Kapolda: Kasat Reskrim Polres Solok Selatan Ditembak Kabag Ops Saat Ungkap Tambang Galian C Ilegal

Korban meninggal di tempat seusai ditembak pelaku dari jarak dekat dan mengenai bagian pelipis dan pipi hingga menembus ke tengkuk.

22 Nov 2024 15:27 WIB · Kriminalitas

Oleh Yola Sastra

PADANG, KOMPAS — Polda Sumatera Barat mengonfirmasi kejadian meninggalnya Kepala Satuan Reskrim Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Ryanto Ulil Anshar (34) akibat ditembak Kabag Ops Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Dadang Iskandar (57), Jumat (22/11/2024) dini hari. Pelaku menembak korban yang sedang menindak aktivitas tambang galian C ilegal.

Kepala Polda Sumbar Inspektur Jenderal Suharyono, Jumat, mengatakan, peristiwa penembakan Ulil oleh Dadang tersebut terjadi pada Jumat pukul 00.15 WIB (sebelumnya disebut 00.43 WIB). Lokasi penembakan di tempat parkir polres, tak jauh dari ruang pemeriksaan Satreskrim Polres Solok Selatan.

”Dari ruang identifikasi (polres), korban menuju kendaraannya untuk mengambil handphone. Korban diduga diikuti pelaku dan ditembak dengan cara tidak manusiawi dan meninggal di tempat,” kata Suharyono di sela-sela persiapan upacara pelepasan jenazah Ulil di Rumah Sakit Bhayangkara Padang.

Suharyono melanjutkan, berdasarkan hasil visum dokter, Ulil mendapat dua tembakan di kepala, tepatnya pelipis kanan dan pipi kanan hingga menembus ke tengkuk. Ia menduga, penembakan dilakukan dari jarak dekat menggunakan senjata dinas.

Suharyono belum bisa menjelaskan secara rinci motif pelaku menembak korban karena sedang proses pendalaman. Walakin, diduga pelaku tidak senang atas penindakan salah satu tambang pasir dan batu atau galian C ilegal di Solok Selatan.

Menurut Suharyono, beberapa minggu terakhir Polres Solok Selatan gencar menindak aktivitas tambang ilegal, termasuk tambang pasir dan batu atau galian C.

Pada Kamis (21/11/2024) malam, Ulil bersama anggotanya menangkap pelaku tambang galian C ilegal dan membawanya ke Polres Solok Selatan untuk pemeriksaan. Namun, Dadang diduga tidak senang atas penindakan itu. Dia lantas mendatangi korban di polres pada Jumat dini hari.

”Di dalam pelaksanaan kegiatan ini, tanpa diduga sebelumnya bahwa seorang perwira yang juga salah satu yang kami anggap sebagai tersangka (Dadang), oknum dari anggota kami, juga pada posisi kontra pada penegakan hukum,” ujar Suharyono.

Menurut Suharyono, kejadian ini tidak terduga karena pada awalnya ia pun sudah mengapresiasi penindakan tambang ilegal yang dilakukan jajaran Polres Solok Selatan. Ia mengaku setidaknya sudah dua kali bertemu langsung dengan Ulil memberikan apresiasi dan penghargaan.

Beberapa saat seusai kejadian, kata Suharyono, pelaku menyerahkan diri ke Polda Sumbar di Kota Padang pada Jumat pukul 03.30 WIB. Polisi juga menyita mobil dinas pelaku dan senjata api dinas serta magazin berkapasitas 16 peluru. 

”Dari jumlah itu, pelaku sudah menggunakan sembilan. Dua ditembakkan ke korban, tujuh lainnya sedang kami dalami dipergunakan untuk apa,” kata Suharyono.  Adapun pelaku bertugas di Polres Solok Selatan, sekitar tiga tahun, sejak 2022.

Quote

(Ulil) Kariernya bagus. Perjalanan kariernya sangat hebat. Almarhum anak yang baik dan respect, punya loyalitas tinggi.

Ketika ditanya apakah Dadang merupakan backing pelaku tambang ilegal, Suharyono mengatakan, masih terlalu prematur menyimpulkan itu. Sebab, penyidik masih mendalami hubungan antara korban dan pelaku selama ini, termasuk meminta keterangan Kepala Polres Solok Selatan.

”Kapolres sebagai komandan langsung di Polres tentu akan tahu persis stafnya, kinerja, dan prestasi mereka. Atau kalau ada conflict of interest kami belum mendalami itu. Dalam proses pendalaman ini,” ujarnya. Selain kepala polres, penyidik juga memeriksa dua personel yang berada di lokasi.

Suharyono memastikan akan menindak tegas Dadang atas perbuatannya, termasuk pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH). ”Dalam minggu ini, kami upayakan sudah ada proses PTDH,” katanya.

Pada Jumat siang, Polda Sumbar pun menggelar upacara pelepasan jenazah Ulil di RS Bhayangkara Padang. Upacara itu juga dihadiri orangtua asuh korban, Brigadir Jenderal Elphis Rudy. Mereka sempat menyaksikan kondisi almarhum di dalam peti sebelum upacara dilaksanakan.

Seusai upacara, jenazah langsung dibawa ke Bandara Internasional Minangkabau untuk diterbangkan ke kampung halaman korban di Makassar. Hal tersebut sesuai permintaan ibu korban yang berdomisili di Makassar.

Menurut Suharyono, korban yang merupakan kelahiran 1990 ini baru setahun bertugas di Polres Solok Selatan. Selama bertugas, prestasi korban relatif mentereng.

”(Ulil) Kariernya bagus. Perjalanan kariernya sangat hebat. Almarhum anak yang baik dan respect, punya loyalitas tinggi,” ujarnya.  

Suasana upacara pelepasan jenazah Kepala Satreskrim Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Ulil Riyanto Anshar di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2024). Ajun Komisaris  Ulil meninggal seusai ditembak koleganya, Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Dadang Iskandar, Jumat pukul 00.15. Motif pelaku diduga tidak senang atas penindakan tambang galian C yang ditangani oleh korban.
Suasana upacara pelepasan jenazah Kepala Satreskrim Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Ulil Riyanto Anshar di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2024). Ajun Komisaris Ulil meninggal seusai ditembak koleganya, Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Dadang Iskandar, Jumat pukul 00.15. Motif pelaku diduga tidak senang atas penindakan tambang galian C yang ditangani oleh korban.
Suasana upacara pelepasan jenazah Kepala Satreskrim Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Ulil Riyanto Anshar di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2024). Ajun Komisaris Ulil meninggal seusai ditembak koleganya, Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Dadang Iskandar, Jumat pukul 00.15. Motif pelaku diduga tidak senang atas penindakan tambang galian C yang ditangani oleh korban.
Orangtua asuh menyaksikan dan mendoakan jenazah Kepala Satreskrim Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Ulil Riyanto Anshar di dalam peti sebelum upacara pelepasan jenazah di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2024). Ajun Komisaris  Ulil meninggal seusai ditembak koleganya, Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Dadang Iskandar, Jumat pukul 00.15. Motif pelaku diduga tidak senang atas penindakan tambang galian C yang ditangani oleh korban.
Suasana upacara pelepasan jenazah Kepala Satreskrim Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Ulil Riyanto Anshar di Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2024). Ajun Komisaris  Ulil meninggal seusai ditembak koleganya, Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Dadang Iskandar, Jumat pukul 00.15. Motif pelaku diduga tidak senang atas penindakan tambang galian C yang ditangani oleh korban.

Sementara itu, Ketua Majelis Jemaat GPIB Padang Pendeta Salmon Leatemia, yang mendoakan korban saat upacara, mengatakan, Ulil merupakan orang baik, ramah, dan rendah hati. Relasi korban dengan jemaat lain saat beribadah di Padang sangat bagus.

”Seingat saya, Ulil ini baru bertugas sekitar setahun. Kami cukup dekat. Beberapa kali bertemu. Saya masih ingat Natal tahun lalu masih bersama-sama dengan beliau. Setelah tanggal 25 Desember kami ibadah. Namun, memang sudah tiga bulan ini kami tidak bertemu,” katanya. 

Menurut Salmon, Ulil adalah orang yang taat beribadah. Jika tidak ada tugas yang menyita waktu, Ulil selalu datang ke gereja. Ia pun kaget mendapat informasi meninggalnya Ulil pada Jumat pagi.

Salmon dan jemaat pun merasa kehilangan. Salmon pun berharap kasus ini bisa terungkap dengan baik. ”Sehingga keluarga yang ditinggalkan mendapat keadilan,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yola Sastra
 | 

Editor:

Cornelius Helmy Herlambang