.
Lima kereta api baru juga akan mulai beroperasi pada Februari 2025.
Badan Usaha Milik Negara itu juga telah mengangkut 464,1 juta penumpang pada 2024. Pencapaian itu didominasi KAI Commuter dengan 374,6 juta penumpang. Guna mengakomodasi animo masyarakat yang makin tinggi, KAI akan mengoperasikan lima KA baru.
Sebanyak dua KA di antaranya adalah KA Cakrabuana yang melayani rute Gambir-Cirebon-Purwokerto serta KA Gunung Jati relasi Gambir-Cirebon-Semarang Tawang.
Adapun tiga KA lainnya meliputi KA Madiun Jaya relasi Madiun-Pasar Senen, KA Ijen Ekspres rute Ketapang-Malang, dan KA Sancaka Utara yang melewati Surabaya Pasarturi-Solo Balapan-Cilacap. Kelima kereta baru ini akan mulai beroperasi Sabtu (1/2/2025). Diskon 50 persen akan diberikan untuk perjalanan hingga Kamis (6/2/2025).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/31/dd8c5e6b057fa76e957d09fbd10d936a-20250131_153938.jpg)
Didiek mengatakan, Kereta Joglosemarkerto yang melayani lingkar Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Semarang memiliki okupansi lebih dari 100 persen, bahkan tembus 130 persen. Kereta-kereta baru ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang makin mengacu pada aspek aglomerasi.
“Jadi, esensinya, KA akan terus bertransformasi, memberikan waktu tempuh yang lebih baik, ketepatan waktu yang lebih baik,” ujar Didiek.
KAI tengah menanti 612 kereta baru dari PT Industri Kereta Api atau INKA. Lokomotif-lokomotif itu akan didatangkan secara bertahap hingga 2027.
Jadi, esensinya, KA akan terus bertransformasi, memberikan waktu tempuh yang lebih baik, ketepatan waktu yang lebih baik.
Didiek mengemukakan, KAI juga meningkatkan kecepatan prasarana hingga 120 kilometer (km) per jam dengan penggunaan sarana terbaru yang lebih andal. Efeknya, waktu perjalanan akan berkurang secara keseluruhan, sehingga pelanggan dapat tiba lebih cepat di tujuan.
“Fenomena sekarang itu, aglomerasi tumbuh signifikan, sehingga nanti banyak kereta-kereta baru yang kami perkenalkan. Jalan jauh, tetapi bisa (KA) lokal-lokalnya makin tumbuh. Hampir seluruh perjalanan, termasuk rute Jakarta-Surabaya akan mengalami kecepatan waktu tempuh,” kata Didiek.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/01/31/a61529d94ac5ecff1fc32bdbab6238b8-Perbandingan_Gapeka_2025_dan_2023.jpg)
Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Arif Anwar, mengatakan, KAI bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan akan menerapkan Grafik Perjalanan KA (Gapeka).
Kebijakan ini berlaku mulai Sabtu (1/2/2025). Manajemen perjalanan ini bakal meningkatkan kinerja operasional KA, memperluas kapasitas angkut penumpang dan barang, serta mengurangi waktu perjalanan.
Menurut Arif, frekuensi perjalanan pada 2025 akan turun 162 perjalanan dibanding 2023. Upaya ini merupakan langkah untuk mengoptimalisasi pola operasi dan menyesuaikan kebutuhan pasar.
“Kemudian selain perubahan frekuensi, pada Gapeka 2025 ini juga terdapat peningkatan kecepatan maksimum dan pemangkasan waktu tempuh,” ujar Arif.
Perubahan-perubahan ini dilakukan guna merespons kebutuhan masyarakat. Bentuknya dengan meningkatkan kelancaran perjalanan, ketepatan waktu, serta kenyamanan perjalanan KA.
Dalam acara itu, hadir pula sejumlah petinggi KAI. Di antaranya adalah Direktur Operasi KAI Awan Hermawan, Direktur Niaga KAI Hadis Surya Palapa, serta Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/07/67cabda7-904d-4c3f-a02b-48dd91b5b85a_jpg.jpg)
Dalam Gapeka 2025, waktu perjalanan KA akan makin singkat karena peningkatan kecepatan perjalanan kereta. Ini mencakup 1.076 perjalanan kereta dengan peningkatan kecepatan mencapai 5-30 km per jam. Peningkatan kecepatan KA bergantung pada indeks kualitas jalur atau track quality index.
Sebelumnya, Anne dalam keterangan resminya mengatakan, implementasi Gapeka 2025 akan mendongkrak jumlah perjalanan KA penumpang hingga 8 persen dibanding 2024. Dari 226 perjalanan per hari, KAI dapat menyediakan 246 perjalanan. Kapasitas angkut penumpang harian juga meningkat 14 persen, dari 116.332 kursi menjadi 132.680 kursi.
“Peningkatan ini merupakan optimalisasi pola operasi dan rangkaian kereta, serta mendukung realisasi perjalanan KA jarak jauh. Kini (KA tersebut) mencapai rata-rata 540 tempat duduk per rangkaian kereta api,” ujar Anne.
Dalam Gapeka 2025, pemangkasan waktu perjalanan menjadi salah satu keunggulan. KA Argo Bromo Anggrek rute Surabaya Pasar Turi-Gambir, misalnya, kini mampu berjalan lebih cepat 20 menit. Waktu tempuh yang dibutuhkan sekarang hanya 7 jam 45 menit, dibandingkan sebelumnya 8 jam 5 menit.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/01/06/98b437d1-bc35-4a0e-b2d0-c3992c295fd2_jpg.jpg)
Kereta lain, seperti KA Pandalungan relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi-Jember juga menghemat waktu perjalanan hingga 95 menit. Ada pula KA Majapahit relasi Pasar Senen-Malang dapat mengurangi waktu tempuhnya hingga 119 menit.
Pemangkasan durasi perjalanan-perjalanan ini didukung bertambahnya kecepatan operasi, penggunaan sarana kereta berkode F atau berkecepatan 120 km per jam, serta pengurangan waktu berhenti di stasiun.
Meski demikian, KAI dan DJKA tetap menyediakan setidaknya 13 KA jarak jauh bersubsidi atau kewajiban pelayanan publik (PSO). Di antaranya adalah KA Kahuripan (Blitar-Kiaracondong pergi pulang), KA Serayu (Purwokerto-Kroya-Pasar Senen pergi pulang), KA Ekspress Rajabasa (Kertapati-Tanjungkarang pergi pulang), dan KA Putri Deli (Tanjungbalai-Medan pergi pulang).
Selain peningkatan performa angkutan penumpang, Anne melanjutkan, kapasitas angkutan barang juga tumbuh. Kapasitas angkut KA di Sumatera Selatan meningkat setelah optimalisasi operasi dan infrastruktur.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/09/19/5d7d3f66-6c7c-47c5-9ab5-40f0109e9598_jpg.jpg)
Divisi Regional (Divre) III Palembang mengakomodasi 26 perjalanan tambahan, baik reguler maupun fakultatif. Divre IV Tanjungkarang menambah dua perjalanan yang dilayani KA Baratarahan pada relasi Tarahan-Tanjungenim Baru. Total 28 perjalanan KA barang diadakan untuk mendukung kelancaran logistik nasional.
“Penambahan frekuensi ini diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi batu bara sebagai bahan bakar listrik untuk energi nasional yang berperan dalam mendukung ketahanan energi di Indonesia, khususnya wilayah Jawa dan Bali,” tutur Anne.
Peningkatan performa KA ini didukung ragam proyek pengembangan infrastruktur DJKA dan KAI. Di antaranya adalah konversi jalur tunggal menjadi jalur ganda pada sejumlah rute strategis.
Proyek lainnya adalah revitalisasi prasarana, serta pemasangan sistem persinyalan elektrik dan persinyalan blok absolut (intermediate block). Penambahan stasiun baru, seperti Pondok Rajeg, Bogor, turut membantu konektivitas dan aksesibilitas layanan KA.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/12/18/57a7e97c-8daf-4b20-a3d6-b891e40a35f3_png.png)
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi (Instran) Deddy Herlambang berpendapat, KAI memang akan menambah 20 perjalanan KA pada Gapeka baru 2025. Konsekuensinya, KAI dan pemerintah perlu memitigasi risiko pelintasan sebidang atau jalur pelintasan langsung (JPL).
“Bila banyak KA melintas di JPL, konsekuensinya pintu pelintasan sebidang akan sering ditutup yang secara empiris akan sering terjadi pelanggaran di sana. Probabilitas pengguna jalan akan lebih sering melanggar pintu pelintasan,” kata Deddy.
Padahal, JPL liar atau ilegal harus ditutup untuk menjamin keselamatan pengguna jasa jalan dan pengguna KA. Hal ini tertulis dalam Undang-Undang Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Sebab, sejauh ini, banyak JPL yang ditutup kemudian dibuka lagi, walau tercapai kesepakatan. Sebab, warga merasa dirugikan. Hukum JPL memang masih abu-abu, sehingga tidak ada pihak yang paling bertanggung jawab atas kondisi tersebut.
Penulis:
Yosepha Debrina Ratih PusparisaEditor:
FX Laksana Agung Saputra