Meskipun menghadapi tim terkuat saat ini, Arsenal, Inter jauh lebih diunggulkan dalam pertemuan nanti. Dominasi Arsenal selama babak grup bisa jadi keuntungan Inter.
19 Jan 2026 17:19 WIB · Olahraga
AFP
MILAN, SENIN — Arsenal masih belum tersentuh di Liga Champions musim ini. Namun, rekor sempurna mereka terancam sirna dalam kunjungan ke markas Inter Milan. Urgensi kedua tim bisa menjadi pembeda. Saat Inter berniat tancap gas penuh, Arsenal dipaksa untuk menginjak rem.
Duel antara pemuncak klasemen Liga Italia dan Liga Inggris itu akan tersaji di Stadion San Siro, Milan, Italia, pada Rabu (21/1/2026), pukul 03.00 WIB. Inter yang berada di peringkat keenam klasemen grup, 12 poin, membutuhkan kemenangan untuk mengamankan tiket lolos langsung ke babak 16 besar.
Masalahnya, tim tuan rumah sudah dinanti lawan terberat, seperti yang disampaikan Pelatih Cristian Chivu. ”Arsenal adalah tim terkuat saat ini, bersama Bayern (Munchen). Kami menghormati level mereka dan sadar bahwa bahwa mereka akan menimbulkan masalah bagi kami,” kata Chivu.
Arsenal sangat dominan selama babak grup. Mereka merupakan satu-satunya tim yang berhasil menyapu bersih seluruh pertandingan, menang enam kali dari enam laga, termasuk menaklukkan Bayern. Hebatnya lagi, tim asuhan Manajer Mikel Arteta itu baru kemasukan satu gol sejauh ini.
Kami memiliki lebih banyak pemain (untuk dipilih) karena banyak yang sudah kembali (dari cedera).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/37df749df0f96f7f6c46e9150af074b8-Britain_Premier_League_Soccer_30_.jpg)
Dominasi tim tamu memang terlihat mengerikan bagi Inter. Namun, konteks di laga ini sedikit berbeda. Arsenal tidak membutuhkan tiga poin. Di atas kertas, Arsenal (18 poin) sudah mengamankan posisi delapan besar. Mereka juga hanya butuh satu poin untuk lolos secara matematis.
Hanya satu skenario yang bisa membatalkan kelolosan langsung Arsenal. Tim peringkat kedua sampai ke-9 mesti menang semua dalam dua laga sisa, saat Arsenal harus kalah beruntun. Adapun ”Si Meriam” akan menghadapi tim terlemah di babak grup, Kairat Almaty, pada laga pamungkas.
Arteta terkenal ambisius. Sang manajer tidak mungkin melepas laga itu begitu saja. Meskipun begitu, Arteta dipaksa untuk berpikir realistis di situasi terkini. Mereka akan menggenapi laga tandang keempat beruntun dalam sepuluh hari terakhir di San Siro nanti. Skuad Arsenal butuh dirotasi.
Para pemain inti Arsenal, seperti Martin Zubimendi dan Odegaard, mulai terlihat kelelahan saat ditahan imbang Nottingham Forest pada akhir pekan. Itu merupakan efek domino dari laga versus Chelsea pada tengah pekan lalu. Sepulang dari Milan, mereka sudah dinanti laga penting versus Manchester United.
Kebetulan, Arsenal punya banyak opsi pelapis yang cukup setara. Pemain yang jarang mendapatkan menit bermain belakangan ini, seperti Eberechi Eze dan Myles Lewis-Skelly, berpotensi diturunkan. ”Kami memiliki lebih banyak pemain (untuk dipilih) karena banyak yang sudah kembali (dari cedera),” ujar Arteta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/19/ef1ff286c8e851a87918942ebc157a10-wires_photo_2026_01_19T164930.446.jpg)
Sebaliknya, tim tuan rumah bisa turun dengan kekuatan penuh. Tak seperti Arsenal yang menggunakan fondasi pemain sama dalam sepekan terakhir, Chivu sudah merotasi skuadnya. Sang pelatih bergantian mengistirahatkan duo striker, Marcus Thuram dan Lautaro Martinez, di dua laga terakhir.
Terakhir kali menjamu Arsenal di San Siro, November 2024, Inter berhasil menang 1-0 lewat gol penalti Hakan Calhanoglu. Tim tuan rumah sudah sangat berbeda walaupun hanya berjarak setahun lebih. Mereka kini dilatih Chivu, bukan lagi Simone Inzaghi yang mengantar ke final musim lalu.
Di bawah Chivu, permainan Inter lebih agresif dan lugas. Martinez dan rekan-rekan selalu berinisiatif menekan tinggi hingga pertahanan lawan saat tanpa penguasaan bola, tidak menunggu di separuh lapangan sendiri. Mereka juga langsung memulai serangan balik ketika berhasil merebut bola.
Chivu berkata, karakter permainan itu akan kembali digunakan versus Arsenal. Mereka tidak gentar berduel dengan Arsenal yang merupakan salah satu tim terbaik dalam menekan tinggi. ”Kami sudah siap menghadapi kompetisi ini. Kami tahu kekuatan kami,” ujar sang pelatih.
Laga nanti juga akan bertajuk ofensif versus defensif. Inter merupakan tim paling produktif di Liga Italia saat ini, sudah mencetak 44 gol. Sementara itu, Arsenal berstatus tim dengan kemasukan paling sedikit di Liga Inggris (14 gol) dan Liga Champions (1 gol). Pertemuan dua kutub itu patut dinanti.
Menurut pemain sayap Arsenal Noni Madueke, timnya akan tetap membawa motivasi lebih. Mereka ingin menebus kekecewaan setelah gagal menang atas Forest. Padahal, jika bisa meraup tiga poin di pertandingan liga itu, mereka bisa unggul sembilan poin dari tim rival Manchester City.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/18/2f6a4335ebdd0bffdcd84a6659c52f9a-Britain_Premier_League_Soccer_29_.jpg)
”Hasil imbang itu tentu mengecewakan. Kami ingin menang, tetapi gagal. Poin itu akan kami bawa sebagai bekal untuk kembali fokus. Kami memiliki laga penting melawan Inter, laga yang akan kami perjuangkan untuk menang. Jalan kami masih panjang di sisa musim dan kami harus terus konsisten,” ucap Madueke.
Adapun Inter dihantui hasil buruk dalam dua laga terakhir di Liga Champions. Salah satunya adalah menghadapi tim asal Inggris lain, Liverpool, di San Siro. Jika kembali kalah, ”Si Ular Besar” berpotensi terlempar ke luar posisi delapan besar. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nur Adji