Kecerdikan Szoboszlai Lambungkan Liverpool

Liverpool memetik kemenangan penting atas Marseille. Kecerdikan Dominik Szoboszlai dalam mengambil tendangan bebas berperan dalam memecah kebuntuan di awal laga.

22 Jan 2026 06:37 WIB · Olahraga

AFP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

MARSEILLE, KAMIS — Tanpa gol tendangan bebas cerdik Dominik Szoboszlai, bisa jadi tidak ada kemenangan 3-0 Liverpool atas Marseille. Gol Szoboszlai menjadi pintu masuk poin penuh bagi Liverpool. Hasil ini melambungkan asa ”Si Merah”  finis di posisi delapan besar klasemen Liga Champions Eropa.

Liverpool sangat membutuhkan hasil positif dari lawatan ke markas Marseille di Stadion Orange Velodrome. Lima laga terakhir dilalui Liverpool hanya dengan satu kemenangan dan empat hasil imbang. Apalagi, kepercayaan diri para pemain belum sepenuhnya pulih menyusul hasil imbang 1-1 melawan tim papan bawah Burnley dalam lanjutan Liga Inggris pekan lalu.

Hasil buruk itu coba dilupakan Liverpool saat menantang Marseille. Memulai laga dengan mendominasi serangan, gejala keterbatasan produktivitas gol membayangi Liverpool. Melakukan 14 sentuhan di kotak penalti lawan, nyaris tidak ada peluang berbahaya yang mampu diciptakan pasukan Arne Slot. 

Marseille di bawah arahan Roberto de Zerbi merupakan tim paling produktif di Liga Perancis dengan 2,3 gol per laga. Catatan itu bahkan melampaui Paris Saint-Germain yang merupakan juara bertahan Liga Perancis dan Liga Champions. Sadar Marseille bakal mengambil inisiatif menyerang, Slot menginstruksikan para pemainnya untuk naik menekan.

Gelandang Liverpool Dominik, Szoboszlai (tengah), merayakan gol ke gawang Marseille pada laga Liga Champions di Marseille, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB.

Ide menyerang Liverpool sejak awal laga adalah mencuri gol cepat. Slot tahu gol cepat akan menggoyahkan stabilitas permainan Marseille. Untuk itu, para pemain depan Liverpool segera menekan ketika Marseille mulai membangun serangan dari bawah. Pendekatan ini juga bertujuan merebut bola secepat mungkin ketika lawan belum sempat membentuk formasi bertahan.

”Selalu sulit bermain melawan tim De Zerbi karena jika Anda tidak bermain menyerang, mereka dapat membangun serangan dengan mudah. ​​Mereka terus bermain dan mengambil risiko. Kami memanfaatkan ruang dengan baik dan saya pikir performa kami bagus,” kata kapten Liverpool, Virgil van Dijk, seusai laga, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB.

Dari skema itu total ada lima tendangan yang bisa diciptakan Liverpool. Hanya saja, dari kelima tendangan itu, hanya satu yang tepat sasaran. Tembakan tepat sasaran itu pun terwujud dari eksekusi tendangan bebas Dominik Szoboszlai, bukan dari skema permainan terbuka. Satu-satunya tembakan tepat sasaran pada babak pertama itu justru ”memancing” gol-gol lainnya yang mewarnai kemenangan telak Liverpool.

Szoboszlai memilih menembak secara rendah melewati bawah tembok pagar Marseille. Ia membangun reputasi sebagai pemain dengan tendangan bebas jarak jauh yang berbahaya saat mengalahkan Arsenal Agustus tahun lalu. 

Reputasi itu masih terasa yang membuat para pemain Marseille yakin Szoboszlai akan melepaskan tendangan keras melengkung. Buktinya tidak ada pemain yang berbaring untuk mengantisipasi bola meluncur dari bawah. Szoboszlai mengambil keuntungan dari prasangka itu dengan melepaskan tendangan bebas mendatar yang gagal diantisipasi dengan baik oleh kiper Geronimo Rulli.

France Champions League Soccer

Szoboszlai merayakan golnya dengan menunjuk ke arah kepala. Gelandang asal Hongaria itu seakan hendak mengatakan bahwa kecerdikan berperan besar pada gol pembuka Liverpool. ”Saya sudah melakukan riset dan diberi tahu bahwa jika tidak ada pemain yang berbaring, maka saya bisa menendang bola di bawah tembok pertahanan. Saya mencobanya dan berhasil,” kata Szoboszlai.

Gol tendangan bebas itu mendorong Marseille lebih gencar menekan pada babak kedua untuk mengatasi ketertinggalan. Situasi seperti inilah yang justru diharapkan Liverpool. Saat Marseille berambisi mencetak gol penyeimbang, Liverpool melawannya dengan permainan menekan. Ada banyak celah di lini pertahanan Marseille yang telah berfokus pada serangan.

Momentum emas itu akhirnya terwujud oleh kerja keras Jeremie Frimpong dalam melakukan penetrasi yang membuat Rulli mencetak gol bunuh diri. 

Kekuatan Frimpong dalam duel memperebutkan bola membuatnya berhasil melewati penjagaan. Frimpong bermaksud melepaskan umpan silang, tetapi bola mengenai kaki Rulli dan membelokkan arah bola ke dalam gawang. 

Gol kedua Liverpool itu mengikis semangat juang para pemain Marseille. Mereka relatif tidak mampu menciptakan banyak peluang berbahaya. Liverpool sudah mengatur agar serangan Marseille tidak bermula dari area tengah lapangan. Caranya dengan menumpuk pemain di area tengah sehingga para pemain Marseille didikte untuk mengarahkan serangan dari sisi sayap kanan yang diisi Mason Greenwood.

Penyerang Liverpool, Cody Gakpo, mencetak gol ke gawang Marseille pada laga Liga Champions di Marseille, Kamis (22/1/2026) dini hari WIB.

Upaya perlawanan Marseille juga patah berkat kerja keras Ryan Gravenberch yang bertugas sebagai gelandang bertahan. Pemain asal Belanda itu menjalankan perannya dengan sangat baik. Sepanjang laga ia menjadi benteng kokoh yang melindungi empat bek Liverpool. Gravenberch sulit dilewati lawan yang tecermin dari statistik yang menjadikannya pemain paling banyak memenangi duel perebutan bola, yakni sembilan kali.

Selain piawai dalam bertahan, Gravenberch juga berkontribusi memberikan asis dalam gol ketiga Liverpool yang dilesakkan Cody Gakpo. ”Kami seharusnya bisa bermain lebih baik dalam serangan balik. Kami sangat positif dalam penguasaan bola. Kami mencetak tiga gol dan semua orang akan lebih positif daripada ketika kami menciptakan lima peluang, tetapi hanya mencetak satu gol,” ujar Slot.

Berkat tambahan tiga poin, Liverpool naik ke peringkat keempat klasemen sementara fase liga Liga Champions dengan koleksi 15 poin. Kemenangan ini pun membuat peluang Si Merah finis di posisi delapan besar menguat. Dengan sisa satu pertandingan lagi pada fase liga, Liverpool diprediksi tidak akan menemui kesulitan saat melawan Qarabag pada laga terakhir. (BBC)


Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Didik Durianto