Kemacetan panjang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakut. Panjang kemacetan mencapai 8 km. Kemacetan disebabkan oleh peningkatan aktivitas bongkar muat.
18 Apr 2025 11:52 WIB · Metro
Kemacetan panjang yang terjadi di sekitar Kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Kamis (17/4/2025), tidak pernah diduga sebelumnya oleh Dimas Aryo Wicaksono (35). Sepulang kerja dia harus terjebak kemacetan hingga dua jam karena kemacetan itu.
"Padahal saya menggunakan sepeda motor tetapi tetap saja terjebak," kata Dimas, Jumat (18/4/2025).
Setelah hampir 10 tahun tinggal di Kawasan Tanjung Priok, dia memperkirakan kemarin adalah kemacetan lalu lintas yang terparah yang pernah ia alami. "Terakhir kali saya mengalami kemacetan seperti ini pada 19 Desember 2015 tepat pada hari saya melamar istri saya," kata Aryo.
Ayah dua anak ini harus mengandalkan aplikasi penunjuk arah untuk mencari jalan pintas agar tidak terjebak kemacetan lebih lama. "Ya tapi saya tetap lebih lama sampai ke rumah. Bayangkan saya pulang kantor dari Jakarta Pusat pukul 15.30 dan baru sampai di rumah pukul 19.00," ucapnya.
Ketika sampai di rumah, Dimas baru mengetahui dari ayah mertuanya yang juga petugas Pelabuhan Tanjung Priok, jika kemacetan disebabkan oleh kesalahan koordinasi dalam aktivitas bongkar muat. "Karena kapalnya belum datang tetapi kontainer sudah melakukan muatan. Akibatnya terjadilah penumpukan di area Pelabuhan," kata Dimas.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2024/09/28/9e741880-dd22-453a-b21c-70301b40f27e.jpg)
Menurutnya, kesalahan seperti ini seharusnya tidak boleh terjadi. Karena tentu akan sangat merugikan banyak orang. "Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi," kata Dimas.
Kemacetan panjang sebenarnya tidak hanya terjadi kali ini. Dilansir dari Kompas.com, salah satu pengemudi kontainer, Matsanun (46), menyebut jika kemacetan truk kontainer di wilayah Tanjung Priok adalah hal yang lumrah terjadi.
"Enggak apa-apa (macet). Sudah biasa ," kata Matsanun. Namun menurutnya, kemacetan yang sudah terjadi sejak Kamis (17/4/2025) merupakan kejadian yang luar biasa.
Pada Jumat pukul 09.05, kepadatan arus lalu lintas masih terlihat sejak memasuki kelurahan Sungai Bambu hingga menjelang gerbang masuk Tanjung Priok sejauh 8 kilometer.
Terkait kemacetan ini, melalui keterangan persnya, Executive General Manager Pelindo Regional 2 Tanjung Priok, Adi Sugiri menjelaskan, situasi ini terjadi karena adanya peningkatan arus barang peti kemas yang akan melakukan kegiatan penerimaan dan pengiriman peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini bersamaan dengan selesainya masa arus mudik lebaran dan pasca pembatasan lalu lintas barang.
Adi menyatakan dalam proses bongkar muat tidak terdapat hambatan akibat dari error system, baik di gerbang Pelabuhan maupun di terminal peti kemas Pelabuhan Priok. "Dipastikan bahwa kegiatan bongkar muat kapal berjalan lancar tanpa ada kendala," ujarnya.
Dia mencontohkan salah satu titik kemacetan yaitu pada Terminal NPCT 1 dikarenakan peningkatan volume kendaraan yang melakukan kegiatan receiving delivery peti kemas. Data menunjukan adanya peningkatan jumlah truk yang masuk kedalam terminal. "Bahkan lonjakannya mencapai 100 persen," katanya.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2023/02/22/f8a28877-085a-4ad3-a7da-c24bdbdba441.jpg)
Secara rata–rata harian, kata Adi, jumlah truk yang masuk menuju New Priok Container Terminal (NPCT) 1, kurang dari 2.500 truk. Namun pada Kamis (17/4/2025), jumlah truk mencapai di atas 4.000 unit. Adapun sistem operasi yang ada di terminal dan di Common Area pintu masuk menuju NPCT1 dipastikan normal tanpa kendala.
Akibat kejadian ini, Adi mewakili manajemen Pelindo memohon maaf kepada seluruh masyarakat, mitra dan pemangku kepentingan terkait yang terimbas akibat kemacetan yang terjadi. "Padatnya aktivitas bongkar muat ini dikarenakan ritme proses receiving delivery di terminal yang dilakukan secara bersamaan pasca pembatasan serta mengejar sebelum libur bersama yang jatuh pada hari Jumat (18/4/2025) hingga Minggu (20/4/2025)," katanya.
Adi pun berkomitmen akan terus berupaya menjaga kelancaran operasional dan memastikan layanan kepada pelanggan tetap berjalan secara optimal. "Meskipun terjadi peningkatan volume logistik, kami tidak berhenti untuk berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membantu kelancaran pada titik-titik kemacetan di Pelabuhan Tanjung Priok.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Pelabuhan Tanjung Priok, Takwim Masuku menyampaikan, koordinasi terus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan kemacetan yang terjadi. Ia pun memastikan tidak ada sistem yang bermasalah di Terminal peti kemas.
Padatnya aktivitas bongkar muat ini dikarenakan ritme proses receiving delivery di terminal yang dilakukan secara bersamaan pasca pembatasan serta mengejar sebelum libur bersama yang jatuh pada hari Jumat (18/4/2025) hingga Minggu (20/4/2025). (Adi Sugiri)
"Kami meminta untuk para operator terminal melakukan percepatan dalam pelayanan penerimaan dan pengiriman barang dan memaksimalkan penyangga (buffer) yang tersedia," ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Polres Pelabuhan, Ajun Komisaris Besar Martuasah Tobing mengatakan, jajarannya telah berkoordinasi dengan Polres Jakarta Utara dan berupaya optimal mengurai kemacetan bersama dengan Port Facility Security Officer (PFSO) Pelabuhan serta melakukan pengalihan dan rekayasa lalu lintas.
“Kami juga memastikan keamanan kepada para supir truk bahwa di dalam pelabuhan tidak ada premanisme dan pungli. Segera laporkan jika masih terdapat pungli,” ujar Martuasah.
Terpisah, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Donny Bagus Wibisono mengatakan, pihaknya berharap agar pengendara mobil atau motor bisa melewati jalur alternatif yang sudah disiapkan untuk mengantisipasi kemacetan .
Jika pengendara datang dari arah Cilincing ke Yos Sudarso, pengendara dapat melewati lampu merah (Traffic Light/TL) Jaya ke kiri mengarah ke Simpang lima semper lalu ke arah Plumpang menuju Pasar Ular. Selanjutnya, pengendara bisa ke kanan menuju ke Polres Jakarta Utara atau ke arah RS Koja atau Jalan Yos Sudarso.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2018/08/13/a8d0cd66-e838-4542-98f4-b96389175a02.jpg)
Sementara dari Polres Jakarta Utara, pengendara dapat berbelok ke kiri menuju pertigaan pinggir kali, lalu berbelok ke kanan menuju Tower Pelindo. Setelah itu, pengendara bisa berbelok ke kanan menuju Jalan Yos Sudarso atau ke arah Pasar Ular menuju ke Simpang Lima Semper menuju ke TL Jaya Cilincing.
Sementara untuk pengendara yang melewati Terbus Tanjung Priok dapat
mengarah ke TL PTT berbelok ke kanan menuju Jl Gadang lalu lurus ke arah Jln Sunter Utara.
"Kami mengimbau pengendara yang tidak memiliki kepentingan mendesak untuk menghindari jalan Yos Sudarso," ucapnya.
Penulis:
Rhama Purna JatiEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Nur Adji