Pelaku penembakan sudah ditangkap dalam proses pemeriksaan di Polda Sumatera Barat.
22 Nov 2024 09:54 WIB · Kriminalitas
PADANG, KOMPAS — Kejadian penembakan polisi oleh polisi berujung tewas terjadi di Kepolisian Resor Solok Selatan, Sumatera Barat, Jumat (22/11/2024) dini hari. Kasus yang diduga terkait praktik tambang ilegal itu kini ditangani oleh Polda Sumatera Barat.
Kepala Bagian Operasional Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Dadang Iskandar (57) diduga menembak Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Ryanto Ulil Anshar (34) hingga tewas, pukul 00.43 WIB.
Kompas menghubungi Kepala Polres Solok Selatan Ajun Komisaris Besar Arief Mukti untuk menanyakan perihal kejadian itu. Arief membenarkannya.
”Sedang dilaksanakan pemeriksaan di polda,” katanya.
Arief menyebut pelaku penembakan, yakni Dadang, sudah ditangkap. Dadang kini menjalani pemeriksaan di kantor Polda Sumbar. Namun, untuk informasi lebih lanjut, Arief mengarahkan untuk mengonfirmasi kepada Polda Sumbar.
”Semua sudah ditangani polda. Jadi, kalau mau menanyakan itu, silakan langsung ke polda. Sekarang saya dalam perjalanan menuju polda,” ujarnya.
Kompas lalu menghubungi Kepala Polda Sumbar Inspektur Jenderal Suharyono dan Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Komisaris Besar Dwi Sulistyawan untuk konfirmasi. Walakin, panggilan telepon ataupun pertanyaan yang dikirimkan via pesan teks belum direspons hingga tulisan ini dimuat.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/11/26/824cde11-4e9f-48bf-8919-c230ebaffa97_jpg.jpg)
Saya belum paham juga (motifnya) karena masih dalam pemeriksaan.
Insiden bermula saat Satreskrim Polres Solok Selatan menangkap pelaku tambang galian C. Saat menuju polres, Kepala Satreskrim mendapat telepon dari Kabag Ops terkait penangkapan pelaku tambang itu.
Saat tersangka tambang sudah tiba di ruang Satreskrim, penyidik memeriksa tersangka tersebut. Beberapa saat kemudian, personel di ruang Satreskrim mendengar bunyi tembakan dari luar. Ketika diperiksa ke sumber suara, Kepala Satreskrim ditemukan terkena tembakan dan tidak bergerak.
Personel kemudian melihat mobil yang dikendarai Kabag Ops meninggalkan lokasi kejadian. Sementara itu, pada Kepala Satreskrim, personel menemukan dua tembakan di bagian kepala korban, yaitu pelipis kanan dan pipi kanan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2019/11/28/443cec4e-08b9-41fb-aa78-caeb3e104262_jpg.jpg)
Kabag Ops diduga menggunakan senjata api pendek jenis pistol HS: 260139. Saat kejadian penembakan, hanya ada Kabag Ops dan Kepala Satreskrim di lokasi kejadian. Adapun dugaan motifnya karena tidak senang dengan penangkapan yang dilakukan Satreskrim Polres Solok Selatan.
Kompas menanyakan perihal motif tersebut kepada Arief, tetapi ia belum bisa menjelaskan. ”Saya belum paham juga (motifnya) karena masih dalam pemeriksaan,” katanya.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Irma TambunanPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .