Swiatek, Pegula, dan Rybakina melaju ke babak keempat turnamen tenis WTA Indian Wells. Mereka menang dalam waktu sekitar satu jam.
10 Mar 2025 10:49 WIB · Olahraga
INDIAN WELLS, MINGGU—Tak banyak waktu yang terpakai Iga Swiatek dan Jessica Pegula untuk memenangi babak ketiga turnamen tenis WTA 1000 Indian Wells. Mereka menjadi dua unggulan teratas pada paruh bawah undian yang masih mempertahankan peluang juara.
Swiatek, yang menjadi unggulan kedua, mengalahkan Dayana Yastremska dengan skor 6-0, 6-2 di Lapangan 1 Indian Wells Tennis Garden, California, Amerika Serikat, Minggu (9/3/2025) dalam waktu satu jam enam menit. Di lapangan 2, Pegula (4) menang atas Wang Xin Yu 6-2, 6-1 dalam pertandingan yang lebih cepat empat menit.
Kemenangan dalam waktu yang sedikit lebih lambat dari Swiatek dan Pegula juga didapat Elena Rybakina (7). Juara WTA Indian Wells 2023 ini bermain selama satu jam 16 menit untuk mengalahkan Katie Boulter 6-0, 7-5.
Seperti Rybakina, Swiatek masih berada di jalur menuju juara di Indian Wells lebih dari satu kali. Petenis Polandia ini, bahkan, bisa menjadi petenis pertama yang tiga kali menjuarai WTA Indian Wells sejak turnamen diselenggarakan pada 1989. Swiatek juara pada 2022 dan 2024.
Cara bermain saya memang cocok di lapangan ini, tetapi, itu bukan satu-satunya faktor. Banyak hal lain yang harus dilakukan dengan benar untuk menang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/2771e7907997cdd2edb849081c401a1e-MTS_SPO_TEN_WTA_BNP_PARIBAS_OPEN_DAY_5_128110975.jpg)
Skor “bagel”, yaitu 6-0, saat mengalahkan Yastremska menjadi yang kedua setelah Swiatek menang 6-2, 6-0 atas Caroline Garcia pada babak pertama. Swiatek juga membuat skor 6-0 saat mengalahkan Yastremska pada WTA 1000 Dubai, Februari, yaitu 7-5, 6-0.
Yastremska menjadi korban dari groundstroke agresif Swiatek. Dia bermain nyaman di lapangan keras Indian Wells Tennis Garden yang memantulkan bola agak tinggi. Dengan pantulan bola seperti itu, petenis lain, bahkan, membandingkan lapangan tersebut dengan lapangan tanah liat, jenis lapangan yang dikuasai Swiatek.
Maka, bermain di Indian Wells Tennis Garden lebih banyak bicara tentang putaran bola yang dipukul, bukan tentang kecepatan. Dan, Swiatek piawai memukul topspin yang membuat bola berputar cepat hingga sulit dikembalikan lawan dengan benar.
“Cara bermain saya memang cocok di lapangan ini, tetapi, itu bukan satu-satunya faktor. Banyak hal lain yang harus dilakukan dengan benar untuk menang,” kata Swiatek yang akan melawan Karolina Muchova pada babak keempat.
Kecocokan Swiatek dengan tempat pertandingan di area gurun tersebut menghasilkan persentase kemenangan 90,9 persen, hasil 20 kali menang dan dua kalah sebelum tampil pada 2025. Dari 20 kemenangan tersebut, 17 diantaranya didapat melalui laga straight sets.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/ab128d3d2df4535adea82479656ac629-MTS_SPO_TEN_WTA_BNP_PARIBAS_OPEN_DAY_5_128117630.jpg)
Bagi Pegula, laga melawan Elina Svitolina menjadi babak keempat yang ketiga kalinya setelah dia mencapai babak yang sama pada 2023 dan perempat final, dua tahun sebelumnya. Walaupun bermain di negara sendiri, Pegula tak cukup nyaman bermain di Indian Wells. Dia lebih senang bertanding di WTA Miami dengan lapangan yang berkarakter lebih cepat.
Sementara, setelah mengalahkan Boultier, Rybakina akan berhadapan dengan Mirra Andreeva. Andreeva, yang berusia 17 tahun, membuat kejutan ketika menjuarai WTA 1000 Dubai, Februari, dengan mengalahkan Clara Tauson di final.
Pada tunggal putra, dalam level ATP Masters 1000, kemenangan pada babak ketiga didapat beberapa unggulan, seperti Daniil Medvedev, Stefanos Tsitsipas, Tommy Paul, dan Holger Rune.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/03/10/d99ab84dac883d6d516b62c9692d3b7e-MTS_SPO_TEN_WTA_BNP_PARIBAS_OPEN_DAY_5_128114921.jpg)
Dalam persaingan ganda putri, langkah Aldila Sutjiadi terhenti pada babak kedua. Petenis Indonesia yang berpasangan dengan Fanny Stollar (Hungaria) itu kalah dari Tereza Mihalikova/Olivia Nicholls (Slowakia/Inggris) dengan skor 1-6, 6-4, 2-10. Sebelum menjalani set ketiga, Stollar menjalani perawatan medis di bagian pinggang.
WTA Indian Wells menjadi turnamen pertama bagi Aldila pada 2025. Dia menunda penampilannya karena mengalami gangguan kesehatan sejak Desember 2024. Aldila harus menjalani pengobatan, salah satunya dengan terapi, untuk menyembuhkan kondisi tuli tiba-tiba.
Kondisi tersebut membuatnya hilang keseimbangan sehingga tidak memungkinkan untuk kembali ke lapangan tenis sesuai rencana. Saat ini, keseimbangannya telah pulih meski pendengarannya masih sedikit terhambat. (AFP)
Penulis:
Yulia SapthianiEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Kusnadi .