Pada Kamis malam beredar video yang menunjukkan sebuah kendaraan taktis Brimob Polri melindas seorang warga di tengah kerumunan di Jakarta.
28 Agt 2025 23:14 WIB · Politik & Hukum
JAKARTA, KOMPAS — Kepala Kepolisian Negara RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta maaf atas insiden kendaraan taktis Brimob yang melindas seorang pengemudi ojek daring atau ojol di Jakarta, Kamis (28/8/2025) malam. Ia juga memerintahkan Divisi Profesi dan Pengamanan Polri mengusut peristiwa itu.
”Saya menyesali terhadap peristiwa yang terjadi dan mohon maaf sedalam-dalamnya,” ujar Listyo seperti dikutip dari kompas.com, 28 Agustus 2025.
Sebelumnya, beredar video yang merekam sebuah kendaraan taktis Brimbo melindas warga yang mengenakan jaket ojek daring. Mobil rantis bertuliskan Brimob terlihat melaju cepat saat warga tengah berlarian. Mobil lapis baja itu lantas melindas seorang pengendara ojek daring yang tengah berusaha lari dari kerumunan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/08/28/39ac6c925aa64ee7dd7c7adf95ec7198-20250828ron37.jpg)
Sigit mengatakan, polisi saat ini sedang mencari keberadaan korban yang terlindas. Lebih jauh, Kapolri juga sudah meminta Divisi Propam Polri untuk mengusut peristiwa yang terjadi saat lembaganya menjaga unjuk rasa di seputaran DPR.
”Saat ini kami sedang mencari keberadaan korban dan saya minta untuk Propam melakukan penanganan lebih lanjut,” kata Listyo.
Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi meminta Polri berhati-hati dalam menangani unjuk rasa. Pihak Istana terus berkoordinasi dan meminta Polri memberi atensi khusus terhadap kabar jatuhnya korban dalam unjuk rasa.
”Kami terus-menerus melakukan koordinasi dan kami secara khusus meminta kepada aparat kepolisian untuk tetap sabar dan melakukan tindakan pengamanan dengan penuh kehati-kehatian,” tutur Prasetyo secara tertulis kepada wartawan, Kamis malam.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/25/3bd0b9cb0c4aa95b7321228133ce797d-IMG_2044.jpeg)
Istana meminta Polri memberikan perhatian khusus terhadap insiden tersebut. ”Kami meminta atensi khusus terhadap kejadian tersebut di atas,” tutur Prasetyo.
Prasetyo menyayangkan kejadian tersebut. ”Sekecil apa pun, jika ada kejadian, tentunya kita semua pasti menyayangkan dan tidak ingin hal itu terjadi,” ujarnya.
Dia pun meminta maaf atas insiden tersebut. ”Tentunya kami memohon maaf atas kejadian apa pun, yang sudah pasti tidak kita inginkan,” kata Prasetyo.
Sebelumnya, pada Kamis siang, aparat kepolisian berusaha memukul mundur para pengunjuk rasa dari depan Gedung DPR/MPR/DPD di Senayan, Jakarta. Polisi sempat menembakkan water canon dan gas air mata.
Penulis:
Nina SusiloEditor:
Cyprianus Anto Saptowalyono, Anita YossiharaPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase