Timnas bola voli Indonesia gagal mengulangi hasil positif bulan lalu ketika bertemu Thailand. Indonesia mengawali SEA V League 2025 dengan kekalahan.
09 Jul 2025 19:14 WIB · Olahraga
CANDON, RABU — Timnas bola voli Indonesia mengawali penampilan mereka di turnamen antarnegara Asia Tenggara, Liga Voli Asia Tenggara atau SEA V League 2025 putaran pertama, dengan kekalahan, 1-3, dari Thailand. Kekalahan ini jadi alarm awal bagi Indonesia dalam upaya mempertahankan dominasi di Asia Tenggara.
Baru bulan lalu Indonesia pulang tanpa prestasi di turnamen antarnegara Asia dan Osenia, AVC Nations Cup 2025, Dio Zulfikri dan kawan-kawan kembali menelan hasil negatif saat berlaga di SEA V League 2025. Turnamen memang baru dimulai, tetapi Indonesia sudah mengawalinya dengan kekalahan, Rabu (9/7/2025).
Setelah sempat menang pada set pembuka, Indonesia kehilangan tiga set berikutnya dari Thailand. Dalam laga perdana yang digelar di Candon City Arena, Candon, Filipina, itu, Indonesia takluk, 1-3 (25-22, 21-25, 22-25, dan 20-25).
Padahal, di AVC Nations Cup 2025, Indonesia berhasil menaklukkan Thailand dengan skor 3-2 (22-25, 22-25, 25-19, 25-23, dan 15-8). Kemenangan itu mengantar Indonesia menembus perempat final.
Indonesia sebenarnya menurunkan para pemain andalan, seperti Rivan Nurmulki, Boy Arnes Arabi, Jasen Natanael, Hendra Kurniawan, dan Farhan Halim. Di antara para pemain kunci yang membawa Indonesia menaklukkan Thailand di AVC Nations Cup, hanya Doni Haryono yang tidak bisa tampil.
Asisten pelatih timnas Indonesia, Erwin Rusni, mengatakan, Doni sedang cedera bahu sehingga tidak diturunkan kontra Thailand. Kalaupun terpaksa dimainkan, Doni tidak bisa menyerang. Alhasil, tim pelatih memutuskan untuk tidak menurunkannya.
Kendati tak ada Doni, Indonesia sebenarnya tetap bisa tajam dalam menyerang, terutama dengan aksi-aksi dari Rivan dan Farhan. Namun, sejumlah kesalahan ketika menyerang ataupun bertahan masih belum bisa diatasi pemain Indonesia.
Di sisi lain, Thailand sukses menjalankan rotasi dan menciptakan pertahanan yang rapat. Indonesia pun kesulitan mengembangkan permainan, terutama setelah serangan mereka bisa dibendung dengan blok-blok lawan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/06/19/5bde74d3-df6b-4b69-b3e5-6db1dd2862e8_jpg.jpg)
”Kami punya semangat tinggi untuk menjuarai SEA V League 2025,” ujar Erwin Rusni sebelum laga.
Namun, dengan kekalahan dari Thailand, Indonesia mendapatkan peringatan dalam upaya meraih gelar juara sekaligus mempertahankan dominasi di Asia Tenggara. Apalagi, sejak awal, Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PP PBVSI) Loudry Maspaitella mengatakan, target utama tahun ini adalah SEA Games Thailand 2025.
Timnas ditargetkan untuk bisa mempertahankan medali emas di ajang multicabang se-Asia Tenggara itu. Dalam tiga edisi beruntun, Indonesia selalu berhasil keluar sebagai juara.
SEA V League diikuti lima negara yang juga rutin berpartisipasi di SEA Games. Selain Indonesia dan Thailand, ada Filipina, Vietnam, dan Kamboja yang ikut serta dalam turnamen dengan format round robin ini.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2023/07/23/33e45260-0ad6-4c82-9fa5-44e74e711092_jpg.jpg)
Dengan demikian, SEA V League merupakan ajang penting untuk mengukur kemampuan tim asuhan pelatih Jiang Jie untuk menatap SEA Games. Apalagi, setelah finis keenam dari 11 peserta di AVC Nations Cup 2025, tim kepelatihan berjanji melakukan evaluasi demi SEA V League.
Pada edisi pertama SEA V League kategori putra, dua tahun lalu, Indonesia mampu berjaya dengan memenangi dua putaran. Dua pemain Indonesia, Fahry Septian dan Farhan Halim, pun bergantian terpilih sebagai pemain terbaik.
Dalam perjalanannya menjadi juara, Indonesia dua kali mengalahkan Thailand. Timnas membuktikan, dominasi mereka di Asia Tenggara tak tergoyahkan.
Namun, pada SEA V League 2024, Indonesia tak mampu meraih hasil serupa. Bahkan, mereka dua kali takluk dari Thailand yang pada akhirnya keluar sebagai juara dua putaran. Indonesia harus puas menempati peringkat kedua.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/08/25/3424a726-e1fc-4d02-9e86-4bafc9c61d69_jpeg.jpg)
Dengan kekalahan dari Thailand pada edisi 2025, Indonesia wajib menang dalam tiga laga berikutnya demi menjaga kans juara. Kemenangan juga penting agar Indonesia terhindar dari ancaman degradasi ke turnamen kasta kedua antarnegara Asia Tenggara, SEA V League Challenge.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Emilius Caesar AlexeyPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase