Kantor Komunikasi Kepresidenan Lengkapi Jajaran Jubir

Mulai Prita Laura sampai Philip Vermonte menjadi juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan. Pesan dan informasi jernih menjadi kunci.

18 Nov 2024 15:44 WIB · Politik & Hukum

Oleh Nina Susilo

JAKARTA, KOMPAS – Kantor Komunikasi Kepresidenan melengkapi jajaran pejabat yang bertugas. Sebanyak 48 pejabat dilantik termasuk enam juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi melantik 48 pejabat tersebut di Kantor Komunikasi Kepresidenan, Gedung Krida Bhakti Sekretariat Negara, Jakarta, Senin (18/11/2024). Selain itu, Senin siang, dilantik pula dari aparatur sipil negara seperti kepala sekretariat dan kepala badan yang akan bertugas membantunya.

Adapun pejabat Kantor Komunikasi Kepresidenan atau Presidential Communication Office (PCO) yang dilantik terdiri atas tiga deputi, yakni Noudhy Valdryno, Fritz Edward Siregar, dan Isra Ramli. Selanjutnya, tiga staf khusus Kantor Komunikasi Kepresidenan yang dilantik adalah Tjut Andjani, Hafizhul Mizan, dan Syahril Ilhami.

Enam juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan yang dilantik adalah Philip Vermonte, Adita Irawati, Ujang Komarudin, Prita Laura, Dedek Prayudi, dan Hariqo Wibawa Satria. Philip lulusan bidang politik dari program master di University of Adelaide, Australia dan program doktoral di Norther Illinois University, Amerika Serikat. Ujang Komarudin juga pengajar ilmu politik di Universitas Al Azhar, Jakarta.

Adita Irawati sebelum ini juru bicara Kementerian Perhubungan, selain pernah pula menjadi Corporate Communication Group Head PT Indosat. Adapun Prita Laura yang pernah menjadi penyiar di salah satu televisi swasta, terakhir bertugas di Kantor Staf Presidenan.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi memberi ucapan selamat kepada para juru bicara dan pejabat di Kantor Komunikasi Kepresidenan, Senin (18/11/2024).

Dua jubir lainnya adalah Dedek Prayudi dan Hariqo Wibawa Satria tercatat sebagai jubir Tim Kampanye Nasional pemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam Pemilu Presiden 2024.

Kantor Komunikasi Kepresidenan juga memiliki enam tenaga ahli utama lainnya, 11 tenaga ahli madya, 10 tenaga ahli muda, dan sembilan tenaga ahli terampil.

Hasan menyebut adanya enam jubir dan enam tenaga ahli utama lainnya tidak terkait dengan pembagian tugas, melainkan sesuai dengan spesialisasi yang dimiliki masing-masing. “Mungkin bukan pembagian tugas, tapi ada yang punya spesialisasi. Ada yang punya spesialisasi di urusan luar negeri, ada yang punya spesialisasi di urusan pemerintahan, ada yang punya spesialisasi di urusan politik, dan di urusan hukum. Mungkin ada juga nanti yang akan di bagian ekonomi,” tuturnya kepada wartawan.

Quote

Para jubir juga akan menjadi jubir Kantor Komunikasi Kepresidenan yang akan melayani undangan wawancara maupun undangan diskusi dengan media termasuk televisi.

Para jubir juga akan menjadi jubir Kantor Komunikasi Kepresidenan yang akan melayani undangan wawancara maupun undangan diskusi dengan media termasuk televisi. Sebelumnya, semua ditangani Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan.

“Tentu saya tidak mampu untuk bisa memenuhi semua kebutuhan teman-teman. Apalagi undangan ke televisi, undangan datang ke media, datang ke diskusi. Jadi dengan adanya tenaga ahli utama yang menjadi juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan, setidaknya jauh lebih banyak permintaan-permintaan, interviu, wawancara, datang ke televisi, datang ke diskusi-diskusi yang bisa kita penuhi,” tambahnya.

Sebanyak 48 pejabat di Kantor Komunikasi Kepresidenan dilantik, Senin (18/11/2024).

Dalam sambutannya di acara pelantikan pejabat, Hasan juga mengibaratkan Kantor Komunikasi Kepresidenan sebagai tempat penampungan air. Karenanya, ketika ada kebutuhan informasi, “air” dari kantor ini yang memuaskan dahaga publik atas informasi.

Namun, “air” informasi dan pesan dari kantor ini harus jernih dan tidak tercemar. Karenanya, pesan yang jernih akan bisa membawa kebaikan.

“Hari ini kita berhadapan dengan suatu situasi yang jauh lebih kompleks. Kalau air yang keluar dari kantor komunikasi tidak bersih dan tidak jernih, maka masyarakat bisa salah paham, bisa kehilangan kepercayaan terhadap pemerintah,” tuturnya.

Karena itu, dia pun berpesan supaya semua pesan dan informasi yang keluar dari Kantor Komunikasi Kepresidenan harus jernih. Penyampaiannya pun tak boleh dicemari emosi, impulsif, apalagi sikap pemarah.

Para pejabat pun diharap tidak mengorbankan akurasi hanya karena mengejar kecepatan. Sebab, ketergesa-gesaan ini dinilai bisa mengorbankan kepentingan bangsa dan negara.

Soal pembagian kerja, Ujang Komarudin, salah satu dari enam juru bicara Kantor Komunikasi Kepresidenan yang baru dilantik, itu mengungkapkan, bahwa hal tersebut akan dibahas dalam rapat pada Selasa (19/11/2024) esok.

Kepala Kantor Kepresidenan (PCO) Hasan Nasbi memberikan sambutan supaya semua informasi dan pesan yang keluar dari kantor ini jernih dan akurat. Hal ini disampaikan kepada para pejabat PCO yang baru dilantik, Senin (18/11/2024) di Jakarta.

Cegah Iseng di ”Lapor Mas Wapres”

Terkait layanan Lapor Mas Wapres yang dilakukan di Kantor Sekretariat Wapres, Hasan menambahkan, layanan itu akan terus berjalan sembari diperbaiki. Laporan ini pun diintegrasikan dengan sistem lapor yang ada sebelumnya sehingga menguatkan.

“Dengan adanya “Lapor” yang dibuka oleh Mas Wapres, sekarang orang tahu bahwa sebenarnya pemerintah selama ini sudah membuka lapor.co.id dan banyak sekali laporan yang masuk selama ini ke sana. Lebih dari 90 persen laporan yang valid itu sudah diselesaikan oleh pemerintah,” tambah Hasan.

Quote

Terkait layanan Lapor Mas Wapres yang dilakukan di Kantor Sekretariat Wapres, Hasan menambahkan, layanan itu akan terus berjalan sembari diperbaiki.

Namun, menurut Hasan, sistem terus disempurnakan sembari memfilter warga yang sekadar iseng dan main-main mencoba layanan ini. “Ada juga yang iseng, dan mereka ngaku sendiri kan,” ujarnya.

Karenanya, disiapkan format yang sekaligus menyaring warga yang sekadar iseng melapor. Harapannya, semua laporan dari masyarakat itu valid dan bisa ditindaklanjuti.


Kerabat Kerja

Penulis:

Nina Susilo
 | 

Editor:

Madina Nusrat