Kejuaraan Dunia, Lifter Indonesia Akan Unjuk Kekuatan di Kelas Baru

Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 juga jadi ajang mengukur kekuatan lawan dan memetakan persaingan, baik untuk SEA Games maupun Olimpiade.

26 Sep 2025 19:50 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

JAKARTA, KOMPAS — Tim angkat besi Indonesia akan tampil perdana dengan kategori berat badan baru pada level dunia di Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025. Tak hanya untuk mengukur kualitas diri sendiri, partisipasi ini juga menjadi momentum melihat kekuatan lawan serta memetakan persaingan di SEA Games dan Olimpiade.

Indonesia mengirim masing-masing lima lifter putra dan putri ke Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 yang digelar di Forde, Norwegia, 2-10 Oktober. Mereka bersaing di tujuh kategori berat badan.

Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 merupakan ajang level dunia pertama yang melombakan kategori berat badan baru. Per Juni, IWF (Federasi Angkat Besi Internasional) menerapkan kelas baru yang terdiri dari 60 kilogram, 65 kg, 71 kg, 79 kg, 88 kg, 98 kg, 110 kg, dan +110 kg pada sektor putra dan 48 kg, 53 kg, 58 kg, 63 kg, 69 kg, 77 kg, 86 kg, dan +86 kg pada sektor putri.

Sejak penerapan kategori baru itu, kompetisi IWF yang menggunakan kelas tersebut baru ajang kontinental yunior dan remaja. Selain itu, ada Kejuaraan Commonwealth untuk negara-negara persemakmuran Inggris.

Para lifter senior (berdiri) dan lifter yunior (duduk) berfoto bersama saat pelepasan untuk Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di Forde, Norwegia, dan Asian Youth Games 2025 Bahrain, di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Jumat (26/9/2025)

”Kami tidak menargetkan yang muluk-muluk untuk Kejuaraan Dunia karena ini kelas baru. Kita saling ’intai’ kekuatan masing-masing, memetakan kekuatan,” kata Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia Djoko Pramono saat pelepasan atlet di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Jumat (26/9/2025).

Djoko menambahkan, dari persaingan di Kejuaraan Dunia juga akan terbaca persaingan di level Asia Tenggara dan Asia. Dengan catatan, negara-negara Asia Tenggara dan Asia lain juga mengeluarkan lifter-lifternya di Kejuaraan Dunia.

Alhasil, persaingan di Kejuaraan Dunia akan menjadi gambaran awal persaingan untuk SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Yang terpenting, kata Djoko, para lifter Indonesia juga bisa mengukur kualitas di kelas yang baru.

Dari kategori putra, lifter peraih emas Olimpiade Paris 2024, Rizki Juniansyah, bersaing di kelas yang sama dengan lifter peraih perunggu Olimpiade Tokyo 2020, Rahmat Erwin Abdullah. Mereka tampil di kelas 79 kilogram.

Lifter veteran, Eko Yuli Irawan, hadir saat pelepasan kontingen untuk Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di Forde, Norwegia, dan Asian Youth Games 2025 Bahrain, di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Jumat (26/9/2025)

Lifter peraih empat medali Olimpiade, Eko Yuli Irawan, juga akan bersaing dengan sesama lifter Indonesia sekaligus yuniornya, Leonardo Geovani Adventino. Mereka ”bertarung” di kelas 65 kg. Adapun satu lifter putra lainnya, Ardaraya, tampil di kelas 71 kg.

Pada sektor putri, Juliana Klarisa dan Basilia Bamerop turun di kelas 53 kg. Adapun Natasya Beteyob di kelas 58 kg, Nadita Aprilia 63 kg, dan Indah Afriza 69 kg.

”Ini, kan, pertama kalinya saya tampil di kelas baru. Meskipun terpaut cuma satu kilogram dari kelas sebelumnya, tetap saja persaingan bisa berubah. Jadi, di Kejuaraan Dunia, saya ingin ukur kemampuan sekaligus lihat lawan,” kata Natasya, yang sebelumnya turun di kelas 59 kg.

Selain Kejuaraan Dunia, para lifter Indonesia juga akan bersaing di Asian Youth Games Bahrain 2025, 22-31 Oktober. Indonesia mengirim tujuh lifter remaja yang terdiri dari tiga lifter putra dan empat lifter putri.

Para lifter yunior (duduk) hadir dalam acara pelepasan kontingen untuk Kejuaraan Dunia Angkat Besi 2025 di Forde, Norwegia, dan Asian Youth Games 2025 Bahrain, di pemusatan latihan nasional angkat besi di Mess Kwini, Jakarta, Jumat (26/9/2025)

Tiga lifter putra tersebut adalah Kevin Andrian Ramadhan (56 kg), M Rizal Abdillah (60 kg), dan Imanuel Leonard Aipassa Suabey (65 kg). Adapun lifter putri terdiri dari Brilianti Chandrika (58 kg), Absyah Ramadhani Nasution (48 kg), Lintang (69 kg), dan Alya Maulida (77 kg).


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Yulvianus Harjono
 | 

Penyelaras Bahasa:

Teguh Candra