Warga berharap siapa pun pemimpin yang terpilih di Pilkada Sumbar bisa memajukan daerah di berbagai bidang.
27 Nov 2024 12:43 WIB · Politik & Hukum
PADANG, KOMPAS — Warga di Kota Padang, Sumatera Barat, menunaikan hak pilih mereka di tempat pemungutan suara, Rabu (27/11/2024). Siapa pun calon kepala daerah yang terpilih, mereka berharap pemimpin tersebut bisa memajukan daerah.
Di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di Padang, warga datang silih berganti untuk mencoblos. Para pemilih mencoblos dua surat suara, yaitu Pemilihan Wali Kota Padang dan Pemilihan Gubernur Sumatera Barat.
Isnur (62), warga Kecamatan Padang Barat, misalnya, mendatangi TPS 3 Kelurahan Ujung Gurun, sekitar pukul 09.00 WIB. Seusai mencoblos, ia pun menyampaikan sejumlah harapan kepada pemimpin yang terpilih nantinya.
”Supaya Kota Padang dan Provinsi Sumbar jauh lebih maju dibandingkan dengan sebelumnya,” kata Isnur, yang baru dua tahun ini kembali ke kampung halaman setelah merantau puluhan tahun sebagai guru di Kota Mempawah, Kalimantan Barat.
Menurut Isnur, selama merantau, warga di rantau selalu mengagung-agungkan Padang dan Sumbar sebagai tempat berwisata. Namun, beberapa tahun terakhir, pariwisata di Padang dan Sumbar tertinggal dibandingkan dengan daerah lain, terutama lagi dengan isu bencana.
”Jadi, siapa yang terpilih nanti, bagaimana pun caranya, harus bisa memajukan pariwisata Sumbar,” ujarnya.
Sabaria (45), pemilih lainnya di TPS 3 Kelurahan Ujung Gurun, berharap siapa pun yang terpilih sebagai wali kota Padang dan gubernur Sumbar nantinya agar melanjutkan program bagus yang sudah ada dan membenahi persoalan yang masih ada.
”Di beberapa kabupaten di Sumbar yang saya kunjungi, masih ada jalan yang rusak, berlubang-lubang. Itu juga harus jadi perhatian,” katanya.
Sementara itu, Putri (29), pemilih di TPS 5 Kelurahan Jati Baru, Kecamatan Padang Timur, mengatakan, perekonomian Sumbar saat ini sedang lesu. ”Harapannya, siapa pun yang terpilih, agar bisa memajukan perekonomian,” katanya.
Putri juga berharap lapangan pekerjaan semakin diperbanyak dan harus bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme. ”Rekrutmennya harus sportif dan terbuka. Jangan mengutamakan orang dalam,” ujarnya.
Adapun untuk tingkat partisipasi, petugas TPS menyebut jumlahnya relatif baik. Di TPS 3 Kelurahan Ujung Gurun, hingga pukul 10.00, jumlah pemilih sebanyak 116 orang dari total 440 orang daftar pemilih tetap (DPT).
Siapa pun yang terpilih sebagai wali kota Padang dan gubernur Sumbar nantinya agar melanjutkan program bagus yang sudah ada dan membenahi persoalan yang masih ada.
”Warga sangat antusias menggunakan hak suaranya untuk memilih gubernur Sumbar dan wali kota Padang,” kata David Lafenti (25), Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 3 Kelurahan Ujung Gurun.
Di TPS 5 Kelurahan Jati Baru, hingga pukul 10.30, jumlah pemilih sudah lebih dari separuh dari total DPT 531 orang. Pendaftaran pemilih di TPS berakhir pukul 12.00 dan pencoblosan pukul 13.00. TPS mengumumkan melalui pengeras suara di masjid untuk mengajak pemilih mencoblos.
Ketua KPPS TPS 5 Kelurahan Jati Baru Sari Anggraini (45) mengatakan, partisipasi pemilih relatif baik. ”Namun, jika dibandingkan Pilpres 2024, partisipasi pemilih pilpres kemarin memang lebih antusias,” katanya.
Penulis:
Yola SastraEditor:
Rini KustiasihPenyelaras Bahasa:
Teguh Candra