Kejutan Paus Fransiskus di Minggu Palma

Umat Katolik mendapatkan kejutan berupa kemunculan Paus Fransiskus seusai misa Minggu Palma. Saat ini Paus Fransiskus masih menjalani pemulihan setelah perawatan.

13 Apr 2025 21:09 WIB · Internasional

Oleh Helena Fransisca Nababan

VATIKAN, MINGGU — Minggu Palma 2025 diwarnai kejutan dari Paus Fransiskus. Sementara itu di Gaza, Israel menyerang rumah sakit yang dikelola Keuskupan Jerusalem.

Paus Fransiskus kembali memberi kejutan bagi umat Katolik, Minggu (13/4/2025). Mengabaikan anjuran dokter supaya ia menghindari keramaian, Paus Fransiskus malah menemui umat seusai misa Minggu Palma di Lapangan Santo Petrus.

Kemunculannya pada hari Minggu ini merupakan kemunculan keduanya. Paus dirawat 38 hari di rumah sakit sejak 14 Februari 2025. ”Selamat Hari Minggu Palma, Selamat Minggu Suci,” kata Paus Fransiskus dari kursi rodanya kepada umat di lapangan Santo Petrus.

Dokter membolehkannya kembali ke kediamannya pada 23 Maret lalu. Dokter menganjurkannya beristirahat selama dua bulan untuk pemulihan dan menghindari keramaian.

Paus Fransiskus sempat tak terlihat selama beberapa waktu. Namun, hari Minggu lalu, Paus Fransiskus dengan kanula hidung, selang plastik yang dimasukkan ke dalam lubang hidung untuk membantunya bernapas, muncul di hadapan publik.

Quote

Serangan itu terjadi pada Minggu Palma, awal Pekan Suci, minggu paling suci dalam tahun Kristen.

Ia juga sempat keluar untuk beberapa agenda yang tidak terjadwal dalam program resmi Vatikan. Ia juga menerima kunjungan raja Charles III dan Ratu Camilla pada Rabu kemarin di kediamannya.

Dokter membolehkannya kembali ke kediamannya pada 23 Maret lalu. Dokter menganjurkannya beristirahat selama dua bulan untuk pemulihan dan menghindari keramaian.

This photo taken and handout on April 13, 2025 by The Vatican Media shows Pope Francis during a surprise appearance at the end of the Palm Sunday mass in The Vatican. (Photo by Handout / VATICAN MEDIA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / VATICAN MEDIA" - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Minggu Palma ini menandai dimulainya Pekan Suci. Dalam kalender Gereja, pekan suci merupakan pekan terakhir dalam masa pra-Paskah. Dimulai dari Minggu Palma dan dipuncaki pada Minggu Paskah. Pekan Suci mencakup juga Tri Hari Suci, yaitu Kamis Putih, Jumat Agung, dan Sabtu Suci.

Perayaan misa Minggu Palma di Vatikan kali ini dipimpin Kardinal Leonardo Sandri, Wakil Dekan Dewan Kardinal. Ia memimpin perarakan para kardinal di sekitar obelisk pusat piazza sambil membawa daun palem.

Prosesi Minggu Palma merupakan prosesi untuk mengingat lagi kedatangan Yesus ke Jerusalem. Waktu itu, banyak orang melambaikan daun palem untuk menghormati Yesus.

Pikul salib

Dalam homili atau khotbah yang telah dipersiapkan dan dibacakan oleh seorang kardinal terkemuka Vatikan, Fransiskus mengajak umat untuk memikul salib ”mereka yang menderita di sekitar kita”. Setelah misa, Paus Fransiskus menyampaikan berkat Minggu.

Paus berterima kasih kepada umat Katolik atas doa-doa mereka. ”Pada saat kelemahan fisik ini, doa-doa itu membantu saya untuk lebih merasakan kedekatan, kasih sayang, dan kelembutan Tuhan,” kata Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus juga menyampaikan doa bagi mereka yang menderita dalam konflik di Sudan; bagi Lebanon di mana perang saudara dimulai 50 tahun lalu; serta bagi perdamaian di Ukraina, Timur Tengah, Kongo, Myanmar, dan Sudan Selatan.

This photo taken and handout on April 13, 2025 by The Vatican Media shows Pope Francis during a surprise appearance at the end of the Palm Sunday mass in The Vatican. (Photo by Handout / VATICAN MEDIA / AFP) / RESTRICTED TO EDITORIAL USE - MANDATORY CREDIT "AFP PHOTO / VATICAN MEDIA" - NO MARKETING - NO ADVERTISING CAMPAIGNS - DISTRIBUTED AS A SERVICE TO CLIENTS

Kegembiraan di Vatikan tidak menjalar di Gaza. Di wilayah Palestina itu, Israel terus menjatuhkan bom. Sasaran terbarunya rumah sakit yang dikelola Keuskupan Jerusalem. Serangan itu menewaskan seorang pasien.

Serangan dilancarkan pada Minggu dini hari. Pada Sabtu malam, Israel memerintahkan warga meninggalkan kawasan sekitar rumah sakit. Sejak Israel menyerbu Gaza pada Oktober 2023, warga Gaza terpaksa pindah pengungsian berkali-kali.

Keuskupan Jerusalem mengecam serangan ini. ”Serangan itu terjadi pada Minggu Palma, awal Pekan Suci, minggu paling suci dalam tahun Kristen,” demikian pernyataan Keuskupan.

Direktur Rumah Sakit Al-Ahli, Fadel Naim, mengatakan, mereka telah diperingatkan tentang serangan itu. Dalam cuitan di X, ia menulis bahwa ruang gawat darurat, apotek, dan bangunan di sekitarnya rusak parah. Kerusakan berdampak pada lebih dari 100 pasien dan puluhan anggota staf medis.

Dinas Kesehatan Gaza mengatakan, serangan itu menghancurkan bangsal rawat jalan dan laboratorium serta merusak bangsal gawat darurat. Gambar-gambar yang muncul setelah serangan menunjukkan atap semen rumah sakit runtuh dikelilingi puing-puing.

Munir al-Boursh, Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan, menyebut evakuasi itu menakutkan. Orang-orang dibawa ke jalan-jalan di atas ranjang rumah sakit.

Beberapa jam kemudian, serangan terpisah terhadap sebuah mobil di Deir al-Balah di Gaza tengah terjadi. Serangan itu menewaskan sedikitnya tujuh orang.

Serangan itu terjadi beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel mengatakan aktivitas militer akan meluas dengan cepat di Gaza. Dikatakan, ”Orang-orang harus mengungsi dari zona pertempuran.” (AP/AFP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Helena Fransisca Nababan
 | 

Editor:

Kris Mada
 | 

Penyelaras Bahasa:

Rosdiana Sitompul