Kekalahan Timnas Indonesia dan Kosongnya Kursi Direktur Teknik PSSI

Seorang direktur teknik memikul tanggung jawab pembinaan sepak bola nasional. Posisinya sangat dibutuhkan untuk membentuk ekosistem jangka panjang sepak bola.

21 Mar 2025 10:35 WIB · Riset

Oleh Andreas Yoga Prasetyo

Apa tugas direktur teknik sepak bola?

Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia atau PSSI telah memiliki pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert. Pelatih Kluivert didampingi tiga asisten pelatih yakni Alex Pastoor, Denny Landzaat, dan Gerald Vanenburg. Selain pelatih baru, PSSI juga memperkenalkan penasihat teknik timnas Jordi Cruyff (11/3/2025). Debut perdana pelatih baru Patrick Kluivert diwarnai kekalahan telak atas Australia. Indonesia kalah dengan skor 1-5 pada laga lanjutan Grup C babak kualifikasi Piala Dunia 2026 yang digelar 20 Maret 2025.

Meski telah menunjuk pelatih baru dan penasihat teknik baru, namun PSSI tak kunjung mengisi kursi direktur teknik.  Pada organisasi dan tata kelola sepak bola modern, direktur teknik adalah jabatan yang sangat penting untuk dimiliki oleh sebuah federasi atau klub elite.

Sejak tahun 2014, FIFA selaku induk organisasi sepak bola dunia mulai rutin mengampanyekan jabatan direktur teknik agar dimiliki oleh feredasi pada setiap negara. Bahkan, saking pentingnya, FIFA membuat petunjuk teknis tentang jabatan direktur teknik yang tertuang dalam Handbook for Technical Directors.

Dalam struktur organisasi yang dirancang FIFA, direktur teknik masuk ke dalam bagan dari kepengurusan inti sebuah federasi sepak bola. Selain komite eksekutif, komite tetap, ketua umum, dan sekretaris jenderal, sebuah federasi juga perlu memiliki direktur teknik dan departemen teknik. Keenam unsur ini adalah bagian terpenting dalam membangun sepak bola modern.

Direktur teknik memiliki beberapa tugas utama. Menurut FIFA, salah satu tugas dari direktur teknik adalah melakukan koordinasi dan konsultasi terkait rencana pengembangan sepak bola. Ruang diskusi perlu dibuka mulai dari tataran akar rumput hingga elite sepak bola (grassroots to elite) di suatu negara dalam memberikan masukan. Berkaca dari tugas ini, maka seorang direktur teknis harus paham kondisi sepak bola di daerah-daerah untuk membangun iklim sepak bola yang menghasilkan talenta bagi tim nasional.

Seorang direktur teknik juga harus membuat rencana pengembangan teknik sepak bola. Rencana ini harus diimplementasikan yang dipimpin secara langsung oleh direktur teknik. Dalam menjalankan tugas ini, direktur teknik harus benar-benar paham tentang perencanaan dalam ranah sepak bola sehingga membutuhkan orang yang berpengalaman, baik sebagai pemain maupun pelatih.

Tugas lain yang diemban oleh direktur teknik adalah diseminasi informasi terkait filosofi sepak bola yang dianut. Biasanya, setiap negara memiliki filosofi sepak bola tersendiri yang dikembangkan. Filosofi ini harus dipahami hingga ke tingkat daerah, bahkan sekolah sepak bola, agar melahirkan pemain dan pelatih yang memiliki satu visi yang sama saat membela tim nasional.

 

Penasihat teknik timnas Indonesia Jordi Cruyff, Ketua PSSI Erick Thohir, dan pelatih timnas Indonesia Patrick Kluivert (dari kiri ke kanan) bersalaman dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/3/2025). PSSI resmi memperkenalkan Jordi Cruyff sebagai penasihat teknik timnas Indonesia. Pengalaman panjang Jordi Cruyff di ranah kepelatihan dan kerja teknik di sejumlah klub Eropa diharapkan bisa menyusun program tim nasional dan membangun filosofi sepak bola nasional. KOMPAS/ADRYAN YOGA PARAMADWYA (YGA) 11-03-2025

Direktur teknik PSSI dan filosofi sepak bola Indonesia

PSSI sendiri pernah mendengungkan filanesia sebagai filosofi sepak bola Indonesia. Merujuk laman PSSI, rumusan Filosofi Sepak Bola Indonesia (Filanesia) dituangkan dalam buku Kurikulum Pembinaan Sepakbola Indonesia. Filanesia adalah cara bermain yang mengedepankan karakter dan potensi pemain sepak bola Indonesia. Budaya, aspek sosiologi, hingga geografi juga turut diperhatikan dalam pengembangan filenasia. Sebelumnya, filanesia digunakan sebagai kurikulum dalam kursus lisensi kepelatihan yang diadakan oleh PSSI.

Menyebarkan filosofi sepak bola ke penjuru tanah air tentu bukanlah hal yang mudah. Oleh sebab itu, Indonesia membutuhkan direktur teknik yang memahami filosofi sepak bola yang akan dikembangkan. Selain itu, direktur teknik juga perlu memiliki kemampuan komunikasi yang baik dalam menyebarluaskan informasi terkait filosofi sepak bola Indonesia.

Dalam menjalan tugasnya, direktur teknik akan sering berkoordinasi dengan sekretaris jenderal PSSI. Sekjen PSSI akan menerima laporan rutin dari direktur teknik terkait kemajuan dalam penerapan rencana strategis dalam pengembangan sepak bola Indonesia.

Direktur teknik juga bertugas untuk memberikan rekomendasi pemain, pengembangan taktik, hingga pengembangan akademi. Jika menilik peran penting yang diemban, direktur teknik adalah jabatan yang amat penting untuk dimiliki oleh sebuah federasi. Pasalnya, jabatan inilah yang memiliki peran untuk mengembangkan sepak bola dalam jangka panjang. Jika direktur teknik menjalankan tugas secara optimal, maka Indonesia akan dapat melahirkan pemain-pemain yang dapat diandalkan oleh tim nasional.

Pelatih timnas sepak bola putri Indonesia, Satoru Mochizuki (kiri), dan Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri,, memantau kemampuan para pemain yang mengikuti seleksi timnas U-17 di Lapangan A Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Rabu (28/3/2024) malam

Direktur teknik bukan hanya mengawasi pembinaan yang terjadi di tim senior. Ia mempunyai tanggung jawab yang lebih luas yaitu tim yunior mulai dari yang namanya tim 16 tahun, 19 tahun, 21 tahun, dan juga tim 23 tahun. Pembinaan sepak bola yang benar memang tidak bisa dilakukan secara sepotong-sepotong. Artinya pembinaan di satu tim harus bisa menunjang tim yang berada di atasnya. Program pembinaan yang dilakukan kepada timnya selalu dikonsultasikan dengan pelatih kepala di tim senior dengan direktur teknik sebagai supervisinya (Kompas, 22/4/1991).

Melihat pentingnya jabatan ini, negara-negara di dunia yang telah mengembangkan sepak bola modern, direktur teknik adalah jabatan yang diisi oleh tokoh ternama. Argentina, misalnya, sejak 2019 hingga 2024 lalu menunjuk Cesar Luis Menotti sebagai direktur teknik. Menotti merupakan pelatih yang berhasil membawa Argentina menjadi juara Piala Dunia untuk pertama kali pada tahun 1978. Argentina juga menjadi juara dunia 2022.

Belanda juga memiliki direktur teknik ternama, yakni Nigel de Jong. Mantan pemain Ajax, Manchester City, dan AC Milan ini dipercaya sejak tahun 2003 untuk mengisi jabatan sebagai direktur teknik di Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB). Pengalaman bermain pada klub-klub besar Eropa menjadi modal utama bagi de Jong dalam menjaga kualitas sepak bola Belanda.

Infografik Tugas Direktur Teknik Sepak Bola

 

Siapa saja yang pernah menjadi direktur teknik PSSI?

Sejak FIFA rutin mengampanyekan pentingnya posisi direktur teknik pada tahun 2014, PSSI pada tahun yang sama telah memiliki direktur teknik. Saat itu, direktur teknik dijabat oleh Pieter Egge Huistra, mantan pemain klub di liga Belanda seperti Groningen dan Twente. Huistra juga pernah menjadi pelatih klub Ajax U-21, pelatih klub FC Groningen, pelatih klub De Graafschap, dan asisten pelatih Timnas Belanda U1-7.

Sejak awal menjabat sebagai direktur teknik, Huistra melakukan penilaian menyeluruh pada kondisi sepak bola Indonesia sebagai bekal penyusunan rencana pengembangan. Hanya saja, program yang disusun oleh Huistra urung terencana secara optimal karena PSSI dibekukan oleh FIFA pada tahun 2015. Sebagai dampaknya, PSSI tidak melanjutkan kerja sama dengan Huistra.

Pada tahun 2017, setelah PSSI tidak lagi disanksi oleh FIFA, PSSI kembali memiliki direktur teknik. Jabatan itu diberikan kepada Danurwindo, mantan pelatih timnas Indonesia. Danurwindo juga pernah melatih sejumlah klub elite Indonesia, mulai dari Pelita Jaya, Persema, Persebaya, hingga Persija.

Di bawah kepemimpinan Danurwindo, pengembangan sepak bola usia dini mulai dilakukan bersamaan dengan pengajaran filanesia kepada para pelatih. Melalui program ini, PSSI menargetkan bahwa Indonesia dapat lolos ke Piala Dunia tahun 2030.

Mencari Pemain - Pelatih timnas Luis Milla (tengah) bersama direktur teknik PSSI Danurwindo (kanan) serta pengurus PSSI Iwan Budianto (kiri), menyaksikan pertandngan antara Bhayangkara FC melawan PS TNI, Sabtu (11/2) di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur. Luis Milla saat itu mencari pemain muda terbaik untuk timnas.

PSSI kembali menunjuk nama baru untuk mengisi jabatan direktur teknik pada tahun 2020. Indra Sjafri, pelatih yang pernah membawa Timnas Indonesia U-22 juara Piala AFF U-22 tahun 2019, dipercaya untuk menduduki jabatan direktur teknik PSSI hingga 2023. Pada periode kepemimpinan Indra Sjafri, pencarian pemain muda tidak hanya dilakukan pada dalam negeri, melainkan juga pada pemain keturunan potensial yang ada di luar negeri.

Pada tahun 2023, PSSI pernah berencana menunjuk penasihat timnas Indonesia U-17 pada Piala Dunia U-17, Frank Wormuth, untuk menjabat sebagai direktur teknik. Namun, Wormuth memutuskan untuk kembali ke Jerman setelah Piala Dunia U-17 berakhir sehingga direktur teknik tetap dijabat oleh Indra Sjafri. Hingga saat ini, PSSI masih berupaya untuk mendatangkan direktur teknik baru, pengganti Indra Sjafri.

Meski pada level federasi Indonesia masih belum memiliki direktur teknik, pada level klub, beberapa klub di Liga 1 mulai menyadari pentingnya posisi direktur teknik. Persib Bandung hingga Bali United adalah beberapa klub yang telah memiliki direktur teknik. Bali United memiliki I Made Pasek Wijaya sebagai Direktur Teknik Bali United Youth.

Sedangkan Persib Bandung memiliki Robert Rene Alberts sebagai direktur teknik. Robert Rene Alberts pernah menjadi pelatih Timnas Korea Selatan U-17, pelatih Timnas Malaysia U-19, dan Direktur Teknik Football Association of Malaysia (FAM).  

Keberadaan klub-klub nasional yang memiliki direktur teknik menjadi catatan positif di tengah agenda transformasi sepak bola yang dilakukan oleh PSSI. Pentingnya posisi ini sebagai bagian dari arah baru sepak bola nasional yang akan turut menentukan masa depan sepak bola Indonesia. (LITBANG KOMPAS)


Kerabat Kerja

Penulis:

Andreas Yoga Prasetyo
 | 

Editor:

Yohan Wahyu
 | 

Infografik:

Arie Nugroho
 | 

Penyelaras Bahasa:

Kusnadi .