Kapal bermuatan kopra ini terbakar sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Luwuk. Dari lima orang di kapal, satu di antaranya tewas serta dua lainnya hilang.
14 Sep 2025 12:03 WIB · Lingkungan
MAKASSAR, KOMPAS — Tim SAR masih melakukan pencarian dua korban hilang KLM Maryam Indah yang terbakar di Perairan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.
Pencarian sudah dimulai sejak Sabtu (13/9/2025) pagi setelah kapal berisi lima orang ini terbakar pada Sabtu dini hari di perairan sekitar Kecamatan Luwuk.
Peristiwa terbakarnya kapal ini menyebabkan satu orang tewas, yakni La Anto. Sementara dua korban yang hingga kini masih dicari adalah La Alami dan La Hamid. Adapun dua korban selamat adalah Landeaa dan Marten.
Informasi awal terbakarnya kapal ini dilaporkan Syahbandar Pelabuhan Luwuk, Takdir. ”Kapal ini terbakar sekitar 1 mil laut dari Pelabuhan Luwuk. Lalu, kami segera melaporkan kepada Posko SAR Luwuk dan aparat terkait,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/14/d37d5d83e24a3d6abebf539cacdffb77-IMG_6339.jpeg)
Petugas SAR gabungan yang tiba pada 01.30 Wita langsung mengevakuasi dua korban selamat dan satu yang meninggal. Dua lainnya diduga melompat dan terbawa arus. Proses pemadaman berlangsung cukup lama. Hal ini disebabkan muatan kapal berupa kopra.
Api sempat padam pada pukul 04.00 Wita, tetapi kemudian kapal kembali berasap. Bara api juga masih terlihat hingga akhirnya lambung kapal mulai tenggelam.
Seusai pemadaman, pencarian langsung dilakukan pada Sabtu pagi untuk menemukan dua korban hilang, tetapi hingga malam belum membuahkan hasil.
”Setelah kami membuat pemetaan, pencarian hari kedua ini kami fokuskan di empat titik. Lokasi pencarian diharapkan bisa membuahkan hasil dan menemukan dua korban hilang,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kota Palu M Rizal, Minggu (14/9/2025).
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/14/8cb5bcbeee51deca92a9ca3f348d4a08-1aebf71e_be05_451a_8531_b8b2796bca20.jpeg)
Dia menambahkan, evaluasi berkala dilakukan berdasarkan situasi dan kondisi di lapangan. ”Ini agar proses pencarian dan evakuasi nantinya berjalan efektif dan aman,” katanya.
Selain tim gabungan, pencarian ini juga melibatkan nelayan setempat. Warga sekitar pulau atau pesisir juga diminta melaporkan jika melihat ada tanda keberadaan korban.
Penulis:
Reny Sri AyuEditor:
Harry SusiloPenyelaras Bahasa:
Galih Rudanto