Puncak arus mudik diperkirakan masih akan terjadi pada akhir pekan ini. Kepadatan terjadi dari Jakarta hingga Semarang.
28 Mar 2025 19:31 WIB · Nusantara
SEMARANG, KOMPAS — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyebut, puncak arus mudik Lebaran 2025 bakal terjadi pada Jumat (28/3/2025) malam hingga Sabtu (29/3/2025) siang. Rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way masih diandalkan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas.
Dalam kunjungannya ke Gerbang Tol Kalikangkung di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, Listyo mengatakan, one way nasional telah dilakukan dari Kilometer 70 Jakarta sampai dengan Kilometer 414 Semarang sejak Kamis (27/3/2025).
Khusus di Jateng, one way lokal diterapkan dari Km 414 Semarang hingga ke Km 459 Salatiga. Tujuannya, mengurangi beban lalu lintas karena menjadi pintu keluar one way nasional.
”Semuanya berjalan aman dan lancar. Rata-rata pemudik menempuh perjalanan 5 jam dan 12 menit, artinya lebih cepat. Kemudian, data kecelakaan juga lebih rendah dari tahun kemarin. Ini menjadi catatan yang baik,” kata Listyo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/28/96039a2b2bd192f01b2a3c9f649d8998-IMG_1845_2.jpg)
Listyo menyebut, petugas di lapangan harus tetap waspada. Hal itu karena puncak arus mudik dimungkinkan terjadi pada Jumat malam hingga Sabtu pagi.
”Kalau di Semarang, puncaknya Sabtu pagi menjelang siang. Untuk itu, saya minta seluruh personel tetap waspada, apalagi cuaca saat ini masih ada potensi hujan,” ujarnya.
Listyo menambahkan, jalur tol fungsional dari Semarang hingga Yogyakarta juga perlu diwaspadai. Alasannya, fasilitas pendukung di ruas tersebut belum lengkap.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/28/9757cd11b5a4dea83dd8c89377732bc9-IMG_1878.jpg)
Pemudik juga diimbau mengatur kecepatan di ruas tersebut. Adapun petugas disiagakan di sejumlah lokasi untuk mengarahkan pemudik.
Para pemudik diingatkan untuk tidak memaksakan diri. Jika kondisi tubuh lelah, pemudik diminta untuk beristirahat sejenak di tempat istirahat agar bisa melanjutkan perjalanan dengan selamat sampai tujuan.
”Kemudian, pascamudik ada 227 obyek wisata yang harus dijaga karena jadi tempat tujuan wisata. Tentunya, seluruh pos pengamanan dan pos pelayanan yang ada serta anggota perlu mempersiapkan diri agar tidak jadi permasalahan di jalur wisata,” ucap Listyo.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/28/a6875d1e0a6664355370a71c823d9fac-IMG_1873.jpg)
Direktur Lalu Lintas Polda Jateng Komisaris Besar Sonny Irawan mengatakan, one way lokal diberlakukan di Jateng karena adanya kepadatan arus kendaraan dari arah GT Cikampek Utama.
Berdasarkan penghitungan volume kendaraan di tempat tersebut, jumlah kendaraan yang melintas meningkat dari sekitar 4.700 unit per jam menjadi 5.000 unit per jam selama tiga jam berturut-turut.
Kondisi itu berdampak pada peningkatan volume kendaraan di GT Kalikangkung. Di tempat tersebut tercatat, ada 4.700-5.000 unit kendaraan yang melintas setiap jam selama 3 jam berturut-turut.
”Sehingga, kami memprioritaskan kendaraan-kendaraan pemudik dari wilayah barat ke timur. Bagi pemudik yang ingin menuju ke barat, kamu memfasilitasi jalur arteri. Hasil pengecekan sementara, jalur arteri Pantura Jateng masih aman,” kata Sonny.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/28/36db9717f0b5f6ddd1ed954788cf2d5e-IMG_1885.JPG)
Pada Jumat petang, kepadatan terjadi di depan GT Kalikangkung. Menurut pemudik, panjang antrean di depan gerbang tersebut sekitar 2 km.
”Masuk di Tol Jateng lancar, tapi sempat tersendat di depan gerbang tol ini. (Saya) menunggu sekitar 15 menit untuk transaksi di sini,” ujar Juju (43), pemudik dari Depok, Jawa Barat, yang akan menuju ke Yogyakarta, saat ditemui di GT Kalikangkung.
Ari (40), pemudik asal Jakarta Timur, juga mengungkapkan hal serupa. Di sepanjang perjalanan, ia dua kali terjebak macet. Pertama, di Km 25 sampai Km 47 Tol Jakarta-Cikampek. Kedua, di depan Gerbang Tol Kalikangkung.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/28/56e084fa595a0833c700db4605946094-IMG_1864.jpeg)
”Di Km 25 sampai Km 47 dari jam 06.00 sampai 10.00 WIB. Padahal, biasanya tidak sampai satu jam,” ucap pria yang akan mudik ke Yogyakarta tersebut.
Untuk menguarai kepadatan di depan GT Kalikangkung, petugas menyiapkan puluhan titik transaksi. Direktur Operasi PT Jasa Marga Toll Road Operator Tri Wahyu Subekti menyebut, transaksi juga dipercepat dengan mobile reader.
”Ini mau ditambah dengan mobile reader biar pembayarannya cepat. Jadi, total ada 24 titik transaksi yang saat ini digunakan untuk melayani pemudik,” kata Tri.
Penulis:
Kristi Dwi UtamiEditor:
Cornelius Helmy Herlambang