BerandaOlahragaKemenangan Emosional Yuna...

Kemenangan Emosional Yunani Tutupi Kegagalan Eksperimen Carsley di Inggris

Skuad Yunani memberikan segalanya demi melepas rekan mereka, Baldock, yang ”pergi” sehari jelang laga melawan Inggris.

11 Okt 2024 08:06 WIB · Olahraga

Oleh KELVIN HIANUSA

Para pemain Yunani melakukan penghormatan untuk George Baldock seusai berakhirnya laga penyisihan Grup F Liga Nasional Eropa kontra Inggris di Stadion Wembley, London, Inggris, Jumat (11/10/2024) dini hari WIB. Inggris kalah 1-2.

LONDON, JUMAT — Di balik kemenangan tim nasional Yunani atas Inggris, terdapat inspirasi dari kabar duka pesepak bola George Baldock. Skuad Yunani ingin memberikan penghormatan terakhir untuk mantan rekan mereka. Kemenangan emosional itu agak menutupi kegagalan eksperimen Lee Carsley, pelatih interim Inggris.

Yunani menang untuk pertama kali atas Inggris setelah 10 pertemuan sepanjang sejarah. Kemenangan 2-1 terasa sempurna karena diraih di markas lawan, Stadion Wembley, London, Jumat (11/10/2024) dini hari WIB. Sebelumnya, mereka belum pernah mencetak gol sekali pun di stadion megah tersebut.

Hasil mengejutkan pada hari itu seperti sudah digariskan. Sebelum laga, kedua tim mengheningkan cipta terlebih dulu. Baldock, pemain Panathinaikos, ditemukan meninggal di kolam renang rumahnya yang terletak di pinggir kota Athena, kemarin. Baldock yang berusia 31 tahun sudah membela timnas Yunani 12 kali.

Baca juga: Pembuktian Wajah Transisi Jerman

”Ini adalah hari yang spesial untuk kami karena George. (Kami terus memikirkannya) sejak mendapatkan kabar kemarin. Momen sulit untuk kami karena dia bagian dari tim ini. Pria spesial. Kami bermain untuk dia. Apa pun hasilnya hari ini, kami ingin memberikan segalanya untuk dia,” kata penyerang Yunani, Vangelis Pavlidis.

Para pemain Inggris dan Yunani mengheningkan cipta untuk George Baldock, pemain Yunani kelahiran Inggris, menjelang laga penyisihan Grup F Liga Nasional Eropa di Stadion Wembley, London, Inggris, Jumat (11/10/2024) dini hari WIB. Inggris kalah 1-2.

Pavlidis mencetak dua gol sekaligus. Seusai menyarangkan bola, dia berselebrasi dengan mengangkat ban hitam dari lengannya. Ban yang dipakai seluruh pemain itu menandakan dukacita. Semua pemain dan staf pelatih Yunani berfoto bersama dengan jersei Baldock setelah laga. Mereka meninggalkan lapangan dengan tangisan.

Motivasi itu yang membuat Yunani tampil begitu spartan sepanjang laga. Mereka tidak pernah menyerah walaupun tiga gol yang dicetak sempat dianulir karena offside. Pavlidis dan rekan-rekan juga tidak gentar ketika gelandang lawan Jude Bellingham menyamakan kedudukan pada menit ke-87.

Quote

Semua gol kami dari kesalahan yang mana itu mengecewakan.

Tim asuhan Pelatih Ivan Jovanovic itu tetap bertahan sekuat mungkin menahan gempuran para pemain Inggris. Setelah serangan lawan berakhir, mereka akan berlari secepat mungkin untuk menyerang balik. Gol kemenangan itu akhirnya hadir pada injury time 90+3 setelah kemelut di depan gawang lewat sepakan Pavlidis.

Kapten tim Inggris, John Stones, turut memuji penampilan tim tamu. ”Cara mereka bermain membuat kami kesulitan menembus garis pertahanan malam ini. Mereka menekan kami dengan tinggi dan membuat kami kesulitan. Kami tidak cukup baik dalam membangun serangan,” katanya.

Pemain Yunani, Konstantinos Koulierakis (kanan), menghibur bintang Inggris, Jude Bellingham, seusai berakhirnya laga penyisihan Grup F Liga Nasional Eropa di Stadion Wembley, London, Inggris, Jumat (11/10/2024) dini hari WIB. Inggris kalah 1-2.

Stones menambahkan, kabar duka juga berdampak terhadap para pemain ”Tiga Singa”. ”Beberapa dari pemain kami sangat dekat dengannya. Hendo (Dean Henderson) salah satunya. Kami tahu itu tidak mudah bagi mereka (yang mengenal Baldock),” ujarnya.

Baldock lahir di Buckingham, Inggris, walaupun membela timnas Yunani. Dia menghabiskan hampir seluruh kariernya di klub-klub Inggris, mulai dari MK Dons, Oxford United, hingga terakhir Sheffield United. Pemain berposisi bek sayap itu baru saja pindah ke Panathinaikos pada musim panas lalu.

Hasil dari pertandingan Grup A2 Liga Nasional Eropa itu sekaligus menandai kekalahan pertama Lee Carsley sebagai Pelatih Inggris. Eksperimen sang pelatih untuk memainkan strategi ofensif total terbilang gagal. Permainan Inggris tidak seimbang, terlihat sangat rentan ketika diserang balik oleh Yunani.

Baca juga: Dalam 45 Menit, Lee Carsley Menyulap Inggris

Carsley berupaya mengakomodasi tiga gelandang serang sekaligus, yaitu Cole Palmer, Jude Bellingham, dan Phil Foden. Dengan penyerang Harry Kane yang masih cedera, Inggris bermain tanpa penyerang tengah murni. Meskipun begitu, mereka memasang formasi 4-4-2 dengan Bellingham dan Foden memimpin lini serang.

Di antara para pemain berposisi sentral, hanya gelandang Declan Rice yang bertugas menjaga keseimbangan. Palmer lebih sering maju membantu serangan, mendukung Bellingham dan Foden. Alhasil, ketika situasi transisi, Rice sangat kerepotan menjaga duet bek tengah Inggris. Adapun Yunani tampil dengan dua striker sekaligus.

Ekspresi Lee Carsley, pelatih interim Inggris, saat timnya menghadapi Yunani pada laga penyisihan Grup F Liga Nasional Eropa di Stadion Wembley, London, Inggris, Jumat (11/10/2024) dini hari WIB. Inggris kalah 1-2.

”Kami mencoba hal berbeda untuk menumpuk pemain di lini tengah. Kami sudah mencoba itu selama 20 menit di latihan, tetapi hasilnya cukup mengecewakan karena tidak keluar sama sekali. Sulit berharap banyak (dari latihan yang sedikit). Kami harus mencobanya lagi,” kata Carsley.

Masalah Tiga Singa bukan itu saja. Lini pertahanan mereka juga baru. Duet bek Stones dan Levi Colwill dimainkan. Colwill bertugas sebagai bek sayap pada jendela internasional sebelumnya. Posisi itu diisi pemain Manchester City, Rico Lewis, yang kurang piawai bertahan. Kestabilan tim itu dalam bertahan pun terganggu.

Inggris beruntung hanya kalah selisih satu gol. Mereka bisa lebih terpuruk seandainya pemain Yunani tidak dalam posisi offside. Carsley menyadari masalah di lini belakang itu dan berkomitmen untuk memperbaiki segera. ”Semua gol kami dari kesalahan yang mana itu mengecewakan,” ucap Carsley.

Baca juga: Dimulai, Era Baru Inggris Tanpa Southgate

Tuan rumah baru menampilkan penyerang tengah murni pada paruh kedua. Inggris memasukkan Ollie Watkins dan Dominic Solanke. Hasilnya tidak terlalu banyak berpengaruh karena para pemain mereka minim kreativitas. Sementara Yunani sudah sangat nyaman bertahan di kotak penalti sendiri. (AP/REUTERS)


Kerabat Kerja

Penulis:

KELVIN HIANUSA
 | 

Editor:

YULVIANUS HARJONO