BULU TANGKIS

Kekompakan Jadi Modal Utama Tim Piala Thomas dan Uber

Tim bulu tangkis Indonesia akan tampil dalam Kejuaraan Piala Thomas dan Uber di Denmark. Selain kesiapan individu, kebersamaan menjadi bekal penting.

15 Apr 2026 17:49 WIB · Olahraga

Humas PP PBSI

Oleh Yulia Sapthiani

JAKARTA, KOMPAS — Dalam kejuaraan beregu, ada satu faktor yang bisa menjadi modal berharga bagi tim, yaitu kekompakan. Ini akan menjadi bekal untuk kolaborasi atlet senior dan atlet muda Indonesia dalam Kejuaraan Bulu Tangkis Piala Thomas dan Uber.

Piala Thomas dan Uber di Horsens, Denmark, pada 24 April-3 Mei, menjadi agenda besar terdekat yang diikuti tim bulu tangkis Indonesia. Tim ”Merah Putih” akan berangkat pada Kamis (16/4/2026) untuk beradaptasi dengan lingkungan Denmark dan menyiapkan strategi untuk bersaing sejak hari pertama turnamen.

Seperti peserta lain, Indonesia akan memulai penampilan dari babak penyisihan grup. Tim Piala Thomas berada satu grup dengan Perancis, Thailand, dan Aljazair di Grup B. Adapun Tim Piala Uber akan bersaing dengan Taiwan, Kanada, dan Australia di Grup C. Sebanyak 16 tim putra dan 16 tim putri bersaing dengan format round robin untuk berebut dua posisi teratas di grup, sebagai syarat lolos ke perempat final.

Tim putra dan putri Indonesia diperkuat masing-masing 10 atlet, yang merupakan gabungan dari atlet senior dan atlet-atlet muda. Fajar Alfian, sebagai kapten tim Piala Thomas, Jonatan Christie, dan Anthony Sinisuka Ginting akan berbagi tugas dengan ”adik-adik” mereka, seperti Alwi Farhan, Mohammad Zaki Ubaidillah, Raymond Indra, dan Nikolaus Joaquin.

Tim Piala Uber Indonesia berpose dalam acara pelepasan Tim Piala Thomas dan Uber Indonesia di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Tim akan bertanding dalam kejuaraan di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei.

Di tim putri, yakni Siti Fadia Silva Ramadhati, Amallia Cahaya Pratiwi, dan Febriana Dwipuji Kusuma, sebagai yang paling senior bergabung bersama tiga debutan. Mereka adalah Thalita Ramadhani Wriyawan, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi, dan Febi Setianingrum. Tim Piala Uber dipimpin oleh Putri Kusuma Wardani sebagai kapten.

Sehari menjelang keberangkatan, acara pelepasan tim dilakukan di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Rabu. Acara ini dihadiri Ketua Umum PP PBSI Fadil Imran dan para wakilnya, serta pengurus PBSI lainnya. Setelah Fadil memberikan bendera Merah Putih kepada Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI Eng Hian, anggota tim memberikan hormat dan mencium bendera, satu per satu.

Eng Hian mengatakan, atlet akan didampingi pelatih teknik, pelatih fisik, fisioterapis, dokter, dan tim pendukung lain yang berperan penting dalam menyiapkan atlet untuk bertanding.

Total, terdapat 45 orang dalam tim, termasuk pelatih Vicky Angga Saputra yang merupakan pelatih Jonatan dan Hendra Setiawan sebagai pelatih Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. Jonatan dan Sabar/Reza, yang berlatih di luar pelatnas, menjadi bagian dari Tim Piala Thomas.

Fajar Alfian memberikan hormat kepada bendera Merah Putih dalam acara pelepasan tim Piala Thomas dan Uber Indonesia di pelatnas bulu tangkis, Cipayung, Jakarta, Rabu (15/4/2026). Indonesia akan tampil dalam kejuaraan yang berlangsung di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei.

”Kami optimistis, dengan persiapan matang dan kekompakan, Indonesia mampu memberikan hasil terbaik,” kata Eng Hian.

Sementara Fadil menyebut tiga faktor yang harus diingat setiap atlet saat bertanding, yaitu bermain dengan penuh tanggung jawab, menjaga kekompakan tim, dan menikmati setiap pertandingan. Kekompakan tim, jelas Fadil, menjadi faktor penting dalam ajang beregu. Adapun ketika atlet bisa menikmati setiap pertandingan, motivasi dan semangat pun bisa terangkat.

Pelatih tunggal putra Indra Widjaja juga menyebutkan bahwa kekompakan menjadi faktor pembeda antara persaingan dalam kejuaraan individu dan beregu. ”Hawa kejuaraan beregu berbeda. Kebersamaan, mental, dan semangat juang lebih utama, meski bukan berarti faktor lain tidak penting. Permainan, taktik, dan strategi tetap harus disiapkan,” kata Indra yang menjadi bagian dari tim Piala Thomas Indonesia saat menjadi juara di Hong Kong pada 1998.

Zaki, meskipun belum memiliki pengalaman bermain dalam Kejuaraan Piala Thomas dan Uber, bercerita tentang pentingnya kebersamaan saat mengikuti ajang beregu. Tunggal putra berusia 18 tahun ini menceritakan pengalamannya ketika membela Merah Putih dalam Kejuaraan Asia Beregu di Qingdao, China, Februari.  Ajang tersebut menjadi kualifikasi kejuaraan Piala Thomas dan Uber untuk zona Asia.

Sepuluh atlet putra memperkuat Tim Piala Thomas Indonesia dalam kejuaraan yang akan berlangsung di Horsens, Denmark, 24 April-3 Mei. Tim akan berangkat ke Horsens pada Jumat (16/4/2026).

”Saya sangat senang karena mendapat dukungan dari teman-teman saat bermain, itu menambah semangat. Suasananya berbeda dengan turnamen individu. Pengalaman itu akan saya bawa ke Piala Thomas nanti,” kata Zaki yang menjadi tunggal pertama tim putra Indonesia di Qingdao.

Di Horsens, Zaki berstatus sebagai tunggal ketiga di bawah Jonatan dan Alwi. Namun, dia juga bisa diturunkan sebagai tunggal kedua jika Jonatan tidak dimainkan. Jika keputusan ini diambil, posisi tunggal ketiga akan menjadi tanggung jawab Anthony.

Skenario Alwi, Zaki, dan Anthony dimungkinkan terjadi pada pertandingan pertama tim putra Indonesia, yaitu ketika melawan Aljazair pada 24 April. Adapun tim putri mulai bertanding keesokan harinya melawan Kanada.


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey
 | 

Penyelaras Bahasa:

FX Sukoto