Setelah pertukaran pemain yang menggemparkan NBA, penggemar menunggu debut Luka Doncic bersama LA Lakers. Doncic masih dalam masa pemulihan cedera.
05 Feb 2025 11:31 WIB · Olahraga
Kedatangan Luka Doncic ke Los Angeles Lakers mengubah masa depan klub yang tengah mencoba kembali ke puncak kejayaan di saat senja karier LeBron James. Masa depan Lakers satu dekade ke depan tiba-tiba terlihat lebih cerah dengan Doncic sebagai penerus King James yang telah berusia 40 tahun.
Bahkan, Lakers bisa terlibat dalam persaingan gelar juara musim ini jika Doncic langsung menemukan ”klik” dengan James. Lebih mungkin lagi kalau Lakers bisa mendapatkan seorang center untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Anthony Davis sebelum tenggat transfer pemain paruh musim, Jumat (7/2/2025).
Hanya saja, semua itu hanya mungkin terjadi jika Doncic bisa kembali ke puncak performa setelah pulih dari cedera, dan menjalani debut bersama klub barunya itu. Pemain berusia 25 tahun ini telah absen sejak Natal tahun lalu. Ketidakhadirannya di lapangan yang cukup lama membuatnya tak terpilih masuk tim All-NBA, yang telah diikutinya selama lima musim terakhir beruntun.
Doncic mengalami cedera betis kiri pada kuarter kedua saat Dallas Mavericks kalah dari Minnesota Timberwolves. Cedera itu cukup serius sehingga pemain asal Slovenia ini absen dalam 19 gim Mavericks berikutnya, masuk kembali ke line up dalam dua laga, sebelum kembali cedera. Ia juga pernah mengalami cedera tumit kaki kiri.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/05/903a925ec048703210840c120ca61571-wires_photo_90_.jpg)
Pemain yang bermain di Real Madrid sebelum ke NBA ini hanya sekali mampu bermain sebanyak 70 gim dalam satu musim sejak tahun pertamanya pada 2018. Pembawaannya yang santai terkait diet dan pengondisian fisik disebut menjadi salah satu sebab seringnya ia absen dalam pertandingan. Itu pula salah satu alasan yang membuat Mavericks bersedia menukar salah satu pemain terbaik NBA ini dengan Anthony Davis dari Lakers.
Manajer Umum LA Lakers Rob Pelinka mengatakan, Doncic baru akan mulai berparstipasi pada sesi latihan 5-on-5, Rabu (5/2/2025), sehingga ia dipastikan absen saat Lakers bertemu tetangga kota, LA Clippers, pada hari yang sama. Lakers kemudian akan membuat program latihan pribadi Doncic untuk memastikan kapan sang pemain bisa menjalani debutnya.
Baik Doncic maupun Lakers yakin dirinya akan segera bermain, bahkan sebelum Lakers mengakhiri rentetan empat pertandingan di Los Angeles dalam tujuh hari mendatang. Doncic mengatakan, dirinya kini mencoba untuk merawat cederanya lebih serius setelah secara rutin tetap bermain dengan rasa sakit, yang terkadang membuat cederanya bertambah parah.
”Untuk pertama kalinya, saya beristirahat untuk memulihkan cedera 100 persen. Sebelumnya, saya berpikir saya hanya ingin kembali bermain ke lapangan, saat tidak sehat 100 persen. Kali ini saya butuh waktu, waktu normal untuk kembali ke 100 persen,” kata Doncic.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/05/152bc54b8fdaf225ed47e047a421cdc9-wires_photo_89_.jpg)
Lakers juga tidak perlu terburu-buru untuk menurunkan Doncic karena posisi mereka di klasemen Wilayah Barat NBA cukup aman. Sementara mereka memiliki rekor 28-19 dan menempati urutan kelima dengan 34 gim yang masih tersisa di musim reguler.
”Kami akan melihatnya hari per hari untuk memastikan bahwa betisnya yang cedera dalam kondisi bagus dan aman. Saya akan mengatakan dalam titik ini kondisinya adalah hari per hari. Kami akan melihatnya langkah demi langkah, tetapi jika semua berjalan baik dan Luka merasa baik dan percaya, ia akan segera bermain,” jelas Pelinka.
Jika sudah bisa kembali bermain, Doncic kemungkinan besar akan menempati posisi sebagai guard bersama Austin Reaves. Ia akan mengisi posisi yang sebelumnya ditempati Max Christie, yang bersama Davis dilepas ke Mavericks.
Christie masuk ke jajaran pemain mula Lakers pada 8 Desember 2024. Lakers tidak memakai sistem point guard tradisional sejak melepas D'Angelo Russell pada 29 Desember meskipun pemain veteran Gabe Vincent bisa mengisinya.
James dan Reaves bisa menginisiasi serangan Lakers, tetapi Doncic sudah pasti menginginkan selalu memegang bola. Berbeda dengan anggapan sejumlah pengamat, hal itu sebenarnya lebih menguntungkan James, yang dalam beberapa waktu terakhir mengungkapkan keinginannya untuk lebih banyak bermain tanpa bola.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/05/0572bdc0e3785d7cac5600a26ff06d47-wires_photo_88_.jpg)
Cara yang paling tepat untuk menyatukan James dan Doncic adalah dalam sistem pick and roll. Sistem pick and roll (disebut juga ball screen atau screen and roll) adalah permainan ofensif di mana seorang pemain menjadi penghalang (pick) untuk rekan setimnya yang memegang bola, dan kemudian bergerak menuju basket (roll) untuk menerima umpan.
Pelatih Lakers JJ Redick, yang pernah bermain bersama Doncic di Dallas, tidak diragukan lagi akan dengan senang hati merancang permainan khusus untuk dua playmaker dan pencetak gol kreatif tersebut.
Lantas bagaimana dengan pertahanan Lakers? Tanpa Davis yang selama ini menjadi pelindung, Lakers dalam jangka pendek harus rela pertahanan mereka diobok-obok lawan. Sangat sulit membayangkan tandem James dan Doncic bisa terus-terusan mencetak poin lebih banyak dari yang dihasilkan lawan meskipun keduanya mempunyai talenta untuk itu. (AP)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Antonius Tomy TrinugrohoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji