Unjuk rasa di Kediri berujung pada terbakarnya gedung DPRD Kota Kediri, kemudian meluas ke DPRD Kabupaten Kediri. Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri juga rusak.
31 Agt 2025 06:40 WIB · Politik & Hukum
MALANG, KOMPAS — Unjuk rasa oleh ratusan orang di Kota Kediri, Jawa Timur, yang berlangsung pada Sabtu (30/8/2025) sore hingga malam, berujung pada rusaknya kantor Mapolresta Kediri dan terbakarnya gedung DPRD Kota Kediri di Jalan Mayor Bismo, Kecamatan Mojoroto.
Selain itu, gedung DPRD Kabupaten Kediri dan Kantor Pemerintah Kabupaten Kediri di Jalan Soekarno-Hatta yang jaraknya cukup jauh juga dirusak dan beberapa bagian terbakar.
Unjuk rasa ini merupakan buntut insiden tewasnya Affan Kurniawan, pengendara ojek daring yang tewas akibat dilindas mobil taktis Brimob saat unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas, sebelumnya beredar flayer yang menyatakan bahwa pada Sabtu sore bakal ada unjuk rasa. Sekitar pukul 15.00 WIB massa kemudian berkumpul di Taman Sekartaji, tidak jauh dari Mapolresta Kediri. Setelah berkumpul, mereka longmarch ke Mapolresta untuk berunjuk rasa.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/31/21cf876c7d820fd847b167839212895e-20250831wer_.jpg)
Awalnya, aksi berlangsung damai. Namun, selang beberapa waktu, massa mulai melempari kaca polresta. Mereka juga mengambil beberapa kendaraan dan dibakar. Ada juga mobil yang dijungkirbalikkan. Namun, berapa totalnya belum diketahui.
”Setelah terjadi bakar-bakar, aparat kemudian bertindak. Ada water cannon dan gas air mata sehingga massa berhamburan dan bergeser ke kantor DPRD Kota Kediri. Di sana, mereka membakar gedung DPRD,” ujar Wulan (bukan nama sebenarnya), salah satu warga Kota Kediri saat dihubungi dari Malang, Sabtu malam.
Setelah beraksi di kantor DPRD Kota Kediri, massa kemudian begeser ke kantor Pemerintah Kabupaten dan DPRD Kabupaten Kediri. Mereka menjebol pintu pagar depan kantor pemkab dan membakarnya di jalan. Ada beberapa ruangan pemkab yang dirusak. Sejumlah barang juga diambil massa.
Perusakan kantor DPRD Kabupaten Kediri juga berimbas terhadap Museum Kabupaten Kediri yang berada di dekatnya. Pihak Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Kediri, saat dikonfirmasi terpisah, membenarkan tentang hal ini.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/31/cfe171fa22bd14a571292cda6df1b805-20250831wer2.jpg)
Namun, Disparbud belum merinci apa saja yang rusak. ”Info terakhir tidak terbakar, tetapi gedung sebelahnya (DPRD) yang terbakar. Kerusakan (museum) yang parah, kaca-kaca dipecahkan,” ujar salah satu pegawai Disparbud Kabupaten Kediri melalui Whatsapp. Beberapa artefak dirusak dan hilang akan segera divalidasi setelah kondisi mereda.
Di media sosial juga beredar video yang menunjukkan isi museum berantakan. Sejumlah kaca pecah, termasuk yang melindungi koleksi artefak di dalamnya. Sementara tampak di latar belakang api masih berkobar.
Antok, salah satu warga Kabupaten Kediri yang kerja giliran malam di Kota Kediri, menuturkan, suasana Kota Kediri, Sabtu malam, agak mencekam. Sejumlah ruas jalan, seperti kawasan Jongbiru-Semampir, ditutup. ”Unjuk rasa sejak sore. Menjelang petang baru terjadi kericuhan yang berujung pada pembakaran,” ucapnya.
Penulis:
Defri WerdionoEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto