Dalam video yang beredar, Kapal Motor Barcelona V terbakar pada Minggu (20/7/2025). Kapal masih mengapung ketika musibah terjadi.
21 Jul 2025 17:16 WIB · Ekonomi & Bisnis
JAKARTA, KOMPAS — Kecelakaan yang menimpa Kapal Motor Barcelona V di perairan Pulau Talise, Minahasa Utara, Sulawesi Utara, masih terus ditangani. Pendataan dan pencocokan manifes dilakukan menindaklanjuti kecelakaan pada Minggu (20/7/2025) lalu. Berbeda dengan kecelakaan kapal sebelumnya, KM Barcelona V tidak tenggelam.
Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Utara Inspektur Jenderal Roycke Harry Langie mengatakan, pihaknya saat ini bekerja sama dengan sejumlah pihak untuk membantu mendata dan menangani korban. Di samping itu, polisi melakukan penyelidikan terkait kasus terbakarnya KM Barcelona V.
”Kami sedang selidiki penyebabnya,” kata Roycke dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (21/7/2025).
Dari laporan yang ia terima, KM Barcelona V tidak tenggelam. Kondisi di atas kapal yang terbakar masih akan dipastikan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Bersama TNI Angkatan Laut, Kementerian Perhubungan, dan pihak perusahaan, kapal tersebut akan dibawa ke Manado dari titik lokasi kejadian.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/20/dae2f7606962e3be9e097f07a3e8f38e-antarafoto_km_barcelona_5_terbakar_di_perairan_sulut_1753014788.jpg)
PT Surya Pacific Indonesia, pemilik KM Barcelona V, masih fokus pada penanganan korban, baik yang dilarikan ke rumah sakit, korban selamat, maupun korban meninggal. Ridwan Fallugah dari Humas PT Surya Pacific Indonesia mengatakan, untuk korban meninggal, pihak perusahaan memberi perlengkapan peti jenazah untuk memudahkan pemulangan kepada keluarga.
”Kami fasilitasi juga kembalinya jenazah ke tangan keluarga,” ujar Fallugah.
KM Barcelona V terbakar di dekat Pulau Talise di Kabupaten Minahasa Utara pada 20 Juni 2025 siang. Pulau ini dekat dengan Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara. Adapun Likupang Barat berjarak sekitar 50 kilometer dari Kota Manado, ibu kota Sulut.
KM Barcelona umumnya melayani rute pelayaran Manado-Tahuna. Kapal ini diperkirakan terbakar sekitar pukul 13.30 Wita. Saat itu, kapal tujuan Manado itu melintas di perairan Pulau Talise.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manado George Leo Mercy Randang mengatakan, pihaknya menerima laporan awal kebakaran KM Barcelona V ini sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu juga, katanya, tim segera diturunkan untuk mengevakuasi penumpang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/20/d419b7d1f4c306dbc3324b9218a7be6e-IMG_7008.jpeg)
Dari sejumlah siaran langsung di media sosial Facebook oleh penumpang yang selamat, bagian atas KM Barcelona V terbakar, mengeluarkan api, dan memunculkan asap hitam pekat.
Sejumlah penumpang kemudian keluar dari kapal dan mengenakan jaket pelampung. Lantaran api dan asap membesar, sejumlah penumpang langsung melompat ke laut dari atas kapal.
Salah seorang penumpang, Abdul Rahman Agu, melakukan siaran langsung di Facebook untuk merekam situasi dan meminta pertolongan. Dalam rekaman yang ia unggah, puluhan kapal nelayan datang lebih dulu untuk mengevakuasi penumpang ke Pulau Gangga, pulau di sekitar lokasi kejadian.
Basarnas Manado mencatat, 571 penumpang KM Barcelona V telah diselamatkan dan dievakuasi ke sejumlah tempat di Minahasa Utara dan Kota Manado. Adapun tiga orang telah dinyatakan tewas dan dua orang lainnya dilaporkan hilang.
”Selain tiga korban tewas, pagi ini kami menerima laporan dua korban hilang. Mereka adalah Levi Aiba dan Hamen Langinan. Namun, ini masih aduan. Kami akan telusuri dahulu apakah telah dievakuasi sebelumnya atau seperti apa,” kata anggota staf Humas Basarnas Manado, Nuriadin Gumelang (Kompas, 21/7/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/20/4439e825b83d3cf363cf063b542805ca-antarafoto_km_barcelona_5_terbakar_di_perairan_sulut_1753016924.jpg)
Sementara itu, tiga orang yang dilaporkan tewas adalah Hugu Majuntu, Daniel Lena, dan Betrivia Malimbulun. Semuanya tewas bukan karena terbakar, melainkan ada penyebab lain setelah melompat ke laut. Betrivia diketahui sedang hamil besar.
Menurut Nuriadin, saat ini tim SAR masih berupaya mencari korban yang dikabarkan hilang. Pendataan pun masih dilakukan untuk mencocokkan dengan manifes kapal.
Berdasarkan laporan terakhir Kementerian Perhubungan, proses evakuasi masih terus berlanjut. KM Barcelona V terbakar dalam perjalanan dari Melonguane ke Manado.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, proses evakuasi telah tuntas. Semua korban selamat berada di Manado dan Likupang.
Untuk korban meninggal, jenazah telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Manado. Data terakhir, jumlah penumpang kapal sebanyak 280 orang. Data ini masih akan diverifikasi dan diperbarui tim SAR.
”Kami akan terus memberikan informasi terkini pada publik seiring perkembangan penanganan insiden ini,” ujar Dudy saat mengunjungi korban.
Guna mendapatkan informasi terkini mengenai kecelakaan KM Barcelona V, masyarakat dapat menghubungi posko terpadu utama di kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Manado serta posko dukungan Unit Pelaksana Pelabuhan Likupang. Informasi lain juga dapat diakses melalui kontak Pusat Krisis dengan nomor 0811-1010-7591.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/07/04/d5289f09-222e-4ced-8bd1-d3053555e78a_png.png)
Sebelumnya, dua kecelakaan angkutan laut telah terjadi sejak Juni 2025. Pada Senin (14/7/2025), kecelakaan angkutan laut terjadi di Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Sebuah perahu panjang (long boat) terbalik karena gelombang tinggi 3-4 meter. Kapal tersebut mengangkut 18 penumpang. Semua penumpang selamat.
Sebelumnya, Kapal Motor Penumpang Tunu Pratama Jaya mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Pelabuhan Ketapang di Banyuwangi, Jawa Timur, menuju Gilimanuk, Bali. Tragedi ini terjadi di Selat Bali, Rabu (2/7/2025). Kapal tersebut membawa 65 orang. Sebanyak 30 orang selamat, sedangkan 12 orang tewas.
Penulis:
Sucipto, Yosepha Debrina Ratih PusparisaEditor:
Agnes TheodoraPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti