Kasus Keracunan MBG Kembali Terjadi, Dua Pelajar Kritis di Mamuju

Kasus keracunan menu MBG di Mamuju, Sulawesi Barat, menambah panjang daftar daerah dengan kasus keracunan massal.

25 Sep 2025 10:13 WIB · Kesehatan

Oleh Reny Sri Ayu

MAKASSAR, KOMPAS — Kasus keracunan menu Makanan Bergizi Gratis atau MBG terjadi di Mamuju, Sulawesi Barat. Dari 21 korban, hingga kini dua di antaranya kritis dan sembilan lainnya masih dirawat, sisanya telah pulang ke rumah masing-masing.

Kasus keracunan ini terjadi pada pelajar di tiga sekolah, yaitu SMP Negeri 1 Tapalang, SD Taan Galung, dan SD Dayang Ina. Siswa mengalami keracunan pada Rabu (24/9/2025). Siswa yang mengalami keracunan dibawa ke puskesmas dan rumah sakit sejak Rabu siang hingga malam.

”Ada dua yang kritis dan lainnya masih dirawat. Sepuluh sudah dinyatakan sembuh dan kembali di rumah masing-masing,” kata Kepala Seksi Humas Polresta Mamuju Inspektur Dua Herman Basir, Kamis (25/9/2025).

Herman mengatakan, polisi sudah mengambil sampel sisa makanan dan muntahan siswa yang keracunan. ”Sampel dibawa di laboratorium Balai POM untuk diteliti. Terkait informasi soal saus sambal kedaluwarsa, itu juga masih diteliti sampelnya,” katanya.

Siswa korban keracunan usai menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) menjalani perawatan medis di Posko Penanganan di Kantor Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Selasa (23/9/2025). Berdasarkan data dari posko penanganan hingga Selasa (23/9) pukul 07.00 WIB sebanyak 352 siswa dan orang tua mengalami keracunan yang diduga akibat menyantap hidangan makan bergizi gratis pada (22/9). ANTARA FOTO/Abdan Syakura/nz

Terkait dugaan saus yang kedaluwarsa ini, Kepala SDN Taan Galung Mursalim Angge mengatakan, hal ini telah dikonfirmasi langsung oleh pihak penyedia makanan menu MBG tersebut.

”Sausnya (kedaluwarsa) tetapi tidak semua. Kita sudah konfirmasi ke dapurnya itu. Awalnya dia beli (label expired) 2026. Jadi langsung di penjualnya itu dia (penyedia makanan) ambil semua. Jadi ada yang ikut (saus kedaluwarsa) bulan Februari 2025,” kata Mursalim seperti dikutip Kompas.com, Rabu.

Padahal, sebelumnya, pada Rabu pagi, Gubernur Sulbar Suhardi Duka meninjau langsung pelaksanaan program MBG di SMAN 1 Kalukku.

Dia mengatakan, peninjauan ini dilakukan karena ada berita viral terkait kasus keracunan MBG di beberapa daerah. Ia ingin memastikan kualitas makanan yang diterima siswa di Sulbar tetap aman dan bergizi.

Ia pun mengingatkan agar siswa dan pihak sekolah lebih teliti sebelum mengonsumsi makanan. ”Kalau makanannya basi atau tidak steril, lebih baik jangan dimakan daripada sakit. Saya yakin guru dan kepala sekolah akan memperhatikan hal ini,” katanya.

Tidak dinyana, kasus keracunan menu MBG juga terjadi di Mamuju.

Aparat Kepolisian Resor Banggai Kepulauan memasang garis polisi di salah satu lokasi penyedia Makanan Bergizi Gratis di wilayah ini setelah lebih dari 300 siswa keracunan usai menyantap menu MBG, Rabu (17/9/2025).

Tidak hanya di Sulbar, pekan lalu kasus serupa juga terjadi di Salakan, Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah. Lebih dari 300 pelajar dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit setelah mengalami mual, muntah, dan keram otot dada seusai mengonsumsi paket MBG.

Kepala Kepolisian Resor Bangkep Ajun Komisaris Besar Ronaldus Karurukan mengatakan, penyelidikan penyebab dugaan keracunan masih berjalan. Untuk itu, aparat telah mengamankan sampel makanan dari lokasi penyedia dan memasang garis polisi di area Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sampel makanan itu telah dikirim ke Balai POM Palu untuk diuji laboratorium.

”Kami akan mendalami penyelidikan setelah hasil uji keluar. Prinsipnya, semua akan diungkap secara transparan,” katanya.


Kerabat Kerja

Penulis:

Reny Sri Ayu
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Hibar Himawan