Kecelakaan Truk Terus Terjadi

Banyak faktor yang berkontribusi pada terjadinya kecelakaan, tetapi sopir selalu disalahkan.

07 Feb 2025 11:20 WIB · Opini

Oleh Samesto Nitisastro

Peristiwa kecelakaan truk dan sejenisnya yang terus terjadi dan memakan korban jiwa serta materi sepertinya kurang mendapatkan perhatian yang serius dari pihak otoritas. Pengemudi selalu disalahkan. Padahal, banyak faktor yang berkontribusi pada terjadinya kecelakaan.

Untuk mengurangi dan bahkan menghilangkan kecelakaan, ada beberapa hal yang harus dilakukan.

Pertama, kemampuan dan keterampilan pengemudi harus selalu diuji kembali. Status kepegawaian pengemudi harus diperhatikan. Banyak dari mereka bukan karyawan tetap perusahaan pemilik armada truk. Pengemudi bekerja melewati batas waktu, mengejar uang tambahan. Masalah kesehatan diabaikan, perusahaan tidak menanggung biaya kesehatan.

Kedua, karena pertimbangan menekan biaya, banyak perusahaan melakukan perawatan armada truk tanpa memperhatikan dan mematuhi panduan yang dikeluarkan pabrik. Termasuk tidak melakukan perawatan berkala yang sudah ditentukan waktunya oleh pabrik. Paling fatal, tenaga mekanik perawatan dan perbaikan armada truk kebanyakan bukan mekanik terdidik. Apa yang mereka kerjakan tidak sesuai dengan standar kualitas dan keselamatan.

Ketiga, pemeriksaan secara berkala oleh dinas perhubungan untuk memastikan kelayakan armada truk seharusnya dilakukan dengan ”serius” dan tidak basa-basi karena yang penting pengusaha sudah membayar retribusi pemeriksaan, ditambah dengan uang tahu sama tahu.

Keempat, para pengusaha armada truk seharusnya bersikap profesional dengan memperlakukan para pengemudi secara manusiawi karena mereka aset perusahaan yang memberikan kontribusi besar. Siapkan bantuan dan perlindungan apabila terjadi sesuatu hal, seperti kecelakaan. Tidak lepas tanggung jawab. Beri mereka status kepegawaian yang jelas, diikutsertakan pada program BPJS.

Kelima, dinas perhubungan bekerja sama dengan polisi lalu lintas melakukan razia rutin di jalanan umum terhadap truk-truk yang sedang beroperasi. Selain memeriksa kelengkapan dokumen dan kondisi pengemudi, pastikan untuk melakukan tindakan tegas apabila ada kendaraan yang tidak layak. Tidak ada lagi ”salam tempel” agar kendaraan bisa lolos.

Keenam, ada baiknya diberlakukan kembali jadwal operasional truk-truk dan yang sejenis.

Ketujuh, audit secara berkala oleh ”auditor independen” terhadap perusahaan-perusahaan pemilik armada truk untuk memastikan semua peraturan yang dikeluarkan otoritas dipatuhi dengan baik.

Samesto Nitisastro

Perumahan Pesona Khayangan, Depok


Kerabat Kerja

Penulis:

Samesto Nitisastro
 | 

Editor:

Yohanes Krisnawan
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nur Adji