Tiga orang dilaporkan meninggal akibat kebakaran KM Barcelona V. Setelah dievakuasi ke Pulau Gangga, sejumlah korban dibawa ke rumah sakit di Manado.
20 Jul 2025 18:48 WIB · Lingkungan
BALIKPAPAN, KOMPAS — Kebakaran Kapal Motor Barcelona V di perairan Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Minggu (20/7/2025), menyebabkan tiga orang meninggal. Ratusan penumpang lainnya dilaporkan selamat dan dievakuasi ke Minahasa Utara.
Pegawai Kantor Kecamatan Likupang Barat, Kabupaten Minahasa Utara, yang tinggal di Pulau Gangga, Jenly Kadimateng, mengatakan, saat sedang di tepi pantai, dirinya melihat asap hitam mengepul dari kapal di lautan. Ia dan sejumlah warga yang memiliki perahu kemudian beranjak untuk mengevakuasi penumpang.
”Penumpang lebih kurang 200 orang yang dievakuasi di Desa Gangga 1, Kecamatan Likupang Barat. Informasi saat ini ada dua korban meninggal di Desa Gangga 1 dan satu perempuan (meninggal) di Desa Gangga 2. Total korban meninggal yang dievakuasi ke Pulau Gangga ada tiga (orang),” ujar Jenly saat dihubungi Minggu petang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/20/78cb1631de169fc5de38e61334e47fa5-Screenshot_2025_07_20_at_15.35.22.png)
Beberapa penumpang juga dievakuasi ke Desa Serei, Kecamatan Likupang Barat. Hingga pukul 18.00 Wita, berdasarkan informasi yang dihimpun Jenly, penumpang lain dikabarkan selamat dan berhasil dievakuasi sementara ke Pulau Gangga oleh warga.
Setelah diberi pertolongan awal oleh warga, tim gabungan menjemput warga dengan KM Barcelona III, Kapal Basarnas, dan Kapal Perang Republik Indonesia. ”Informasi yang kami himpun, penumpang dievakuasi ke Minahasa Utara,” katanya.
Ia menambahkan, ada satu bayi berusia tiga bulan yang selamat dan dibawa ke Desa Gangga I. Namun, bayi tersebut terpisah dengan ibunya yang dievakuasi ke Desa Serei. ”Sekarang anaknya (bayi tersebut) sudah dibawa ke Desa Serei menggunakan kapal,” ujar Jenly.
Kompas belum mendapat data resmi jumlah penumpang dan korban terkini sampai pukul 18.00 Wita. Tim gabungan masih mendata, mengevakuasi warga, dan memberikan penanganan kesehatan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus menyatakan bahwa hingga Minggu petang, tercatat tiga orang meninggal. Semuanya akan dirujuk ke rumah sakit di Manado. ”Asal api diduga dari kamar 33, tetapi (dugaan) ini masih akan kami pastikan kembali,” ujar Yulius sebagaimana dikutip Kompas.com.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Manado George Leo Mercy Randang mengatakan, pihaknya menerima laporan awal kebakaran KM Barcelona V ini sekitar pukul 14.00 Wita. Saat itu juga, kata dia, tim segera diturunkan untuk mengevakuasi penumpang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/20/3df055ff4123fb6dacfbc9c98e1412e7-Screenshot_2025_07_20_at_15.36.30.png)
Dari sejumlah siaran langsung di media sosial Facebook oleh penumpang yang selamat, bagian atas KM Barcelona V terbakar, mengeluarkan api, dan memunculkan asap hitam pekat. Insiden tersebut terjadi di perairan Pulau Talisei, Minahasa Utara, Sulawesi Utara.
Sejumlah penumpang kemudian keluar kapal dan mengenakan jaket pelampung. Lantaran api dan asap membesar, sejumlah penumpang terlihat langsung melompat ke laut dari atas kapal.
Dalam video terdengar tangisan dan teriakan penumpang. ”Tolong, KM Barcelona V kebakaran. Masih banyak orang di dalam kapal,” kata pemilik akun Facebook Abdul Rahman Agu yang melakukan siaran langsung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/20/dae2f7606962e3be9e097f07a3e8f38e-antarafoto_km_barcelona_5_terbakar_di_perairan_sulut_1753014788.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/07/20/ad6cf692bccc8c954de8a77e079e84f3-antarafoto_km_barcelona_5_terbakar_di_perairan_sulut_1753016912.jpg)
Penulis:
Sucipto .Editor:
Mukhamad KurniawanPenyelaras Bahasa:
Retma Wati