Kembalinya duo Saka dan Odegaard menghidupkan asa juara Arsenal yang sempat mati suri. Sisi kanan ”Si Meriam” yang belakangan redup mulai bersinar lagi.
24 Nov 2024 05:29 WIB · Olahraga
LONDON, SABTU — Tidak ada yang merindukan gelandang Arsenal, Martin Odegaard, lebih dari Bukayo Saka. Itu terbukti dalam kemenangan Arsenal atas Nottingham Forest. Saka kembali mencapai puncak performa dalam penampilan pertama Odegaard di kandang seusai cedera panjang.
Arsenal kembali ke jalur kemenangan setelah menaklukkan Forest 3-0 di Stadion Emirates pada Sabtu (23/11/2024) malam WIB. Itu adalah kemenangan pertama ”Si Meriam” di Liga Inggris sejak awal Oktober. Terima kasih kepada Saka yang menyumbang satu gol dan satu asis.
Saka menghantui sisi kiri pertahanan lawan selama 83 menit bermain. Selain mencetak gol pembuka dan menyuplai gol kedua, dia menjadi titik tumpu serangan Arsenal. Lihat saja statistik. Jumlah tembakan (6) dan sentuhan di kotak penalti (13) dari Saka setara dengan total seluruh pemain Forest.
Manajer Arsenal Mikel Arteta memuji Saka, terutama soal ketenangan saat berada di kotak penalti. Namun, Arteta memperlihatkan konteks lebih luas saat konferensi pers seusai laga. Ditanya tentang permainan timnya yang kembali mengalir, dia menunjuk Odegaard.
Arsenal kehilangan jati diri sejak awal musim. Mereka yang terkenal dengan gaya ofensif nan mengalir berubah jadi kaku dan pragmatis. Terutama dua bulan terakhir, bertepatan ketika Odegaard cedera. ”Bukan kebetulan. Tim ini mengalir dengan cara berbeda saat dia (Odegaard) bermain,” kata Arteta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/24/337d5686dd46209b3924f26b63cecbd7-AFP_36N64QB.jpg)
Saka yang ”menghilang” beberapa laga terakhir, sangat merindukan sosok Odegaard. Sang gelandang selalu bermain sedikit condong ke sisi kanan, area operasi Saka. Mereka sering menciptakan kombinasi umpan pendek dan saling membuka ruang untuk satu sama lain.
Kombinasi duo Si Meriam bisa dilihat dalam gol pertama Arsenal. Odegaard memberikan asis dengan jadi pemantul bola untuk Saka. Saka mengumpan ke Odegaard dari sisi sayap lalu langsung mencari ruang di kotak penalti. Saka menerima kembali bola dan mengeksekusi sendiri.
”Itulah chemistry. Terkadang Anda bertemu seseorang, saling menatap dan semua mengalir. Mereka punya koneksi itu di dalam dan luar lapangan. Ketika menaruh mereka bersama di posisi yang tepat, semua akan berkembang secara alami. Kami beruntung memiliki mereka,” puji Arteta.
Selama tanpa Odegaard, Arsenal tetap mengandalkan serangan dari sisi kanan. Namun, Saka seperti bertarung sendiri karena tidak ada yang mengisi peran Odegaard sebagai fasilitator dan pembuka ruang. Serangan di sisi itu minim varisasi. Saka sering frustasi dan memaksakan umpan silang.
Menurut mantan pemain Liga Inggris era 1980-an, Pat Nevin, peluang Arsenal untuk bersaing juara masih sangat terbuka bersama duo tersebut. ”Mereka (Odegaard dan Saka) melebihi siapa pun di laga ini. Sangat menyenangkan untuk ditonton. Sepertinya Arsenal telah kembali,” ujarnya kepada BBC Sport.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/24/96ab6ae3ff31dd2934ad992c95240cf8-AFP_36N76XT.jpg)
Saka sudah menciptakan empat gol dan delapan asis untuk Arsenal di liga. Hanya penyerang Liverpool, Mohamed Salah, yang melampaui total kontribusi gol tersebut. Arsenal bergantung kepada Saka, sementara Saka membutuhkan Odegaard. Artinya, Odegaard sangat vital untuk Si Meriam.
Keputusan menarik dibuat Arteta dalam laga pertama setelah jeda internasional itu. Sang manajer merotasi skuad besar-besaran. Empat pemain inti dicadangkan, yaitu Declan Rice, Gabriel Martinelli, Kai Havertz, dan Thomas Partey. Hanya Partey yang kemudian masuk dari bangku cadangan.
Arteta berupaya melakukan penyegaran. Pemain yang lebih banyak duduk di bangku cadangan sejak awal musim, seperti Gabriel Jesus dan Jorginho, diberikan kesempatan. Hasilnya cukup positif. Mereka memberikan nilai tambah dari sisi ofensif untuk Arsenal yang dominan sepanjang laga.
”Anda tidak memainkan Declan, Martinelli, dan Havertz. Pasti ada pertanyaan, apakah itu benar atau salah? Namun, saya berpikir keputusan itu yang terbaik. Semua pemain di tim ini harus merasa penting dan dibutuhkan. Saya mempercayai semuanya karena sudah berlatih luar biasa,” jelas Arteta.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/24/0a7e083128022352878c46b61797855f-732242711a4b44468a55e56f24dcbceb_0_16d4ece4e7bb4e348c5217a0bcaedd60.jpg)
Forest yang sempat mengejutkan pada sepuluh pekan awal dengan berada di posisi empat besar mulai kehilangan ritme. Mereka gagal mengantisipasi tekanan garis pertahanan tinggi tim tuan rumah. Permainan tim asuhan Nuno Espirito Santo itu tidak berkembang dan gagal menghasilkan satu pun tembakan tepat sasaran.
Santo menyoroti pertahanan timnya yang begitu mudah ditembus. Terakhir kali berlaga, mereka juga kemasukan tiga gol dari Newcastle United. ”Ini bukan performa yang baik. Kami kekurangan di semua aspek permainan, terutama di pertahanan. Kami patut khawatir,” tutur Santo. (AP/REUTERS)
Penulis:
Kelvin HianusaEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan