Kekalahan Awali Perjuangan Skuad Indonesia di Final BWF

Atlet bulu tangkis Indonesia mengawali penampilan dalam turnamen BWF World Tour dengan hasil buruk. Tiga kekalahan didapat tiga wakil.

17 Des 2025 15:38 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

HANGZHOU, RABU — Kalah pada laga pertama di grup masing-masing bukan awal yang baik bagi atlet bulu tangkis Indonesia pada turnamen Final BWF World Tour. Dalam persaingan yang hanya diikuti atlet-atlet terbaik ini, mereka harus meningkatkan performa jika tak ingin tersisih lebih awal.

Tiga wakil ”Merah Putih” tampil pada hari pertama sesi awal Final BWF yang berlangsung di Hangzhou Olympics Sports Centre Gymnasium, China, Rabu (17/12/2025). Dalam performa berbeda, Putri Kusuma Wardani, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu, dan Jonatan Christie kalah.

Dengan format round robin yang dipakai pada fase penyisihan grup, mereka tak langsung tersingkir. Namun, Putri, Jafar/Felisha, dan Jonatan harus meningkatkan performa karena turnamen penutup rangkaian BWF World Tour ini hanya diikuti delapan wakil terbaik pada setiap nomor. Pada babak penyisihan, peserta yang dibagi dalam dua grup di setiap nomor bersaing dengan format round robin.

Tiga dari lima wakil Indonesia itu harus menang dari dua lawan berikutnya di grup untuk membuka peluang melanjutkan langkah ke semifinal. Syaratnya adalah menempati peringkat dua besar.

Dua wakil lainnya, yaitu Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, akan memulai penampilan di grup berbeda pada sesi kedua yang berlangsung Rabu sore hingga malam.

Pada laga pembuka turnamen yang berlangsung 17-21 Desember, Putri menjalani debut dengan melawan tunggal putri nomor satu dunia, An Se-young, di Grup A. Putri sebenarnya bisa bermain nothing to lose seperti yang diharapkannya sehari sebelum pertandingan.

Jonatan Christie mengembalikan pukulan dari Alwi Farhan pada semifinal turnamen Korea Terbuka di SuwonGymnasium, Korea Selatan, Sabtu (27/9/2025). Jonatan menang 18-21, 21-14, 21-15.

Pola pikir itu dibawanya karena An adalah pemain yang sulit dikalahkan, tidak hanya oleh Putri, tetapi juga oleh atlet lain. Pada turnamen BWF World Tour, Putri selalu kalah dalam empat pertemuan dengan pemain Korea Selatan itu.

An berlari kencang sendirian, unggul atas pemain-pemain top dunia yang selama ini menjadi kompetitor terdekat, seperti Akane Yamaguchi dan Chen Yu Fei. Dia meraih 10 gelar juara dari 11 final, pada 14 turnamen, hingga dinobatkan sebagai tunggal putri terbaik 2025.

Putri, yang sama-sama berusia 23 tahun seperti An, bermain lebih baik dibandingkan dua pertemuan lain pada 2025, yaitu di kejuaraan beregu campuran Piala Sudirman dan final Australia Terbuka. Namun, perlawanan yang diberikan selama 1 jam 3 menit belum cukup untuk mengalahkan An hingga Putri kalah 16-21, 21-8, 8-21.

Kualitas pukulan Putri setara dengan An yang bersaing dengannya sejak era yunior. Putri bisa mengecohnya melalui pukulan net, dropshot silang, dan ketika mengubah arah pukulan secara tiba-tiba.

Kemampuan yang tak berbeda jauh di antara kedua pemain terutama terlihat pada gim pembuka. Putri unggul 7-4 hingga 15-13 ketika dia bisa bermain dengan sabar, menanti kesempatan untuk mengecoh An.

Namun, ada faktor yang menjadi pembeda di antara kedua pemain, bukan hanya pada gim pertama, melainkan sepanjang pertandingan. Mereka berbeda dalam kemampuan untuk tidak melakukan banyak kesalahan. Putri tertinggal dari An dalam faktor tersebut. Setelah unggul 7-4 pada gim pertama, pemain Indonesia ranking ketujuh dunia itu berbalik tertinggal 7-8, di antaranya karena tiga kesalahan beruntun.

Putri juga membuat dua unforced error beruntun pada momen kritis, yaitu pada posisi imbang 16-16. Ditambah dengan taktik An yang mempercepat irama permainan, Putri kehilangan gim pembuka karena kehilangan lima poin beruntun.

Pebulu tangkis Indonesia Putri Kusuma Wardani berhadapan dengan pebulu tangkis Thailand Pornpawee Chochuwong
di laga final nomor beregu putri SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, pada Senin (8/12/2025). Putri KW menang 2-1 atas Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, dan 21-16.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
10-12-2025

Melalui permainan yang lebih agresif, Putri membuat pertandingan berjalan tiga gim, situasi yang terakhir kali terjadi saat mereka bertemu pada babak kedua Indonesia Masters 2023. Setelah tertinggal 2-3, dia mempertahankan keunggulan hingga memenangi gim kedua.

Akan tetapi, performa tersebut tak bisa dipertahankan peraih perunggu SEA Games Thailand 2025 tersebut. Di sisi lain, An menaikkan level permainan. Tak pernah menunggu lama setelah servis, dia menghujamkan smes yang tak bisa diantisipasi Putri.

Footwork An juga sangat efektif hingga tak perlu banyak melangkah untuk menjangkau kok. An bisa mengembalikan pukulan net dalam posisi bertahan dengan melakukan split, lalu melakukan serangan balik. Juara dunia 2023 dan peraih medali emas Olimpiade Paris 2024 tersebut selalu berhasil mengembalikan pukulan hingga Putri kesulitan mencari celah untuk menghasilkan poin.

Putri mengatakan bahwa dia kesulitan menghadapi permainan cepat An pada gim ketiga. Akan tetapi, dia senang karena bisa bermain tiga gim setelah selalu kalah dua gim pada tiga pertemuan secara beruntun.

Performa Putri tak terlalu buruk pada debut di Final BWF. Pertandingan yang berakhir tiga gim bisa saja menjadi modal untuk tak tersisih dengan cepat di Grup A. Format round robin pada fase ini membuat setiap poin yang didapat sangat berharga untuk menentukan klasemen.

Tugas Putri untuk mengalahkan dua lawan lain memang berat, apalagi dia pun tak pernah menang dalam enam pertemuan dengan Akane Yamaguchi yang akan menjadi lawan pada pertandingan Kamis. Setelah itu, Putri akan berhadapan dengan pemain Jepang lainnya, Tomoka Miyazaki, yang kalah dari Yamaguchi, 14-21, 17-21, pada Rabu.

Pebulu tangkis Indonesia Putri Kusuma Wardani berhadapan dengan pebulu tangkis Thailand Pornpawee Chochuwong
di laga final nomor beregu putri SEA Games Thailand 2025 di Gymnasium 4 Universitas Thammasat, Rangsit, pada Senin (8/12/2025). Putri KW menang 2-1 atas Pornpawee Chochuwong dengan skor 21-8, 13-21, dan 21-16.

KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK)
10-12-2025

Namun, Putri bisa membawa momen dalam Kejuaraan Dunia guna berhadapan dengan Yamaguchi. Putri berhadapan dengan Yamaguchi pada semifinal dan bisa bermain tiga gim. Semifinal pada kejuaraan yang berlangsung di Perancis pada Agustus itu menjadi hasil terbaik Putri dalam kariernya.

”Untuk menghadapi Akane Yamaguchi, saya ingin lebih menjaga pikiran. Saya juga harus siap capek karena Akane adalah pemain yang sangat kuat dan tidak mudah dimatikan. Jadi, mau tidak mau, saya harus siap mengikuti pola permainannya terlebih dahulu,” tutur Putri.

Jaga fokus

Jafar/Felisha, debutan lain di Final BWF, juga bisa memberi perlawanan baik pada wakil tuan rumah, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping, meski kalah 18-21, 16-21. Mereka bisa memberi perlawanan seimbang, terutama di gim pertama, pada ganda campuran nomor satu dunia yang memiliki delapan gelar juara pada 2025.

Seperti Putri, pekerjaan rumah Jafar/Felisha adalah mengurangi kesalahan, termasuk ketika unggul. Apalagi, lawan mereka adalah pemain-pemain senior yang memiliki lebih banyak pengalaman bersaing dalam turnamen BWF World Tour.

Mereka yang tergolong pemain elite, seperti Feng/Huang, adalah pemain yang jarang membuat kesalahan sehingga Jafar/Felisha tak bisa mengandalkan tambahan poin dari unforced error lawan. Faktor tersebut harus mereka ingat ketika berhadapan dengan juara dunia Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia) pada Kamis.

”Kami harus main lebih nekat, tetapi tetap fokus, terutama saat sedang unggul. Poin harus benar-benar dijaga. Fokusnya harus ditingkatkan karena poin bisa kebuang cepat sekali. Tadi, sempat sudah mendekat, dapat tiga poin, tapi lepas lagi,” ungkap Jafar.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu kalah di final nomor ganda campuran turnamen Australia Terbuka. Pada pertandingan di Sydney, Minggu (23/11/2025), Jafar/Felisha dikalahkan Chen Tang Jie/Toh Ee Wei (Malaysia).

Felisha menuturkan pendapat serupa. ”Kami bisa mengimbangi Feng/Huang sejak awal hingga interval pada setiap gim. Tetapi, setelah itu, sering kehilangan poin secara beruntun karena membuat unforced error. Jadi, masih banyak yang harus diperbaiki dalam teknis dan mental,” ujar Felisha.

Berbeda dengan Putri dan Jafar/Felisha, Jonatan bermain di bawah kemampuan terbaiknya ketika berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn pada penyisihan tunggal putra Grup A. Semifinalis turnamen Final BWF pada 2022-2024 itu kalah dengan skor 10-21, 14-21. Jonatan pun harus menang atas dua lawan berikutnya, Anders Antonsen dan Christo Popov, yang berhadapan pada Rabu malam.

Pada pertandingan sesi kedua, Sabar/Reza dan Fajar/Fikri akan memulai penampilan dengan melawan pemain Malaysia. Di Grup A, Sabar/Reza akan berhadapan dengan Man Wei Chong/Tee Kai Wun, sementara Fajar/Fikri melawan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di Grup B.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto
 | 

Penyelaras Bahasa:

Priskilia Bintang Cornelia Sitompul