Menjadi pahlawan penyelamat dunia tak harus berkekuatan super terlebih dulu. Captain America generasi kedua, Sam Wilson, bersusah payah membuktikan dirinya layak.
15 Feb 2025 15:03 WIB · Hiburan
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/c1508edee71e5e4429fb05b81d90c0d8-ECE4100_TRL_comp_UPP_v0032.1017_R.jpeg)
Kisah pahlawan super Captain America memasuki episode baru. Pada pengujung akhir cerita film Avengers: Endgame (2019), Steve Rogers (Chris Evans) dikisahkan menyerahkan tameng Captain America ke Sam Wilson (Anthony Mackie) alias Falcon.
Saat momen itu terjadi Steve digambarkan tak lagi berpenampilan gagah perkasa melainkan seorang pria tua renta. Steve menua setelah memilih kembali ke alur waktunya sendiri demi menemui dan menikahi kekasih pujaan hatinya, Peggy Carter.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/b94ab75ade7724ed26ce9af190a47797-HPT1500_comp_WTA_v0742.1082.jpg)
Tameng berlogo bintang lima sudut dan berbahan metal vibranium itu menjadi perlambang Sam Wilson menjadi penerus Captain America. Di film Captain America: Brave New World (2025), selain tameng itu, Sam juga dilengkapi sepasang sayap berteknologi canggih, yang juga berbahan sama dengan perisainya. Dengan sayap itu dia menjadi sosok Captain America yang bisa terbang seperti mendiang koleganya, Ironman.
Selain mampu terbang dengan kecepatan melebihi jet tempur tercanggih, sepasang sayap tadi juga bisa dijadikan senjata mematikan. Bak bilah-bilah pedang berukuran raksasa, kedua sayap tersebut mampu dengan mudah ”mengiris” dan membelah, bahkan baja tebal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/ef5dc13586fa31249eefbb5ee8875a0c-ROC_07986_R.jpg)
Seperti benda-benda berbahan vibranium lain, sayap-sayap berteknologi canggih buatan Wakanda itu juga mampu menyerap energi untuk kemudian dipancarkan kembali. Hal itu sangat berguna untuk dipakai sebagai alat pemukul balik serangan musuh.
Meski begitu, berbeda dengan Steve Rogers, Sam tak dibekali suntikan serum Super Soldiers. Serum ”sakti” tersebut dapat membuat tubuh Steve yang dulu kecil dan lemah menjadi perkasa dan berkekuatan melebihi manusia normal. Steve juga dapat dengan cepat pulih dari luka-luka dan memar akibat pertempuran.
Setelah kekalahan dan kematian Thanos pada Avengers: Endgame, para Avengers dikisahkan memilih untuk ”membubarkan diri”. Kondisi seperti itu ternyata membuat perjuangan Sam Wilson justru jadi lebih berat.
Dalam menjalankan tugasnya menjaga keselamatan dan ketenteraman dunia kali ini Wilson dibantu seorang sidekick. Sama seperti dilakukan Steve Rogers, Wilson juga ”mewariskan” statusnya sebagai Falcon ke Joaquin Torres (Danny Ramirez), seorang perwira Angkatan Udara, yang juga pilot pesawat drone.
Duet keduanya langsung berhadapan dengan sebuah insiden internasional yang dipicu sebuah rencana global jahat. Kekacauan itu terjadi menyusul penemuan unsur metal baru, adamantium, yang disebut-sebut jauh lebih kuat dari vibranium milik Wakanda, negara asal Black Panther.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/59cc7aeb88e8835520060807c90c1181-ROC_03204_R2.jpg)
Bagi mereka yang mengikuti kisah X-Men, nama adamantium sangat akrab di telinga. Adamantium adalah metal yang melapisi seluruh tulang dan cakar yang ada di tubuh Wolverine di kisah tersebut. Mengutip laman Screenrant.com, keberadaan adamantium ini sekaligus memperlihatkan betapa kerasnya upaya untuk menjadikan Captain America: The Brave New World (2025) agar bisa masuk ke dalam Semesta Sinametik Marvel (MCU).
Unsur metal adamantium sendiri berasal dan ditambang dari ”bangkai” tubuh makhluk Celestial, Tiamut, yang diceritakan dan muncul pertama kali di film Eternals (2021). Tubuh Tiamut yang membeku dan membatu tersebut diceritakan menjadi wilayah kepulauan, Kepulauan Celestial, yang berada di Samudera Hindia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/a12362f755bbc658f26a3690958f743d-WHO3960_TRL_comp_UPP_v0023.1035.jpg)
Pulau Celestial itulah yang menjadi sumber rebutan banyak negara di dunia. Oleh Presiden Amerika Serikat Thaddeus Ross (Harrison Ford), Captain America diminta bantuannya mengatasi konflik yang telanjur terpicu, terutama antara AS dan Jepang. Ross sendiri ingin adamantium hanya dikuasai oleh AS.
Belakangan diketahui konflik dunia pecah lantaran sengaja dirancang oleh seorang ilmuwan gila, yang sebelumnya bekerja untuk Pemerintah AS, Samuel Sterns (Tim Blake Nelson). Keduanya, Thaddeus Ross dan Sterns, dikisahkan sama-sama pernah berurusan dengan raksasa hijau, Hulk, alterego ilmuwan Bruce Banner, yang juga anggota Avengers.
Hulk Merah
Thaddeus Ross sebelumnya menjabat seorang jenderal angkatan bersenjata AS, yang sangat memusuhi dan bahkan memburu Hulk, sampai-sampai bermusuhan dengan anaknya sendiri, Betty Ross (Liv Tyler). Celakanya Ross malah kemudian dicelakai Sterns, dengan mengubahnya diam-diam menjadi makhluk raksasa beringas, yang justru Ross benci, Hulk.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/9084a2599a50bb1277bf23ef6efae812-ROC_TLR4_Still_UHD_1.1.34.jpeg)
Namun, berbeda dengan Hulk versi Bruce Banner, Ross berubah wujud menjadi Hulk berwarna merah (Red Hulk), yang tubuhnya mengeluarkan radiasi panas. Ross berubah setelah meminum obat buatan Sterns untuk mengatasi kondisi kesehatannya. Namun, obat itu ternyata mengandung kombinasi serum Abomination, salah satu musuh Hulk sesama raksasa hijau, dan darah Bruce Banner, yang mengandung sinar gamma.
Kemunculan Hulk Merah semakin menambah rumit kekacauan global, yang sudah telanjur terjadi. Perang dunia baru bahkan dikhawatirkan bakal terjadi setelah pertempuran yang pecah antara militer AS dan Jepang di Samudra Hindia.
Kekacauan tersebut benar-benar menjadi ”cobaan” besar perdana bagi Captain America. Sam Wilson kalang kabut menghadapi kekuatan Red Hulk yang tak bisa dipandang sebelah mata.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/245fc19d6d52d4d6eeeaff10001c9e0f-ROC_14386_R.jpeg)
Dalam jumpa pers virtual Captain America: Brave New World, Minggu (2/2/2025) dini hari, Sutradara Julius Onah membenarkan tantangan terbesar adalah bagaimana memperkenalkan Captain America baru. Menurut Onah, para penggemar Captain America harus memahami kalau sang superhero, yang sekarang adalah seorang Sam Wilson, ada di posisi itu atas pilihannya sendiri untuk meneruskan perjuangan Captain America.
Namun, dengan kondisi dan keterbatasannya sebagai ”bukan pahlawan super” tadi Sam harus pintar-pintar berimprovisasi. Salah satu modal yang dimiliki Sam hanyalah kesungguhan, kelincahan, serta pengalaman bertempurnya saat terlibat di perang besar melawan Thanos. Selain itu dia juga terbantu teknologi persenjataan, yang dikenakan dan akan digunakannya.
”Dan di situlah (saya melihat) ada peluang untuk sebuah kejutan. Captain America harus benar-benar hebat karena dia harus melakukan gerakan-gerakan yang sangat menyenangkan dan keren, dengan mengandalkan teknologinya terutama dari Wakanda dengan sayap-sayapnya itu,” ujar Onah.
Melalui semua itu Onah sepertinya ingin coba menyampaikan kalau sebenarnya kelebihan Kapten Amerika sekarang lebih pada keteguhan hati dan komitmennya menyelamatkan dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/02/13/67f2cc900380584ea146a22b3b51fcd7-ROC_Trailer_Still_13_R.jpeg)
”Jadi, kekuatan supernya sekarang adalah (kemampuan) empatinya. Saya ingin orang seusai menonton film ini membawa ide di kepala dan terinspirasi soal kekuatan empati tadi,” tambah Onah, sutradara berdarah Nigeria itu.
Boleh jadi keberadaan Captain America bersayap ini bisa menghadirkan babak sekaligus interpretasi baru tentang apa yang dimaksud dengan menjadi sosok pahlawan super. Tak perlu punya kemampuan super untuk bisa menjadi pahlawan bagi dunia.
Cukup kepedulian, empati, dan keyakinan jika dunia masih layak untuk diselamatkan. Hal itulah yang ditawarkan sosok Captain America yang bersayap sekarang.
Penulis:
Wisnu DewabrataEditor:
Dahono FitriantoPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase