Kekuatan Mental Jadi Modal Pesepak Bola Putri Belia

Mentalitas yang kuat tidak hanya berguna untuk menjadi pesepak bola putri yang lebih tangguh, tetapi juga berguna bagi kehidupan yang lebih luas.

10 Nov 2024 16:11 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah - [email protected]

JAKARTA, KOMPAS - Kekuatan mental yang diasah dan dibentuk dari pertandingan-pertandingan menjadi modal besar bagi para pesepak bola putri belia. Tak hanya bekal untuk menjadi pesepak bola putri yang lebih baik, mentalitas kuat berguna untuk menghadapi kehidupan yang lebih luas.

Para siswa SDN Kalisari 01 menunjukkan mentalitas yang kuat itu saat berhadapan dengan SDN Kalisari 05 pada turnamen antarsekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, MilkLife Soccer Challenge seri kedua Jakarta, Minggu (10/11/2024). Kedua tim bertanding dalam laga semifinal kelompok umur 12 tahun.

SDN Kalisari 01 sempat memimpin dengan skor 3-2 pada laga di Lapangan Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta, itu. Namun, SDN Kalisari 05 sukses menyamakan kedudukan dan membalikkan keunggulan menjadi 4-3.

Dalam kondisi ini, pemain SDN Kalisari 01, Clea Abelia (12) merasa sedih karena kekalahan seolah ada di depan mata. Namun, Abelia meyakinkan teman-temannya untuk terus berjuang lantaran pertandingan masih berjalan.

“Aku bilang, dulu pas seri satu bisa menang lawan mereka, sekarang juga pasti bisa. Sebenarnya aku juga sudah takut kalah, tapi harus menyemangati diri sendiri dan teman-teman lain,” ucap Abelia.

Pemain SDN Kebayoran Lama Selatan 19, Helga Cahya Yudi Sadira, menghibur temannya yang menangis setelah kalah pada laga semifinal kelompok umur 12 tahun turnamen antarsekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, MilkLife Soccer Challenge seri kedua Jakarta, melawan SDN Kebagusan 03 di Lapangan Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta, Minggu (10/11/2024).
Para pemain SDN Kalisari 01 merayakan keberhasilan mencetak gol penyama kedudukan melawan SDN Kalisari 05 pada laga semifinal kelompok umur 12 tahun turnamen antarsekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, MilkLife Soccer Challenge seri kedua Jakarta, di Lapangan Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta, Minggu (10/11/2024).
Pertandingan antara SDN Kalisari 01 dan SDN Kalisari 05 pada semifinal kelompok umur 12 tahun turnamen antarsekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, MilkLife Soccer Challenge seri kedua Jakarta, di Lapangan Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta, Minggu (10/11/2024).
Kiper SDN Kebayoran Lama Selatan 19 tersungkur setelah berusaha menyelamatkan gawangnya dari kebobolan saat melawan SDN Kebagusan 03 pada semifinal kelompok umur 12 tahun turnamen antarsekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, MilkLife Soccer Challenge seri kedua Jakarta, di Lapangan Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta, Minggu (10/11/2024).
Duel SDN Kebagusan 03 dan SDN Kebayoran Lama Selatan 19 (pink) pada semifinal kelompok umur 12 tahun turnamen antarsekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, MilkLife Soccer Challenge seri kedua Jakarta, di Lapangan Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta, Minggu (10/11/2024).

Dengan daya juang yang masih terjaga, SDN Kalisari 01 akhirnya bisa menyamakan kedudukan dua menit sebelum laga berakhir. Yunisa Nur Febriana (12) mencetak gol untuk skor 4-4 dan memaksa laga dilanjutkan ke babak adu pelanti.

SDN Kalisari 01 menang dengan skor 4-3. Abelia dan kawan-kawan melaju ke babak final untuk pertama kalinya. Mereka menantang SDN Kebagusan 03, tim debutan, yang menang melawan SDN Kebayoran Lama Selatan 19, 5-1.

Kekuatan mental juga ditunjukkan pemain SDN Kebayoran Lama Selatan 19, Helga Cahya Yudi Sadira (11). Selepas wasit meniup peluit panjang, Helga langsung berinisiatif menyalami pemain SDN Kebagusan 03. Dia juga menghibur rekan setimnya yang menangis karena kalah.

“Aku sih senang karena pertandingannya seru. Lawannya memang bagus. Jadi, aku bilang ke teman-teman jangan sedih karena masih ada kesempatan lagi nanti,” tutur Helga.

Kepala Pelatih MilkLife Soccer Challenge, Timo Scheunemann, mengatakan, para pemain yang sebelumnya ikut turnamen seri perdana telah menunjukkan perkembangan. Tidak hanya kemampuan mengolah si kulit bulat, para pemain berkembang secara mental dan kepribadian.

Quote

Terjun di bidang apapun nantinya, kita butuh mental yang kuat. Sebab, hidup itu tidak mudah.

Timo mencontohkan Abelia yang pada seri pertama masih belum bisa mengontrol emosi. Saat temannya melakukan kesalahan, Abelia yang termasuk pemain andalan di timnya itu kerap marah. Situasi berubah pada seri kedua.

Abelia sudah mulai bisa mengatur emosi dan bisa memotivasi teman-temannya ketika kondisi sulit. “Dia sudah bisa mengatur teman-temannya. Kalau kesal, tidak lagi ditunjukkan. Malah dia bisa mengangkat semangat teman-remannya. Itu sesuatu yang positif,” tutur Timo.

Menurut Timo, hal-hal seperti itulah yang bisa diajarkan lewat sepak bola. Pertandingan sepak bola membentuk karakter dan mental seseorang karena mengajarkan mengatasi tekanan saat mengejar kemenangan serta mengatasi kekelahan.

Pertandingan sepak bola, tutur Timo, adalah cerminan kehidupan. Bukan hanya perkara menang atau kalah, tetapi juga soal menghadapi hidup yang tidak akan melulu mudah. Kalaupun nantinya para pemain ini tidak menjadi pesepak bola pada masa mendatang, bekal dari sepak bola akan tetap berguna bagi mereka.

Duel pemain SDN Kebagusan 03. Albianca Raula (biru) dan SDN Kebayoran Lama Selatan 19, Helga Cahya Yudi Sadira (pink), pada semifinal kelompok umur 12 tahun turnamen antarsekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah, MilkLife Soccer Challenge seri kedua Jakarta, di Lapangan Kingkong Soccer Arena, Cijantung, Jakarta, Minggu (10/11/2024).

“Terjun di bidang apapun nantinya, kita butuh mental yang kuat. Sebab, hidup itu tidak mudah,” kata Timo yang kemudian mengutip filsuf eksistensialisme asal Denmark, Soren Kierkegaard, yakni:

“Dengarkanlah tangisan seorang perempuan yang hendak melahirkan —lihatlah perjuangan seorang pria yang sedang sekarat di saat-saat terakhirnya, lalu katakan padaku apakah sesuatu yang dimulai dan diakhiri dengan cara demikian dapat dimaksudkan untuk dinikmati.”


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata