Inter Milan akhirnya harus mengakhiri rekor tak kebobolan sekaligus rekor tak terkalahkan di Liga Champions setelah takluk 0-1 dari Bayer Leverkusen.
11 Des 2024 13:39 WIB · Olahraga
LEVERKUSEN, RABU — Rekor tak terkalahkan Inter Milan di Liga Champions musim ini terhenti di kandang Bayer Leverkusen, Stadion BayArena, Leverkusen, Rabu (11/12/2024) dini hari WIB. Skuad ”Nerazzurri” kalah 0-1 melalui gol pada menit ke-90 yang dicetak Nordi Mukiele.
Pendekatan permainan konservatif yang diterapkan Pelatih Simone Inzaghi menjadi bumerang bagi Nerazzurri yang seolah hanya mengejar hasil imbang di BayArena. Saat Inter merasa sudah mengamankan satu poin, Mukiele memberikan pukulan telak di saat terakhir sehingga mereka tak memiliki waktu untuk bereaksi.
Seakan tak mau disalahkan karena pendekatan taktiknya, Inzaghi justru mengecam penampilan para pemainnya yang tidak mampu berbuat banyak melawan tuan rumah. Berbicara kepada Sky Sports selepas laga, Inzaghi menyebut pemainnya tak mampu mengimbangi pasukan Xabi Alonso yang jauh lebih termotivasi.
”Itu bukan permainan terbaik kami. Namun, kami menghadapi tim berkualitas, yang mengawali laga dengan baik, dan mengenai mistar gawang di awal laga. Setelah itu, kami mengontrol pertandingan, barangkali terlalu banyak. Seharusnya kami lebih berani,” kata Inzaghi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/cdbd48087da1f31364331a167c3d0931-21098271905e4ba3a525d461c41f409e_1_77d812b8dd5646bb8ef62283ef2ce81f.jpg)
Leverkusen memiliki lebih dari 60 persen penguasaan permainan, seharusnya bisa lebih unggul lebih banyak. Tendangan Nathan Tella sempat mengenai tiang gawang, sedangkan Florian Wirtz dan Jonathan Tah juga nyaris membobol gawang Inter.
Sementara itu, nyaris tak ada serangan berarti yang dilakukan Inter Milan dari awal pertandingan. Mereka sepertinya sudah puas dengan skor 0-0, tidak pernah mengancam gawang tuan rumah yang dijaga Matej Kovar. Mereka pun hanya mencatatkan angka expected goals 0,26 dengan penguasaan bola hanya 39 persen.
Inzaghi terlihat lebih fokus dengan lini pertahanan. Hal itu terlihat dari pemain mula yang diturunkannya di BayArena dengan membangkucadangkan Lautaro Martinez, Federico Dimarco, Nicolò Barella, dan Henrikh Mkhitaryan. Martinez, Dimarco, dan Barella baru dimasukkan pada babak kedua, tetapi mereka tak mampu mengangkat permainan Inter.
”Kualitas (permainan) di sepertiga terakhir kurang, yang biasanya menjadi salah satu kekuatan kami. Sangat mengecewakan kalah seperti itu karena mengakhiri rekor tak terkalahkan kami,” ujar Inzaghi.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/cb7dcb2db97ef6e888980dfbf4ba40d3-AFP_36Q47UG.jpg)
Inter mengakhiri pertandingan tanpa mencatatkan tembakan tepat sasaran, statistik yang paling tepat menggambarkan pendekatan terlalu konservatif Inzaghi pada pertandingan ini. Pelatih berusia 48 tahun ini sangat percaya diri dengan kemampuan lini belakangnya akan mampu mencegah Leverkusen mencetak gol selama pertandingan.
Kepercayaan diri tersebut memang beralasan karena dalam lima pertandingan terdahulu di Liga Champions, gawang Inter tak pernah kebobolan. Bersama Liverpool, Inter menjadi satu-satunya tim yang hanya kebobolan satu gol hingga laga keenam.
Hanya saja, kurangnya ambisi Inter di lini serang akhirnya menjadi bumerang, mengancam peluang mereka untuk lolos langsung ke babak gugur Liga Champions. Meski masih menempati peringkat keempat dengan 13 poin, tetapi mereka hanya berselisih dua poin saja dari Atalanta yang berada di peringkat kesembilan.
Hanya delapan tim teratas yang berhak lolos langsung ke babak gugur Liga Champions. Adapun peringkat ke-9 hingga ke-24 harus melewati jalur playoff.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/12/11/9529d354731340f0e59726cc820f79bf-AFP_36Q48VA.jpg)
Inter akan bertemu dengan Sparta Praha dan AS Monaco pada dua laga terakhir. Mereka mungkin butuh enam poin untuk memastikan bisa lolos langsung karena persaingan yang sangat ketat dengan tim-tim lain.
Sementara itu, Alonso mengaku bangga dengan penampilan timnya karena kemenangan tersebut menempatkan mereka di peringkat kedua klasemen di bawah Liverpool. ”Saya sangat gembira dengan penampilan melawan tim yang top. Kami memperlihatkan kematangan,” kata Alonso. (REUTERS)
Penulis:
Prasetyo Eko PrihanantoEditor:
Antonius Tomy TrinugrohoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan