Kecelakaan Gerbang Tol Ciawi Tewaskan 8 Orang, Diduga Rem Truk Tidak Berfungsi

Kecelakaan beruntun yang melibatkan tujuh kendaraan di Gerbang Tol Ciawi, Bogor pada Selasa (4/2/2025) malam diduga dipicu kegagalan fungsi rem sebuah truk tronton.

05 Feb 2025 07:59 WIB · Metro

Oleh Fabio Maria Lopes Costa

BANDUNG, KOMPAS — Kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (4/2/2025) malam menewaskan 8 orang tewas dan 11 luka-luka. Dugaan sementara terjadi kegagalan fungsi rem truk tronton yang memicu terjadinya kecelakaan.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Jules Abast pada Rabu (5/2/2025) mengatakan, kecelakaan melibatkan tujuh kendaraan. Para korban tewas dan luka-luka telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Ciawi.

Adapun kejadian tersebut dipicu sebuah truk tronton yang mengangkut galon dari arah Sukabumi menuju Jakarta melaju dan menghantam deretan kendaraan yang mengantre di gerbang untuk pembayaran transaksi tol.

Suasana pascakecelakaan beruntun di Gerbang Tol Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (5/2/2025). Kecelakaan berawal dari truk bermuatan air mineral yang diduga mengalami rem blong kemudian menabrak mobil yang mengantre di pembayaran tol pada Selasa (4/2/2025) pukul 23.30 WIB. Sebanyak 8 orang meninggal dunia dan 9 orang luka ringan dan berat yang dirawat di RSUD Ciawi.  Dua gerbang tol masih ditutup dan tiga gerbang tol lainnya dari Ciawi arah Jakarta sudah dibuka.

KOMPAS/AGUS SUSANTO
5-2-2025

”Saat ini seluruh kendaraan dan para korban tewas serta luka-luka telah dievakuasi dari lokasi kejadian. Kami menerjunkan tim dari Ditlantas Polda Jabar untuk membantu pihak kepolisian setempat,” kata Jules.

Ia mengatakan, aparat kepolisian masih menyelidiki pemicu terjadi kecelakaan naas tersebut. Namun dugaan sementara  terjadi kegagalan fungsi rem dari kendaraan truk tronton tersebut.

”Penyelidikan kasus ini akan menggunakan metode Traffic Accident Analysis (TAA) Upaya ini dapat mengetahui pemicu terjadinya kecelakaan,” tuturnya.  

Adapun identitas para korban luka-luka adalah Bendi Wijaya, Dany Nursamsu, Ary Nurharom Sukanta, Wahyudin, Nurdin Ahyani, Yogi Satrio, Yosep Irawan, Dasep Naseh, Sugiarti dan Ryujia Adriana.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Jules Abast.

”Sementara untuk data identitas delapan korban tewas masih dalam proses identifikasi di rumah sakit,” tambah Jules.  

Pengamat transportasi dari ITB lainnya, Sony Sulaksono, juga berpendapat, kecelakaan truk yang sering terjadi merupakan muara dari buruknya tata kelola angkutan barang di Indonesia.

Menurut Sony, masalah ini terus berulang karena faktor pengujian kendaraan yang tidak berjalan rutin dan adanya indikasi pembiaran truk dengan angkutan yang melebihi kapasitas muatannya oleh pihak yang berwenang.

”Seharusnya pihak yang bertanggung jawab dalam setiap kecelakaan kendaraan angkutan barang tidak hanya sopir. Pengusaha kendaraan dan barang serta regulator yang tidak bekerja optimal juga perlu diproses hukum,” tegasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Ahmad Yani mengatakan, kecelakaan itu masih didalami pemicunya.

”Tim dari Kemenhub diterjunkan ke lokasi kejadian untuk mengumpulkan bukti dan informasi yang diperlukan, ” ujarnya dalam keterangan pers.


Kerabat Kerja

Penulis:

Fabio Maria Lopes Costa
 | 

Editor:

Rini Kustiasih
 | 

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari