Pada masa libur Lebaran, konsumsi BBM dan elpiji di Jateng diperkirakan naik. Kendati demikian, ketahanan stok yang ada diklaim cukup.
20 Mar 2025 20:21 WIB · Nusantara
BATANG, KOMPAS — Konsumsi bahan bakar minyak dan elpiji di Jawa Tengah diperkirakan naik hingga 20 persen selama masa libur Lebaran 2025. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia memastikan, stoknya cukup memenuhi kebutuhan di Jateng, lebih dari 20 hari ke depan.
Hal itu dikatakan Bahlil di tempat istirahat di Kilometer 379 A jalan tol ruas Semarang-Batang, Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Kamis (20/3/2025). Sebelum ke Jateng, Bahlil menyebut, sudah meninjau ketahanan stok BBM dan elpiji di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta.
”Ketahanan nasional untuk BBM, gas, dan batubara mencapai 21-31 hari. Jadi, secara stok tidak ada masalah, over all clear,” kata Bahlil.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/f6188e7833aedf1c2bddd1a602465c83-DSC04344.JPG)
Selain memastikan stok BBM dan elpiji, Bahlil juga meninjau pengecekan kualitas BBM di stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) tempat istirahat tersebut. Berdasarkan hasil pengecekan, kualitas BBM jenis Pertamax maupun Pertalite di SPBU itu disebut sesuai spesifikasi.
”Kami bekerja sama dengan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) serta Pertamina, secara kontinu mengecek kualitas BBM agar masyarakat atau konsumen itu mendapat kepastian terhadap kualitasnya. Jadi, antara harga yang diberikan Pertamina sesuai dengan kualitas barang yang didapatkan masyarakat,” ujar Bahlil.
Area Manager Communication, Relations, and Corporate Social Responsibility Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufiq Kurniawan menuturkan, normalnya, konsumsi harian bensin, baik Pertalite maupun Pertamax di Jateng sekitar 21.300 kiloliter per hari. Saat libur Lebaran, kebutuhannya diperkirakan naik hampir 20 persen atau menjadi sekitar 25.500 kiloliter per hari.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/7dd95e70981f6ccb2f601018bcd08193-DSC04317.JPG)
Sebaliknya, seiring pembatasan operasional kendaraan angkutan barang serta berhentinya aktivitas industri di masa libur Lebaran 2025, kebutuhan solar diperkirakan turun hingga 14 persen, menjadi sekitar 4.473 kiloliter per hari. Normalnya, konsumsi harian solar sekitar 5.200 kiloliter per hari.
Menurut Taufiq, kenaikan kebutuhan juga diprediksi terjadi pada elpiji. Pada masa libur Lebaran 2025 kenaikan konsumsi elpiji di Jateng diperkirakan mencapai 8,5 persen dari rata-rata konsumsi harian sekitar 3.700 metrik ton per hari.
Kendati kebutuhan BBM dan elpiji naik, masyarakat diminta tidak khawatir. Pertamina mengklaim memiliki ketahanan stok bensin, solar, maupun elpiji yang memadai.
”Ketahanan stok bensin 13 kali lipat konsumsi normal, stok solar 20 kali lipat konsumsi normal, dan elpiji 3,5 kali lipat konsumsi normal,” ucapnya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/04380e5f1a3714697d3fb0b34866bc44-IMG_1577.JPG)
Tak hanya memastikan kesiapan BBM maupun elpiji, Pertamina juga menyiapkan layanan ekstra kepada masyarakat selama libur Lebaran 2025. Sebanyak 990 agen elpiji dan 254 SPBU di sepanjang jalur mudik diminta beroperasi selama 24 jam.
Penyediaan SPBU portable bakal dilakukan Pertamina di sejumlah tempat istirahat yang tidak ada SPBU-nya. Sejumlah motoris atau petugas SPBU yang ditugaskan berkeliling menggunakan sepeda motor untuk melayani pemudik saat lalu lintas padat juga disiagakan.
”Kami juga menyiagakan mobile storage untuk memangkas jarak suplai dan waktu suplai. Jadi, dia kami siagakan kendaraan pengangkut BBM dan elpiji itu di titik-titik tengah atau titik-titik rawan kemacetan supaya tidak kelamaan menunggu suplai dari supply point,” kata Taufiq.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/8923d544d0556809a2fae7853e28f22e-IMG_1568.JPG)
Sejumlah infastruktur penunjang kendaraan listrik juga dicek kesiapannya pada Kamis. Bahlil menyebut, di sepanjang jalur mudik di Jateng ada 307 unit stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).
”Jumlah ini meningkat sekitar 6-7 kali lipat dibandingkan sebelumnya. SPKLU akan dijaga 1.760 petugas,” ucap Bahlil.
Penambahan jumlah SPKLU di jalur mudik dinilai Bahlil menjadi sebuah keniscayaan. Sebab, jumlah pengguna kendaraan listrik juga terus bertambah dari waktu ke waktu.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/20/7c98d2955f3ecded2f2dbb33cf57d31d-DSC04265.JPG)
Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo menyebut, SPKLU tidak hanya disiapkan di jalur tol, tetapi juga di Pantura. Dengan demikian, pemudik yang nantinya memilih untuk melintasi jalur pantura tetap bisa mendapatkan layanan pengisian daya.
”Selain itu, PLN juga menyiapkan SPKLU Mobile untuk membantu kendaraan listrik yang mengalami kendala di jalan. Masyarakat bisa mengakses layanan itu melalui aplikasi PLN Mobile atau nomor call center 08731112123,” ujarnya.
Penulis:
Kristi Dwi UtamiEditor:
Cornelius Helmy Herlambang