Kapal Terbalik di Kepulauan Mentawai, 11 Penumpang Hilang

Kapal yang mengangkut rombongan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kepulauan Mentawai terbalik di Selat Sipora akibat dihantam gelombang tinggi.

15 Jul 2025 09:53 WIB · Nasional

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Kapal bermuatan 18 orang dengan rute Sikakap ke Tuapejat terbalik di Selat Sipora, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (14/7/2025). Sebanyak 7 penumpang selamat, sedangkan 11 orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Kepulauan Mentawai melaporkan, kapal itu terbalik pada Senin sekitar pukul 11.00 WIB. Informasi ini diterima kantor SAR pada pukul 17.40 WIB dari Kepala Dusun Mapinang Utara, tempat korban selamat menepi. 

”Total penumpang ada 18 orang. Sebanyak 7 orang selamat, sedangkan 11 orang lainnya dalam pencarian. Tim SAR gabungan melanjutkan pencarian pukul 07.00 WIB ini, tetapi hasil sementara masih nihil,” kata Kepala Kantor SAR Kelas B Kepulauan Mentawai Rudi ketika dihubungi dari Padang, Selasa (15/7/2025) pagi.

Kapal dengan ukuran panjang 12 meter dan mesin 40 PK ini digunakan rombongan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kepulauan Mentawai untuk menyeberang dari Sikakap ke Tuapejat, Senin pagi. Rombongan ini juga mengangkut anggota DPRD Kepulauan Mentawai, Isar Taileleu, dan anak-anaknya. 

Dalam perjalanan, kata Rudi, kapal itu terbalik di Selat Sipora akibat dihantam gelombang tinggi saat cuaca buruk. Posisi perkiraan terakhir (LKP) kapal tersebut berada pada koordinat 2°27’20.26”S  99°56’23.32”E atau sekitar 32,7 nautical mile dengan heading 140° dari Dermaga Tuapejat.

”Tujuh orang yang selamat berenang sekitar enam jam dari lokasi kapal terbalik pukul 11.00 WIB dan baru tiba di darat sekitar pukul 17.30 WIB. Mereka mendarat di Dusun Mapinang Utara, Desa Sikakap,” kata Rudi.

Tim dari kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Kepulauan Mentawai mencari 1 penumpang hilang dalam insiden kapal terbalik di Selat Sipora, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (14/7/2025).

Menurut Rudi, tim SAR gabungan masih mencari korban hilang. Ada dua armada dikerahkan, yaitu Kapal Negara SAR Ramawijaya dan RIB 02 SAR Mentawai. Tim menyisir lokasi sekitar kejadian kapal terbalik.

Terkait informasi sebagian korban hilang telah ditemukan, termasuk anggota DPRD, kata Rudi, tim SAR gabungan masih berupaya memastikannya. ”Kalau sudah pasti, kami akan umumkan,” katanya.

Berdasarkan data kantor SAR Kelas B Kepulauan Mentawai, nama-nama korban hilang yaitu Simbeksin, Kevin, Viktor, Wike, Sudarmono, Adolf Sakerebau, Isar Taileleu, Tesa, Roroi, anak perempuan (nama belum diketahui), dan Guntur Saleleubaja.

Sementara itu, nama-nama korban selamat yaitu Peter, Marlon Saragi, Nensyah Niningtias, Emilia Contesa, Marhan Saleleubaja, Gunawan Toroi, dan operator kapal (nama belum diketahui).

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas B Kepulauan Mentawai Rudi (kiri) melepas keberangkatan tim SAR gabungan dengan Kapal Negara SAR Ramawijaya untuk mencari sebelas penumpang hilang dalam insiden kapal terbalik di Selat Sipora, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Senin (14/7/2025).

Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana mengatakan, rombongan kapal bupati dan rombongan kapal DPKP itu sama-sama hendak berangkat dari Sikakap ke Tuapejat, Senin pagi. Namun, kapal DPKP berangkat duluan sekitar pukul 07.30 WIB. Cuaca pagi itu hujan badai. 

Kapal bupati berangkat setengah jam kemudian lalu berpapasan dengan kapal DPKP dan kondisinya masih baik. Kapal bupati yang mendahului sempat menunggu rombongan DPKP di Dusun Sao, Desa Bosua, Kecamatan Sipora Selatan.

Rinto menyebut, selama hampir satu jam menunggu, kapal DPKP tidak kunjung menyusul. Sementara itu, cuaca mulai gelap dan Pulau Pagai Utara tak terlihat lagi dari selatan Pulau Sipora.

”Karena kondisi gelombang tinggi dan penumpang kapal mulai muntah-muntah, kami putuskan melanjutkan perjalanan sampai Dermaga Sioban dan melanjutkan perjalan via darat (ke Tuapejat),” kata Rinto.

Rombongan bupati kemudian terjebak banjir di Desa Saureinu dan fokus mengatasi banjir di sana. Saat fokus menangani banjir, barulah Rinto mendapat informasi ada kapal terbalik dari Kepala Dusun Mapinang Utara yang mendapat cerita dari penumpang yang selamat.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Mukhamad Kurniawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan