Takhta Suci Vatikan sebentar lagi menggelar konklaf di Kapel Sistina untuk mencari pengganti Paus Fransiskus. Berikut sejumlah persiapan di kapel itu.
04 Mei 2025 06:15 WIB · Foto
Para kardinal berdiri saat berdoa di dalam Kapel Sistina, Vatikan, setelah mereka memasuki area konklaf. Tangan mereka membawa sebuah buku terbuka yang digunakan dalam doa. Di latar belakang terlihat lukisan dinding terkenal karya Michelangelo berjudul ”Penghakiman Terakhir”. Foto yang diambil pada 14 Oktober 1978 ini menggambarkan salah satu proses pemilihan penerus mendiang Yohanes Paulus I.
Dua hari setelah peristiwa dalam foto diabadikan, Kardinal Karol Wojtyla terpilih sebagai pemimpin tertinggi umat Katolik di dunia. Seusai dipilih, kardinal asal Polandia ini memilih nama Yohanes Paulus II sebagai nama kepausannya. Ia terpilih sebagai Paus ke-264 menggantikan Paus Yohanes Paulus I yang wafat pada 28 September 1978.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/03/586b674531b54cb1995fd0d4c26ec989-AP25122311738802.jpg)
Saat ini Vatikan kembali mempersiapkan gelaran konklaf. Konklaf kali ini digelar untuk mencari pengganti Paus Fransiskus yang wafat di usia 88 tahun pada 21 April 2025 lalu. Ia meninggal setelah mengalami stroke yang membuatnya koma. Sebelumnya, ia sempat dirawat di rumah sakit selama lima minggu karena pneumonia.
Konklaf tahun ini juga digelar di tempat yang sama, yaitu Kapel Sistina. Pada Jumat (2/5/2025), sejumlah pekerja dan petugas pemadam kebakaran bekerja mempersiapkan aneka keperluan, salah satunya tungku dan cerobong asap. Tungku dan cerobong asap ini penting karena menjadi alat komunikasi kepada warga di luar kapel terkait dengan pemilihan Paus.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/03/28f559bd5c2fe073e6cc04f6b01e5cf6-000_44CH962.jpg)
Mengenakan tali pengaman, di atap Kapel Sistina dua petugas membawa potongan pipa dari logam. Potongan pipa yang lebih panjang daripada tinggi badannya itu merupakan bagian dari cerobong asap yang hendak dipasang di atap kapel. Sementara itu, di dalam kapel, petugas lain merangkai potongan-potongan pipa logam lainya untuk disambungkan dengan bagian yaang terpasang di atap.
Di ujung bagian bawah yang bercabang dua, pipa cerobong itu terhubung ke dua tungku sederhana. Kedua tungku itu yang nanti akan digunakan untuk membakar kertas suara. Asap yang keluar dari cerobong adalah pembakaran dari kertas suara hasil pemungutan yang dicampur zat tertentu untuk membedakan warna. Warna asap akan mengabarkan kepada dunia hasil dari dua putaran pemungutan suara yang telah dilakukan.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/03/48f26b6f0e91fdf4031d31d946a3e02b-000_44CH89D.jpg)
Selain pemasangan tungku dan cerobong asap, Takhta Suci Vatikan juga memasang lantai tambahan dan mempersiapkan meja yang akan digunakan kardinal. Persiapan konklaf yang, menurut rencana, digelar pada 7 Mei nanti tergambar dalam video yang dirilis pada Sabtu (3/5). Rekaman itu juga memperlihatkan para pekerja menata meja kayu sederhana tempat para kardinal akan duduk dan memberikan suara dan pembuatan jalan landai menuju area tempat duduk utama untuk setiap kardinal yang menggunakan kursi roda.
Pagi Rabu (7/5) dimulai dengan Misa di Basilika Santo Petrus yang dipimpin oleh dekan Dewan Kardinal, Kardinal Giovanni Battista Re, setelah itu para kardinal pemilih dipisahkan dari dunia luar. Pada sore hari, mereka akan berprosesi di Kapel Sistina, mendengarkan meditasi, dan mengambil sumpah sebelum memberikan suara pertama mereka.
Saat ini, 133 kardinal diperkirakan akan ambil bagian dalam konklaf. Jika tidak ada kandidat yang mencapai mayoritas dua pertiga yang diperlukan, atau 89 suara, pada pemungutan suara pertama, dokumen akan dibakar dan asap hitam akan menunjukkan kepada dunia bahwa tidak ada paus yang terpilih. Begitu akan terus diulang hingga cerobong mengeluarkan putih sebagai tanda bahwa Paus baru telah terpilih.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/05/03/667c1432bc31bfcacb87ef503b6df81b-000_43QL49D.jpg)
Penulis:
Demitrius Wisnu WidiantoroEditor:
Heru Sri KumoroPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .