Sapaan Paus Fransiskus yang pertama sejak pulang dari rumah sakit pada 23 Maret 2025.
07 Apr 2025 09:13 WIB · Foto
Ribuan umat Katolik yang sedang merayakan misa untuk orang sakit dan para tenaga kesehatan di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, Minggu (6/4/2025), sontak berdiri dan bertepuk tangan ketika melihat dari kejauhan pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Fransiskus, didorong di kursi roda, menuju altar tempat misa berlangsung.
Misa untuk orang sakit dan petugas kesehatan sebagai bagian dari Tahun Yubileum ini dipimpin Uskup Agung Fisichella. Menjelang misa berakhir, Paus Fransiskus yang sedang dalam masa pemulihan karena penyakit pneumonia tiba-tiba muncul dan mengejutkan umat yang hadir.
Sesampainya di depan altar, Paus membuka percakapan dengan mengucapkan selamat hari Minggu dan mengucapkan terima kasih kepada umat yang telah hadir ataupun yang melihat melalui televisi.
Ini merupakan penampilan pertama Paus Fransiskus di hadapan publik dalam rangkaian misa. Terakhir kali Paus terlihat di hadapan publik adalah ketika keluar dari Rumah Sakit Gemelli pada 23 Maret 2025. Sebelumnya, Paus dirawat selama lima pekan sejak 14 Februari 2025.
Saat itu, Paus menyapa umat yang berkumpul dan mendoakan dari salah satu jendela balkon rumah sakit, sebelum meninggalkan rumah sakit menuju kediaman di Vatikan.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/07/d3cfc79f-7989-411a-812e-22eef38b6cca_jpg.jpg)
Paus yang berusia 88 tahun ini terlihat lebih sehat dibandingkan saat penampilan terakhir di balkon Rumah Sakit Gemelli. Seperti halnya penampilan terakhir, Paus masih mengenakan alat bantu pernapasan di hidungnya.
Bahkan, dalam foto yang dirilis media Vatikan, terlihat petugas medis memeriksa alat bantu di hidungnya, sesaat sebelum didorong menuju altar.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/07/a36ddb17-632e-46ae-8e65-a44219edcdcc_jpg.jpg)
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2025/04/07/495d7e53-1c14-4771-a911-e23f82b904d4_jpg.jpg)
Sambutan Paus yang dibacakan Uskup Agung Fisichella menceritakan pengalamannya ketika sakit. Paus juga mengingatkan bahwa sakit adalah anugerah yang harus disyukuri dan dijadikan semangat untuk bersama-sama menumbuhkan harapan. Selain mendoakan mereka yang menderita sakit, secara khusus Paus juga memanjatkan doa bagi para dokter, perawat, dan pekerja medis untuk setia dalam panggilan pekerjaannya.
Dalam surat gembala Paus dalam rangka Hari Orang Sakit Sedunia ke-33 yang jatuh pada 11 Februari 2025, tiga hari sebelum akhirnya harus dirawat di rumah sakit, Paus mengingatkan tiga hal berkaitan dengan sakit, yakni perjumpaan, anugerah, dan berbagi.
Sapaan Paus Fransiskus yang sakit kepada mereka yang sedang merayakan Hari Orang Sakit Sedunia ini membuat umat di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dan umat Katolik di seluruh dunia berbahagia.
Penulis:
Ignatius Danu KusworoEditor:
Demitrius Wisnu WidiantoroPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra