Rian/Rahmat menyingkirkan unggulan pada babak pertama turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka. Duet itu dibentuk pada masa pencarian ganda putra terbaik pelatnas.
15 Okt 2025 20:41 WIB · Olahraga
ODENSE, RABU — Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat mengawali duet dalam turnamen bulu tangkis Denmark Terbuka 2025 dengan membuat kejutan di babak pertama. Sebaliknya, rekan mereka, Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana, tersingkir.
Kejutan itu dibuat Rian/Rahmat saat menghadapi unggulan kedua ganda putra, Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia), di JYSKE Bank Arena, Odense, Denmark, Rabu (15/10/2025). Mereka mengalahkan peraih medali perunggu Olimpiade Paris 2024 itu dengan skor 21-17, 21-13.
Mengawali turnamen BWF World Tour berlevel Super 750 itu pada hari yang sama adalah rekan latihan Rian/Rahmat di pelatnas Cipayung, Jakarta, Leo/Bagas. Namun, mereka mendapatkan hasil berbeda karena disingkirkan pasangan Jepang, Takumi Nomura/Yuichi Shimogami, 19-21, 13-21.
Sehari sebelumnya, dua ganda putra Indonesia tampil lebih dulu pada babak pertama dan menang. Mereka adalah Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Seperti Fajar/Fikri, Rian/Rahmat merupakan formasi baru skuad pelatnas utama. Denmark Terbuka bahkan menjadi turnamen pertama mereka.
Kedua pasangan itu dibentuk mendadak karena kondisi di luar lapangan. Fajar/Fikri berduet lebih dulu pada turnamen Jepang Terbuka Super 750, 15-20 Juli, dan China Terbuka Super 1000, sepekan kemudian. Mereka berpasangan ketika partner Fajar, yaitu Rian, cuti dari turnamen karena menanti kelahiran putranya. Di sisi lain, Fikri tak punya partner karena Daniel Marthin mengalami cedera kaki sejak kejuaraan Piala Sudirman, Mei.
Target berpasangan itu untuk sementara, yaitu karena Fajar harus memenuhi kewajiban mengikuti turnamen Super 750 dan 1000, akhirnya berlanjut. Hasil perempat final Jepang Terbuka dan juara China Terbuka membuat pelatih Antonius Budi Ariantho tetap memasangkan Fajar/Fikri, setidaknya hingga akhir 2025.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/15/53216138358c58bb1db2a62b7a70a480-RianRahmat_R32_DenmarkOpen2025_PBSI_20251015.jpg)
Duet tersebut memunculkan konsekuensi terbentuknya pasangan lain, salah satunya Rian/Rahmat. Sebelumnya, Rian dipasangkan dengan Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan yang biasanya bermain bersama Rahmat. Rian/Yeremia bermain di China Masters dan Korea Terbuka, September, dengan hasil selalu tersingkir pada babak pertama.
Sementara Rahmat/Yeremia berpartner sejak 2024, tetapi kesulitan menembus persaingan level atas. Gelar juara hanya didapat pada level rendah, yaitu Indonesia Masters Super 100 pada 2024.
Memanfaatkan sisa musim kompetisi 2025, sektor ganda putra pun mencari formasi terbaik untuk menghadapi tahun-tahun berikutnya, terutama menjelang kualifikasi Olimpiade Los Angeles 2028 yang akan dimulai pada 2027. Hal serupa dilakukan juga pada sektor ganda putri.
”Kami bermain nothing to lose dan karena pasangan baru. Jadi, sepertinya, lawan belum tahu pola main kami. Kami bisa bermain nyaman dan mengurangi melakukan kesalahan sendiri,” kata Rian yang juga memberi pujian atas penampilan baik Rahmat, pemain berusia 22 tahun yang tujuh tahun lebih muda darinya.
Rahmat pun berterima kasih pada seniornya yang selalu memberi masukan. ”Ada jeda beberapa bulan sebelum ke sini bagi saya. Saya coba untuk mengembangkan diri sendiri lewat latihan, memperbaiki kekurangan,” ujar Rahmat yang terakhir kali bertanding bersama Yeremia di Makau Terbuka, 29 Juli-3 Agustus.
Rahmat, yang berprestasi pada era yunior bersama Rayhan Fadillah, juga menyatakan, ada rasa gugup ketika berpasangan dengan senior. Apalagi, dia langsung berhadapan dengan pemain unggulan pada turnamen level tinggi. ”Tetapi, saya harus menghadapinya,” katanya.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/15/736cf2f28beec6f8232098c35ff6df03-FajarFikri2_R32_DenmarkOpen2025_PBSI_20251014.jpg)
Meskipun membuat kejutan dalam debut, Rian/Rahmat harus membuktikan konsistensi permainan mereka, salah satunya saat melawan Nomura/Shimogami pada babak kedua. Pasangan Jepang ini mengalahkan Leo/Bagas melalui kecepatan dan kecerdikan mereka dalam menguasai area lapangan depan. Dengan cara ini, mereka bisa selalu menekan Leo/Bagas.
Konsistensi itu pulalah yang terus diupayakan oleh Fajar/Fikri meski hasil yang mereka dapat terbilang baik. Pada September, mereka mencapai semifinal China Masters dan final Korea Terbuka untuk menambah hasil di Jepang dan China Terbuka.
Ketika Fajar/Fikri memberi harapan pada masa awal duet mereka, Leo/Bagas justru sebaliknya. Sebagai pasangan yang paling lama berduet di antara tiga ganda putra pelatnas di Denmark Terbuka, yaitu berpasangan sejak Agustus 2024, performa Leo/Bagas menurun.
Kami bermain ’nothing to lose’ dan karena pasangan baru. Jadi, sepertinya, lawan belum tahu pola main kami. - M Rian Ardianto -
Dari 14 turnamen pada 2025, mereka hanya empat kali bisa melewati babak kedua. Padahal, Leo/Bagas menunjukkan potensi bisa menjadi bagian dari ganda putra top dunia ketika mencapai final All England pada Maret. Hasil ini menempatkan mereka pada peringkat kesembilan dunia, tetapi saat ini ada di posisi ke-15.
Kekalahan pada fase awal turnamen secara berulang juga dialami Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Mereka disingkirkan ganda campuran nomor satu dunia, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin (China), pada babak pertama dengan skor 16-21, 7-21.
”Kami kalahnya tidak bagus hari ini, tidak menunjukkan perlawanan yang baik. Pada gim kedua, kami benar-benar tertekan. Kami mencoba banyak cara, tetapi tidak bisa keluar dari tekanan dan banyak melakukan kesalahan,” kata Felisha.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/15/21090bd65323722258c292d04b0bb101-JafarFelisha6_R32_DenmarkOpen2025_PBSI_20251015.jpg)
Hasil di Denmark menjadi kekalahan pada dua babak awal bagi Jafar/Felisha dalam empat turnamen terakhir. Dalam tur di Asia pada September, mereka tersingkir pada babak kedua di Hong Kong Terbuka, China Masters, dan Korea Terbuka.
Kecuali di Korea Terbuka, kekalahan lainnya ataupun sebagian besar kekalahan pada tahun ini mereka alami dari pasangan-pasangan top peringkat sepuluh besar dunia. Jafar/Felisha pernah memberi perlawanan ketat dan memiliki potensi tersebut.
Namun, sebagai pasangan muda, mereka belum bisa menyamai kemampuan Jiang/Wei dan kawan-kawan dalam menghadapi tekanan. Mereka harus mempelajari itu, apalagi 2025 menjadi tahun pertama Jafar/Felisha dalam bersaing penuh pada turnamen BWF World Tour.
Wakil ganda campuran yang juga kalah pada babak pertama adalah Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah. Adapun Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil menang atas Mohit Jaglan/Lakshita Jaglan, 21-14, 21-11, dan akan melawan Lee Jong-min/Chae Yu-jung pada babak kedua.
Pada Kejuaraan Dunia Yunior di Guwahati, India, dua unggulan teratas tunggal putra asal Indonesia, Mohammad Zaki Ubaidillah dan Richie Duta Ricardo, melangkah ke babak keempat. Zaki, unggulan teratas, menang atas Masato Yamashiro, 15-12, 15-10, pada babak ketiga, Rabu, sementara Richie (2) mengalahkan Frederik Hinding, 15-5, 15-10.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/10/15/557c9aa7a2ccc4cd48fc91531d2e38d2-WhatsApp_Image_2025_10_15_at_17.23.52.jpeg)
Mereka menjadi andalan skuad ”Merah Putih” untuk berdiri di podium tertinggi setelah Zaki mencapai semifinal pada ajang yang sama di Nanchang, China, pada 2024. Sementara Richie bertahan hingga perempat final saat itu.
”Saya punya motivasi untuk mencapai hasil yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. Jadi, saya mau menggunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya,” kata Richie.
Richie dan Zaki menjadi delapan wakil Indonesia yang lolos ke babak keempat hingga Rabu malam. Dari lima nomor, Indonesia tak punya lagi perwakilan di sektor tunggal putri.
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra