Rekor harga penjualan hari ini untuk karya seni oleh robot humanoid menandai momen dalam sejarah seni modern dan kontemporer.
08 Nov 2024 17:23 WIB · Internasional
Oleh Fransisca Romana Ninik W - [email protected]
Sebuah potret ahli matematika Inggris, Alan Turing, menjadi karya seni pertama yang dibuat robot humanoid. Dalam acara lelang, Kamis (7/11/2024), potret itu terjual 1,32 juta dollar AS (sekitar Rp 20,6 miliar).
Potret berjudul ”A.I. God” itu dibuat oleh Ai-Da, robot ultrarealistis pertama di dunia. ”Rekor harga penjualan hari ini untuk karya seni oleh robot humanoid menandai momen dalam sejarah seni modern dan kontemporer, dan merefleksikan persimpangan antara teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pasar seni global,” sebut balai lelang Digital Art Sale Sotheby dalam pernyataan.
Robot Ai-Da, yang berbicara menggunakan AI, mengatakan, ”Nilai kunci karya saya adalah kapasitasnya untuk menjadi katalis bagi dialog tentang teknologi yang baru muncul.”
Ia menambahkan, potret Alan Turing mengundang pemirsa untuk merenungkan tentang sifat AI dan komputasi sambil mempertimbangkan implikasi etis dan sosial dari perkembangan ini.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/07/04/2176cdcd-9d3c-402c-87d1-c2668addb86a_jpg.jpg)
Robot Ai-Da salah satu robot paling canggih di dunia. Ia dirancang untuk menyamai perempuan manusia dengan wajah, mata lebar, dan rambut coklat. Namanya berasal dari Ada Lovelace, pemrogram komputer pertama di dunia dan dirancang oleh Aidan Meller, spesialis seni modern dan kontemporer.
”Seniman terbesar dalam sejarah bergulat dengan periode waktu mereka, dan merayakan serta mempertanyakan perubahan dalam masyarakat. Robot Ai-Da sebagai teknologi adalah seniman yang sempurna saat ini untuk membahas perkembangan teknologi,” kata Meller.
Ai-Da mendapat ide melalui percakapan dengan anggota di studio dan menyarankan pembuatan potret Alan Turing saat diskusi tentang ”AI untuk kebaikan”.
Ia lantas ditanya tentang gaya, warna, konten, dan tekstur yang digunakan, sebelum memakai kamera di matanya untuk melihat foto Alan Turing dan menciptakan lukisan potret.
(AFP)
Penulis:
Fransisca Romana Ninik WEditor:
Bonifasius Josie Susilo H