Bermain di Stadion Anoeta selalu tidak mudah bagi Real. Raihan tiga poin harus dibayar mahal dengan kartu merah ”siluman”, hukuman penalti, dan gol yang dianulir.
14 Sep 2025 03:13 WIB · Olahraga
SAN SEBASTIAN, SABTU — Real Madrid melanjutkan awal musim yang sempurna dengan menaklukkan Real Sociedad, 2-1, di Stadion Anoeta, San Sebastian, Sabtu (13/9/2025). Dengan hasil ini, Real sukses meraih empat kemenangan beruntun di Liga Spanyol. Namun, kemenangan ini harus dibayar mahal dengan beberapa keputusan yang merugikan ”Los Blancos”.
Kehilangan Dean Huijsen yang mendapat kartu merah pada babak pertama menjadi kerugian terbesar Real di laga tersebut. Bek yang baru didatangkan Real dari Bournemouth itu menjatuhkan Mikel Oyarzabal yang berlari kencang memanfaatkan serangan balik. Ini menjadi kartu merah kedua bagi Huijsen semenjak bergabung dengan Real musim panas ini. Sebelumnya, bek berusia 20 tahun itu sudah diganjar kartu merah saat melawan Borussia Dortmund di Piala Dunia Antarklub.
Akibat mendapat kartu merah langsung, Huijsen diperkirakan harus absen sebanyak dua hingga empat laga ke depan. Hukuman Huijsen akan lebih ringan jika Real sukses memenangkan banding.
Kartu merah Huijsen memantik protes dari para pemain Real, termasuk Pelatih Xabi Alonso, yang diganjar kartu kuning setelah melancarkan protes keras kepada wasit Jesus Gil Manzano. Keputusan wasit menghukum Huijsen dengan kartu merah langsung dinilai janggal karena pelanggaran terjadi di saat masih ada bek Real lainnya, Eder Militao, di belakang.
Setelah dihukum, Huijsen lantas mengacungkan jari telunjuk dan tengahnya membentuk angka dua. Dengan gestur itu, ia seakan hendak mengatakan ada dua bek Real tersisa di lini belakang sehingga pelanggaran itu tidak seharusnya mendapat kartu merah langsung.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/14/7d7c2ea1ca2e79547e0a3c07bd456413-1000009269.jpg)
”Menurut saya (pelanggaran), itu (seharusnya) kartu kuning. (Eder) Militao hampir saja mengenai sasaran, bola tidak terkendali, mereka berjarak 40 meter. Menonton tayangan ulangnya, saya masih belum berubah pikiran. Dia (wasit) memberi saya penjelasannya dan saya tidak yakin,” ujar Alonso saat konferensi pers usai laga.
Protes keras Alonso sangat bisa dimengerti karena begitu merugikan timnya. Tiadanya Huijsen mengganggu kestabilan lini belakang. Apalagi Real sebelumnya sudah kehilangan bek lainnya, Antonio Ruediger, yang mengalami cedera. Dengan situasi itu, Alonso kini hanya memiliki Militao, David Alaba, dan Raul Asencio sebagai bek tengah. Dua bek memulai laga sejak awal dengan hanya satu bek tengah cadangan. Namun, Real beruntung memiliki Aurelien Tchouameni yang bisa ditugaskan sebagai bek tengah darurat.
Pertandingan langsung berjalan berat sebelah setelah Huijsen diusir. Real Sociedad yang tertinggal dua gol meningkatkan intensitas serangan pada babak kedua. Tim besutan Pelatih Sergio Francisco berbalik dominan dengan 76 persen penguasaan bola berbanding 24 milik Real.
Real terus menerus digempur pada babak kedua. Berkat meningkatkan intensitas serangan, Sociedad melepaskan empat tembakan tepat sasaran dan menghasilkan lima peluang emas.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/14/ddaf71fce23aee82950979756ce9968d-1000009267.jpg)
Kartu merah Huijsen bukan satu-satunya kerugian yang Real alami. Saat laga baru berjalan dua menit, Arda Guler sempat mencetak gol. Namun, gol itu pada akhirnya dianulir karena offside.
Kerugian lainnya adalah hadiah penalti kepada Sociedad yang pada akhirnya sukses dikonversi menjadi gol oleh Oyarzabal pada menit ke-56. Wasit memberikan hadiah penalti setelah bola dinilai menyentuh lengan Dani Carvajal saat kemelut terjadi di area pertahanan Real.
Tanpa kesulitan, Oyarzabal mengecoh kiper Thibaut Courtois sekaligus memperkecil ketertinggalan Sociedad yang lebih dulu tertinggal oleh gol Kylian Mbappe pada menit ke-12 dan Guler satu menit jelang babak pertama usai.
”Kartu merah sangat berpengaruh, tetapi Anda juga harus tahu cara bermain dengan sepuluh pemain. Ada periode di babak kedua ketika kami terlalu mundur, tetapi kami beradaptasi dengan skema bermainnya. Pergantian pemain berjalan dengan baik,” kata Alonso.
Terlepas dari berbagai macam kerugian yang Real alami, Alonso bisa sedikit tersenyum setelah berhasil meraih empat kemenangan di awal musim. Hasil ini setidaknya memperbesar harapan untuk merebut gelar juara dari Barcelona pada akhir liga.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/14/f1989bc7b8a51af3ee8584f5b97b13a9-1000009271.jpg)
Selain itu, Alonso cukup puas dengan kinerja lini depannya yang mulai kreatif dalam membongkar pertahanan lawan. Meski hanya menang tipis atas Sociedad, performa lini serang Real di laga ini cukup atraktif.
Gol Guler yang menggandakan keunggulan Real berawal dari kombinasi apik dengan Mbappe. Kedua pemain itu terus berlari mencari ruang sebagaimana yang diinginkan Alonso. Meraih poin penuh di Stadion Anoeta memang tidak pernah mudah bagi Real, tetapi permainan kolektif seperti diperagakan Mbappe dan Guler membuat hal yang terasa mustahil di Anoeta menjadi mungkin.
Tambahan tiga poin dari markas Sociedad memperkokoh posisi Real di puncak klasemen sementara dengan koleksi 12 poin. Real dibayangi Athletic Bilbao yang mengumpulkan 10 poin di peringkat kedua.
”Ini awal yang baik bagi tim dan saya, tetapi musim ini ada 10 bulan dan 11 bulan dengan Piala Dunia. Jadi sekarang saya harus bermain bagus untuk waktu yang lama,” kata Mbappe.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan