Kecelakaan Beruntun di Slipi akibat Truk Tronton Mengalami Rem Blong

Kecelakaan beruntun terjadi di kawasan Slipi, Jakarta Barat. Penyebabnya adalah sebuah truk tronton yang diduga mengalami rem blong. Akibatnya, satu orang tewas.

26 Nov 2024 11:03 WIB · Metro

Oleh Rhama Purna Jati

JAKARTA, KOMPAS — Sebuah truk tronton menabrak setidaknya tujuh kendaraan di kawasan Slipi Petamburan, Jakarta Barat, Selasa (26/11/2024) pukul 06.47 WIB. Akibat kecelakaan ini, satu orang tewas dan tiga lainnya luka berat. 

Kepala Seksi Laka Lantas Subdirektorat Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Komisaris Diella Kartika Artha, Rabu (26/11/2024), mengatakan, sampai saat ini proses evakuasi masih berlangsung. Dari data awal yang diperoleh, kecelakaan ini disebabkan oleh truk tronton yang mengalami rem blong dan akhirnya menabrak kendaraan yang ada di depannya. 

”Total ada delapan kendaraan yang terlibat kecelakaan. Satu unit truk tronton, enam unit kendaraan roda dua, dan satu unit kendaraan roda empat,” kata Diella. 

Situasi lalu lintas di kawasan Slipi, Jakarta Barat, Selasa (26/11/2024) pada pukul 10.30 WIB. Sebelumnya, di kawasan ini terjadi kecelakaan beruntun yang mengakibatkan satu orang  tewas.

Akibat kecelakaan tersebut, satu pengendara motor tewas, tiga orang luka berat, dan satu orang luka ringan. Mengutip dari laman TMC Polda Metro Jaya, beberapa kendaraan terlibat tabrakan. 

Bahkan, beberapa sepeda motor tergilas tronton dan mobil. Kecelakaan juga sempat membuat arus lalu lintas tersendat. 

Kecelakaan yang melibatkan truk bertonase berat kerap terjadi. Dalam tiga bulan terakhir, kecelakaan fatal melibatkan truk bertonase berat terjadi di wilayah Jabodetabek.  

Pada Rabu (4/9/2024) sore, kecelakaan beruntun terjadi di Jalan Plumpang, Semper, Jakarta Utara. Dugaan sementara, peristiwa ini disebabkan pengemudi truk pengangkut bahan bakar minyak mengalami serangan jantung. Akibat kondisi sopir, truk kehilangan kendali dan menabrak beberapa kendaraan bermotor di depannya. Dilaporkan ada tiga korban tewas dan lima orang lainnya terluka dalam kejadian ini.

Kecelakaan tersebut tepatnya terjadi pada Rabu (4/9/2024) sekitar pukul 16.00 WIB. Kala itu, sebuah truk tangki bermuatan BBM bertabrakan dengan sejumlah kendaraan bermotor pribadi di Jalan Raya Plumpang, di depan Halte Walang. Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, beberapa kendaraan terlihat rusak dan tampak korban kecelakaan tergeletak di tengah jalan.

Quote

Tidak hanya kondisi kendaraan, pengemudi pun harus dipastikan sudah siap berkendara.

Kepadatan lalu lintas kendaraan dari arah jembatan layang Slipi menuju Tanah Abang, Jakarta Pusat, saat jam masuk kerja, Senin (3/8/2020). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menerapkan kebijakan ganjil-genap kendaraan di 25 ruas jalan untuk membatasi pergerakan warga di tengah pandemi Covid-19. Selama tiga hari pertama belum akan dilakukan penilangan terhadap pelanggar kebijakan ganjil-genap.KOMPAS/RADITYA HELABUMI03-08-2020

Selanjutnya, pada Kamis (31/10/2024), sebuah truk kontainer yang dikemudikan secara ugal-ugalan di Kota Tangerang mengakibatkan kecelakaan beruntun dan menimbulkan banyak korban luka. Kepala Kepolisian Resor Metro Tangerang Kota Komisaris Besar Zain Dwi Nugroho mengatakan, data sementara ada enam orang luka akibat kecelakaan lalu lintas tersebut. Dari total korban itu, empat pengendara di antaranya sepeda motor, satu pengemudi mobil, dan satu orang pejalan kaki akibat peristiwa itu.

Sebelumnya, Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan mengatakan, kejadian kecelakaan beruntun yang melibatkan truk disebabkan oleh beragam faktor. Pertama, rendahnya kesadaran masyarakat untuk berkendara secara tertib dan mengedepankan keselamatan.

”Tidak hanya kondisi kendaraan, pengemudi pun harus dipastikan sudah siap berkendara,” katanya.

Dari kecelakaan yang kerap terjadi tersebut, sudah saatnya polisi, pemerintah daerah setempat, dan pihak swasta terkait memberikan edukasi secara menyeluruh kepada masyarakat tentang berlalu lintas aman. Perlu pula membentuk komunitas untuk menumbuhkan kesadaran agar pengguna jalan lebih berhati-hati.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rhama Purna Jati
 | 

Editor:

Maria Susy Berindra
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra