Hasil olah tempat kejadian perkara, ditemukan 13 butir selongsong peluru yang terdiri dari tiga jenis kaliber berbeda.
19 Mar 2025 21:13 WIB · Nusantara
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS — Senjata api yang digunakan untuk mengambil nyawa tiga polisi saat penggerebekan judi sabung ayam di Kabupaten Way Kanan, Lampung, belum ditemukan. Saat olah tempat kejadian perkara, polisi hanya menemukan 13 selongsong peluru yang terdiri dari tiga kaliber berbeda.
”Sampai sekarang, kita sedang mencari alat bukti tersebut untuk memperkuat keterangan yang ada. Sehingga, kita nanti tahu benar senjata rakitan atau pabrikan dan sebagainya,” ungkap Panglima Komando Daerah Militer II/Sriwijaya Mayor Jenderal Ujang Darwis saat konferensi pers di Markas Polda Lampung, Rabu (19/3/2025).
Saat ekspose kasus tersebut, polisi menunjukkan sejumlah barang bukti. Di sana, ada 13 selongsong peluru dengan tiga kaliber berbeda.
Tiga selongsong adalah kaliber 7,62 milimeter, delapan selongsong kaliber 5,56 milimeter, dan dua selongsong lainnya berkaliber 9 milimeter. Barang bukti lain adalah hasil otopsi serta pakaian dan barang-barang milik korban.
Terkait temuan itu, kata Ujang, tiga kaliber berbeda itu dapat mengindikasikan ada tiga senjata berbeda yang digunakan untuk menembak. Namun, keberadaan senjata api itu belum ditemukan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/19/69a0048d90e8ebc4b89672c77f7aca22-DSC00691.JPG)
Selain itu, Ujang menyebutkan, dua oknum TNI masih diperiksa di Markas Komando Datasemen Polisi Militer (Denpom) II/3 Lampung. Mereka masih dimintai keterangan.
”Oknum ini statusnya sekarang masih sebagai saksi. Jangan dibilang nanti sebagai tersangka dan sebagainya. Jadi, baru saksi, ya. Kita mintai keterangan,” kata Ujang.
Ia menjelaskan, penetapan tersangka tehadap dua oknum tersebut harus diperkuat bukti-bukti ataupun keterangan sejumlah saksi. ”Untuk bisa ditetapkan sebagai tersangka membutuhkan barang bukti dan saksi-saksi lain yang memperkuat serta nanti dari olah TKP,” ujarnya.
Meski begitu, ia menyebutkan jika hasil penyelidikan ditemukan fakta dan bukti yang kuat, kedua oknum itu akan segara ditetapkan sebagai tersangka. Ia juga berjanji bakal memberikan sanksi hukum tegas jika keduanya terbukti bersalah.
Dua anggota TNI yang diduga berada di lokasi kejadian dan sudah menyerahkan diri adalah Kopral Kepala Basar dan Pembantu Letnan Satu Lubis. Mereka bertugas di Pos Ramil Negara Batin yang berada di wilayah Kodim Way Kanan.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/d528dfbc15d55dd44da605c8649fb578-DSC00620.JPG)
Keduanya menyerahkan diri pada Senin (17/3/2025) malam, saat dijemput tim gabungan dari kodim, korem, dan polisi militer. Setelah itu, mereka langsung dibawa ke Denpom II/3 Lampung.
Sebelumnya diberitakan, tiga polisi tewas saat menggerebek lokasi judi sabung ayam di Kampung Karang Manik, Kecamatan Negara Batin, Kabupaten Way Kanan, Lampung, Senin.
Mereka adalah Kepala Polsek Negara Batin Ajun Komisaris Anumerta Lusiyanto, Bintara Unit Binmas Polsek Negara Batin Ajun Inspektur Dua Anumerta Petrus Apriyanto, dan Bintara Satreskrim Polres Way Kanan, Brigadir Satu Anumerta M Ghalib Surya Ganta.
Sementara itu, Kepala Polda Lampung Inspektur Jenderal Helmy Santika mengatakan, dari hasil otopsi juga ditemukan proyektil pada tubuh setiap anggota polisi.
”Dua proyektil ditemukan di dalam kepala dua orang korban sudah dalam kondisi terpecah-pecah. Satu proyektil ada di dada kapolsek, kondisinya masih utuh,” kata Helmy.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/18/f2ea3dc895bfb6f5a072000dab810652-DSC00640.JPG)
Pada jasad Lusiyanto, ditemukan lubang bekas peluru yang meluncur dari arah depan pada dada bagian kanan. Setelah diotopsi, proyektil peluru itu ditemukan menembus hingga di rongga dada sebelah kiri.
Sementara pada jasad Petrus ditemukan lubang bekas peluru dari arah depan di mata kiri dan proyektil peluru ditemukan di bagian tempurung kepala.
Adapun pada jasad Ghalib, terdapat lubang bekas peluru pada sisi kiri di bibirnya menembus rongga mulut. Saat dilakukan otopsi, proyektil peluru ada di tempurung kepala belakang dan tenggorokan.
Meski begitu, kata Helmy, pihaknya masih menunggu hasil periksaaan metalurgi dan uji balistik di laboratorium forensik untuk mengetahui jenis senjata apa yang digunakan.
”Kita kirim ke Labfor untuk bisa mengetahui Ini ditembakkan menggunakan senjata apa, senjata laras panjang atau laras pendek? Yang kedua, ini ditembakkan dengan merek pabrikan atau rakitan? Ini sedang diperiksa, mohon bersabar,” kata Helmy.
Penulis:
Vina OktaviaEditor:
Cornelius Helmy HerlambangPenyelaras Bahasa:
Apolonius Lase