BerandaKriminalitasKamis Mencekam ”Pejuang R...

Kamis Mencekam ”Pejuang Rupiah” di Perairan Masalembu

125 orang selamat dari kebakaran KM Niki Sejahtera saat perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin.

03 Agt 2024 15:00 WIB · Kriminalitas

Oleh JUMARTO YULIANUS

Kondisi KM Niki Sejahtera saat terbakar di perairan Masalembu, Kamis (1/8/2024).

Hari pertama bulan Agustus, Kamis (1/8/2024), sepertinya menjadi hari paling mencekam bagi 125 orang di KM Niki Sejahtera. Kapal yang mereka tumpangi dari Surabaya menuju Banjarmasin tiba-tiba dilalap api saat melintasi perairan Masalembu. Kepanikan menghantui awak kapal. Beruntung tidak ada korban akibat kejadian ini.

Alex Prayoga (40), warga Brebes, Jawa Tengah, duduk tertegun di ruang tunggu terminal penumpang Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (2/8/2024). Sesekali ia mengecek telepon genggamnya yang sedang diisi dayanya pada soket listrik di samping tempat duduknya.

”Ini mau mengabari keluarga di Brebes, tapi handphone mati,” ujarnya lirih.

Alex merupakan salah satu penumpang KM Niki Sejahtera, yang dievakuasi menggunakan KN Singa Laut-402 milik Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI. Mereka tiba di Pelabuhan Trisakti, Jumat siang, sekitar pukul 12.30 Wita.

Alex seakan masih tak percaya dengan musibah yang baru saja dialami. Tiba-tiba, kapal yang ditumpanginya terbakar di tengah laut.

Hampir tidak ada barang bawaan yang bisa diselamatkan. Dia hanya menyisakan tas pinggang berisi dompet dan telepon genggam serta pakaian di badan.

”Sama sekali tidak menyangka. Tetapi alhamdulillah, kami selamat,” kata Alex yang hanya mengenakan kaus hitam bertuliskan ”Pejuang Rupiah”, celana pendek, dan sandal jepit.

Sudah bertahun-tahun Alex selalu bolak-balik Surabaya-Banjarmasin menggunakan kapal laut. Itu lantaran ia dan rekan-rekannya kerap diminta mengerjakan proyek di Kalsel ataupun Kalimantan Tengah.

”Kali ini saya dan teman-teman mau ke Palangka Raya (Kalteng). Kebetulan ada proyek di sana. Rombongan kami berjumlah 21 orang,” ujar bapak dengan dua anak ini.

Para kru KM Niki Sejahtera yang telah dievakuasi menyantap makanan di terminal penumpang Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (2/8/2024). Mereka selamat dalam musibah kebakaran KM Niki Sejahtera di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Namun, perjalanan Alex mencari cuan ke Palangka Raya kali ini tidak mulus. Saat tengah nyaman tidur di dek penumpang KM Niki Sejahtera, Kamis (1/8/2024) siang, tiba-tiba temannya membangunkannya.

”Ayo bangun, ada kebakaran,” begitu peringatan yang ia dengar.

Seketika itu, suasana di kapal mencekam. Semuanya panik. Para kru atau anak buah kapal (ABK) langsung membagikan jaket pelampung (life jacket) kepada setiap orang. Semua diminta mengenakan life jacket dan berkumpul di satu titik untuk persiapan evakuasi.

”Panik banget saat kejadian itu. Apalagi, ketika asap makin tebal dan kapal mulai miring. Semua ketakutan dan berdoa,” ujarnya.

Quote

Waktu proses evakuasi, kami harus turun lewat tangga tali. Waktu itu gelombang juga cukup besar. Enggak ada lagi yang bisa diselamatkan selain pakaian di badan.

Penumpang dan kru KM Niki Sejahtera dievakuasi ke KN Singa Laut-402 setelah kapal tersebut terbakar di perairan Masalembu, Kamis (1/8/2024).

Jamaludin (54), sopir truk, yang ikut dalam pelayaran KM Niki Sejahtera juga merasakan suasana yang mencekam di kapal tersebut. ”Saat kejadian, saya berada di kamar sopir dan kernet. Tiba-tiba ada pemberitahuan agar semua penumpang kapal berkumpul untuk persiapan evakuasi,” kata warga Surabaya, Jawa Timur, itu.

Jamaludin juga baru kali ini mengalami situasi mencekam di laut. Selama bertahun-tahun, hampir setiap minggu ia bolak-balik naik kapal untuk mengantar sayur-mayur dari Surabaya ke Banjarmasin.

”Kalau kena gelombang (tinggi) sih biasa, tapi kalau kebakaran baru kali ini,” ujar bapak dengan dua anak ini.

Saat dievakuasi, Jamaludin hanya mengenakan kaus berkerah, celana pendek, dan sandal jepit. Ia sempat membawa kantong kresek berisikan dompet dan handphone.

Namun, kresek itu terjatuh ke laut saat proses evakuasi dari KM Niki Sejahtera ke KN Singa Laut-402 dengan menggunakan sekoci.

”Waktu proses evakuasi, kami harus turun lewat tangga tali. Waktu itu gelombang juga cukup besar. Enggak ada lagi yang bisa diselamatkan selain pakaian di badan. Tapi, tetap alhamdulillah, semua sopir dan kernet selamat,” tuturnya.

Begitu tiba di Pelabuhan Trisakti, Jamaludin disambut rekannya, yang mengurus pengiriman sayur-mayur. Rekannya mencemaskan kondisi Jamaludin.

Setelah keduanya bertemu, rekannya langsung menghubungi anak Jamaludin di Surabaya. ”Anak-anak dan istri di Surabaya sudah dikabari kalau saya selamat dan baik-baik saja,” ujarnya.

Para penumpang KM Niki Sejahtera yang telah dievakuasi beranjak meninggalkan terminal penumpang Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (2/8/2024). Mereka selamat dalam musibah kebakaran KM Niki Sejahtera di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Lina (36), warga Banjarmasin, istri salah seorang ABK KM Niki Sejahtera, juga tampak berbinar-binar matanya ketika melihat rombongan ABK dan penumpang KM Niki Sejahtera tiba di Pelabuhan Trisakti. Ia datang ke pelabuhan dengan membawa dua kantong kresek berisi aneka gorengan.

”Sekitar pukul 10.00 Wita, suami ulun (saya) telepon, beri tahu kalau mereka semua selamat dan sudah dekat muara (Sungai Barito). Langsung saja ulun ke pelabuhan bawa gorengan buat suami dan kawan-kawannya. Mereka semua pasti lapar,” katanya.

Lina sangat bersyukur karena suaminya dan semua ABK serta penumpang selamat dalam musibah kebakaran KM Niki Sejahtera. Sebelumnya, ia sangat cemas mendengar berita kapal tersebut terbakar di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

”Sudah delapan bulan suami ulun enggak pulang. Kali ini dia pas tugas berlayar ke Banjarmasin sekalian ambil cuti. Enggak menyangka malah ada kejadian seperti ini. Tetapi alhamdulillah, semuanya selamat,” tuturnya.

Komandan KN Singa Laut-402 Letnan Kolonel Bakamla M Ritaudin mengatakan, operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) dalam musibah KM Niki Sejahtera sudah selesai. Seluruh kru dan penumpang yang berada di KM Niki Sejahtera telah dievakuasi dan dibawa ke Banjarmasin.

”Seluruh kru dan penumpang kapal sesuai manifes berjumlah 120 orang, terdiri dari 76 penumpang dan 44 kru atau ABK. Namun, ada tambahan lima orang dari keluarga sopir. Jadi, total yang saya serahkan berjumlah 125 orang. Semua dalam keadaan aman dan selamat,” katanya.

Ritaudin menjelaskan, pihaknya melakukan operasi SAR setelah mendapat informasi dari MV Meratus Kapuas bahwa telah terjadi kebakaran di KM Niki Sejahtera, Kamis (1/8) sekitar pukul 14.00 Wita. Setelah melapor ke Markas Besar Bakamla RI dan mendapat izin, pihaknya langsung menuju ke lokasi kejadian.

Pada pukul 15.30 Wita, operasi SAR dimulai dengan menurunkan perahu RIB (rigid inflatable boat) untuk mengevakuasi orang-orang yang berada di KM Niki Sejahtera. Operasi berlangsung hingga pukul 18.00 Wita.

”Ketika seluruh penumpang dan kru KM Niki Sejahtera sudah berada di KN Singa Laut-402, sekitar pukul 18.30 kami pun meluncur ke Pelabuhan Trisakti Banjarmasin,” katanya.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari kapten KM Niki Sejahtera, ungkap Ritaudin, kebakaran terjadi di dek kendaraan (car deck) tingkat dua. Kebakaran diduga berasal dari salah satu kendaraan penumpang.

Baca juga: Lebih dari 10 Jam, Kebakaran Puluhan Kapal di Tegal Belum Padam

Tumpukan jaket pelampung kru dan penumpang KM Niki Sejahtera di terminal penumpang Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (2/8/2024). Sebanyak 125 kru dan penumpang selamat dalam musibah kebakaran KM Niki Sejahtera di perairan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Kebakaran terjadi saat KM Niki Sejahtera berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin. Kapal yang memiliki panjang 131 meter dengan tonase 9.982 GT ini juga membawa muatan yang terdiri dari 9 truk tronton, 26 truk besar, 7 truk kecil, 6 mobil pribadi, 4 sepeda motor, 5 Tosa golongan 2B, serta 1 Tosa golongan 3B.

”Dalam peristiwa ini ada satu ABK yang mengalami luka bakar, satu penumpang mengalami stroke ringan karena trauma, dan satu penumpang lagi terkena asma,” katanya.

Kepala Bidang Keselamatan Berlayar, Penjagaan, dan Patroli Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Banjarmasin Germas menyebutkan, kebakaran KM Niki Sejahtera terjadi di perairan Masalembu. Lokasi itu berjarak lebih kurang 225 mil laut (416,7 kilometer) dari Banjarmasin dan hanya berjarak 42 mil laut (77,78 km) dari Masalembu.

Menurut Germas, kejadian pada KM Niki Sejahtera sudah dilaporkan ke KSOP Utama Tanjung Perak, Surabaya, dan juga ke Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan. ”Sudah kami laporkan bahwa telah terjadi abandon ship (perintah untuk meninggalkan kapal) dari KM Niki Sejahtera. Kejadian ini akan diselidiki dan dibuat berita acara pemeriksaan,” ujarnya.

Berdasarkan catatan Kompas, peristiwa kapal terbakar dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin pernah terjadi pada 4 Agustus 2018. Kala itu, kebakaran terjadi pada KM Satya Kencana IX di Laut Jawa, 54 mil laut (100 km) barat daya Tanjung Selatan, Kabupaten Tanah Laut, Kalsel. Dari 230 kru dan penumpang, sebanyak 229 orang berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat dan satu meninggal dunia. Evakuasi saat itu dilakukan KM Niki Sae dan KM Kumala (Kompas.id, 5/8/2018).

Tidak pernah ada yang tahu kapan musibah di laut itu terjadi ataupun terulang kembali. Namun, segala kemungkinan harus diantisipasi demi menghadirkan transportasi laut yang aman dan nyaman.

Baca juga: Kebakaran Kapal di Pelabuhan Muara Baru Menewaskan Tiga Orang


Kerabat Kerja

Penulis:

JUMARTO YULIANUS
 | 

Editor:

CORNELIUS HELMY HERLAMBANG