Keberhasilan Haiti lolos ke Piala Dunia 2026 menjadi catatan sejarah menggembirakan bagi negara yang terakhir kali tampil di ajang utama FIFA pada tahun 1974 itu.
14 Jun 2026 10:10 WIB · Olahraga
Getty Images via AFP
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/d7364010e396ea68054640f5ab3a900e-063_2281301371.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/5297f8abf2ad27042575c9d1b74f090f-1000024524.jpg)
Haiti menjadi salah satu negara yang mendapat banyak sorotan dalam Piala Dunia 2026 karena berhasil kembali berlaga di ajang itu setelah absen selama lebih dari setengah abad.
Meski tengah menghadapi bermacam tantangan sosial, ekonomi, dan politik yang kompleks, negara di Kepulauan Karibia yang pernah didera gempa dahsyat pada tahun 2010 ini mampu membawa budaya sepak bola mereka ke kancah dunia. Pada Minggu (14/6/2026), Haiti telah mengawali perjalanan di Piala Dunia dengan hasil kalah 0-1 saat menghadapi Skotlandia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/240c0f563eb7db8693bcd2d554a8a0cd-AP26148007307360.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/9d7270ef1506ff380372b705e423bb47-AP24085732096552.jpg)
Negara terbesar di Karibia dengan populasi 11,4 juta jiwa itu memiliki tim nasional sepak bola kebanggaan bangsa itu yang mendapat julukan ”Les Grenadiers”. Sepak terjang mereka mengantar Haiti kembali masuk ke ajang utama FIFA setelah terakhir kali terlihat di Piala Dunia tahun 1974.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/83100a56326f70721100e16ece05af55-000_B6XN6KE.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/8c121262f87579d79f325128bcaa8f28-AP26157102119795.jpg)
Harapan Haiti diletakkan pada pundak Les Grenadiers agar tim tersebut mengembalikan kejayaan negara yang merdeka dari perbudakan pada tahun 1804 itu.
Tim nasional Haiti lolos ke Piala Dunia 1974 setelah menjuarai Kejuaraan Concacaf pada tahun sebelumnya. Kejuaraan yang berlangsung di kandang sendiri, yakni di Port-Au-Prince, itu mendapat dukungan penuh dari seluruh bangsa dan mengantar Haiti ke Piala Dunia untuk pertama kali.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/74075f26ccc471b051dbe630b9da06d4-AP18185445459417.jpg)
Langkah Haiti pada Piala Dunia 1974 langsung terasa berat sejak awal karena mereka berada dalam satu grup bersama para timnas kampiun seperti Italia, Argentina, dan Polandia. Meski harus tunduk pada Italia dan kembali ke Karibia pada tahap awal, penampilan Haiti di tingkat dunia pada saat itu telah menjadi pendorong semangat yang luar biasa bagi bangsa itu dalam pengembangan budaya sepak bola.
Tahap yang sama ditempuh oleh Haiti untuk meraih cita-cita mereka selama lebih dari lima dekade. Setelah menjuarai Concacaf pada tahun 2025 dengan mengalahkan Nikaragua, mereka berhak atas tiket menuju Piala Dunia 2026 diselenggarakan di Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/564330c94f859a59fee0d151227c111a-AP25173843198918.jpg)
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/53fe37c55eb4c61ce23e1f93e27adb17-063_2281247610.jpg)
Seperti pada tahun 1974, Haiti juga memasuki grup yang cukup berat pada Piala Dunia tahun ini. Les Grenadiers langsung berhadapan dengan Skotlandia, Brasil, dan Maroko di Grup C.
Haiti tercatat sebagai tim dengan peringkat FIFA terendah dalam Grup C. Meski demikian, timnas Haiti di bawah asuhan Pelatih Sebastien Migne ini optimis dan akan berjuang sekuat tenaga agar dapat kembali mengharumkan nama bangsa itu di kancah dunia.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/06/14/ccbc03a0723b50847b80bf12cf981fa6-063_2281300751.jpg)
Sepak bola terus menjadi salah satu cara Haiti agar mendapat sorotan dari masyarakat dunia. Tahun ini timnas negara itu akan berjuang sekuat tenaga agar dapat melaju lebih jauh dibandingkan para pendahulu mereka setelah 52 tahun berjeda di Piala Dunia.
Penulis:
Ferganata Indra RiatmokoEditor:
Yuniadhi AgungPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan