Kemenangan Jakarta Garuda Jaya atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi di Proliga 2026 bukan hanya tentang raihan tiga poin. Ada juga asa tentang regenerasi timnas voli.
17 Jan 2026 16:09 WIB · Olahraga
PBVSI
Kemenangan atas Medan Falcons Tirta Bhagasasi bukan hanya jadi tiga poin perdana Jakarta Garuda Jaya sejak kembali ikut Proliga mulai 2024. Hasil positif itu juga menunjukkan perkembangan tim yang dihuni para pemain muda dan diproyeksikan mengisi timnas senior beberapa tahun mendatang.
Kemenangan bersejarah itu datang pada pertandingan Proliga 2026 seri kedua putaran pertama di GOR Voli Indoor Sport Center, Kualanamu, Medan, Kamis (15/1/2026). Garuda Jaya menaklukkan tuan rumah dengan skor 3-1 (25-22, 23-25, 25-20, 25-23).
Pelatih Jakarta Garuda Jaya, Nur Widayanto, mengatakan, tekanan yang dihasilkan lewat servis menjadi salah satu kunci kemenangan timnya. Menurut dia, banyak poin diraih melalui tekanan servis yang menyulitkan penerimaan lawan, dilengkapi permainan cepat dan smes keras yang efektif.
”Kami mengapresiasi kerja keras pemain. Meski sempat kehilangan set kedua, mereka mampu bangkit dan menguasai permainan kembali,” ujar Nur Widayanto.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/17/2964b35ffe262f28625835514cefb66f-WhatsApp_Image_2026_01_15_at_19.25.52.jpeg)
Sejak set pembuka, Jakarta Garuda Jaya memang tampil lebih stabil dengan mengandalkan permainan cepat dan servis agresif. Strategi tersebut menyulitkan tuan rumah untuk mengembangkan permainan.
Baru pada set kedua, Medan Falcons bangkit. Tim debutan di Proliga 2026 ini mendapatkan tambahan motivasi dari dukungan publik sendiri. Mereka pun berhasil memaksakan skor imbang 1-1.
Namun, Garuda Jaya menunjukkan konsistensinya pada dua set berikutnya. Permainan efektif, terutama dalam penyelesaian akhir, mengantarkan Dawuda Alahimassalam dan kawan-kawan meraih kemenangan perdana. Pada pertandingan pertama di Proliga 2026, Garuda Jaya menelan kekalahan 0-3 (18-25, 15-25, 22-25) dari peringkat kedua musim lalu, Jakarta Lavani Livin Transmedia.
Bukan hanya kemenangan pertama di Proliga 2026, hasil positif itu juga merupakan yang pertama bagi Garuda Jaya, yang kembali tampil di Proliga sejak musim 2024. Pada musim debutnya itu, Garuda Jaya hanya mampu mencuri satu kemenangan set saat menghadapi Palembang Bank SumselBabel pada fase reguler.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/17/3fe420317522a3cd7e8e54e88cad5954-WhatsApp_Image_2026_01_15_at_19.25.18.jpeg)
Permainan mereka mulai berkembang pada musim kedua. Kendati masih belum bisa ”pecah telur”, Garuda Jaya setidaknya tidak mengakhiri kompetisi tanpa perolehan poin.
Tim bentukan Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia ini mampu mencuri dua kemenangan set dalam laga pertamanya melawan Surabaya Samator, mencuri satu set melawan Jakarta Livani Livin Mandiri pada putaran kedua, dan kembali mencuri dua kemenangan set melawan Samator.
Perkembangan Garuda Jaya hingga akhirnya meraih kemenangan pertama di Proliga ini menunjukkan hal positif dari para pemain muda Indonesia. Seperti diketahui, Garuda Jaya merupakan tim yang sengaja dibentuk sebagai wadah para pemain muda di timnas untuk menjajal persaingan di Proliga.
Proyek ini kembali dijalankan mulai 2024 sebagai persiapan Kejuaraan Asia U-20. Proyek serupa pernah diterapkan pada musim 2019 dan 2020 dengan nama Jakarta Garuda.
Pada periode sebelumnya, proyek ini menghasilkan pemain-pemain yang pada akhirnya dilirik klub-klub besar dan menjadi andalan timnas. Beberapa alumnus Jakarta Garuda adalah Agil Angga Anggara, Fahreza Rakha, Fahri Septian, dan Alfin Daniel.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/photo/ori/2019/01/27/5253c76b-81ad-462a-869a-d0de3031b988.jpeg)
Musim ini, Manajer Garuda Jaya sekaligus Wakil Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBVSI, Loudry Maspaitella, mengatakan, timnya masih menjadi wadah unjuk gigi para pemain muda yang dipersiapkan untuk regenerasi timnas. Dari 18 pemain di tim, sebanyak 9 pemain juga masuk skuad musim lalu dan sisanya adalah pemain baru.
”Beberapa di antara (pemain baru) itu kami upayakan kelahiran 2009 karena 2026 ada Kejuaraan Asia U-18. Selain melanjutkan pembinaan yang lalu, kami juga mempersiapkan kader pelapis selanjutnya,” kata Loudry.
Sejauh ini, Garuda Jaya belum mendaftarkan pemain asing sehingga tim ini dihuni oleh semua pemain lokal. Dua musim lalu, Garuda Jaya mengontrak satu pemain asing, yakni outside hitter Napadet Bhinjidee dari Thailand.
Pada posisi pelatih, Garuda Jaya masih mengandalkan pelatih lokal. Menurut Loudry, kemungkinan besar pelatih asing akan menangani Garuda Jaya nantinya karena terkait dengan tim nasional. Namun, sementara ini masih memakai jasa pelatih lokal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/17/0226a14058b3c2e29ded8d3c52a4b6b7-WhatsApp_Image_2026_01_15_at_19.25.19.jpeg)
Nur Widayanto bukan sosok asing di dunia bola voli Tanah Air. Sebelum menjadi asisten pelatih Garuda Jaya dalam dua musim sebelumnya dan tim bola voli putra U-21, ia juga pernah menjadi asisten pelatih di tim Kudus Sukun Badak, Semarang Bank Jateng, dan Jakarta Pertamina Pertamax.
Loudry menekankan sejak awal musim, target Garuda Jaya di Proliga bukan hanya sebagai pelengkap. Tim ini juga ditargetkan untuk menorehkan prestasi.
”Target kami musim ini bukan sebagai pelengkap, melainkan hadir dan berprestasi. Kami belum ada pemain asing dan baru akan ditentukan sesuai dengan kebutuhan,” tutur mantan pebola voli nasional ini.
Beberapa pemain Garuda Jaya sudah menunjukkan potensi besarnya meski bermain melawan senior-senior mereka. Dalam laga kontra Medan Falcons, misalnya, opposite Dawuda Alahimassalam tampil menonjol dan jadi pencetak poin terbanyak di pertandingan dengan torehan 19 angka.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2026/01/17/9529cb5e7d680ec47ee68eeb38cb2707-WhatsApp_Image_2026_01_15_at_19.25.39.jpeg)
Begitu pula dengan outside hitter Bagas Wijanarko yang menyumbang 16 poin. Selain itu, ada juga oppsite M Haikal Hidayatullah yang menorehkan total 15 poin.
Sementara itu, Medan Falcons mengandalkan Fahri Septian Putratama sebagai pencetak angka terbanyak dengan 15 poin. Luvi Febrian juga turut menyumbang 11 poin.
Loudry pernah mengatakan, dengan bermain di Proliga, para pemain muda ini memiliki pengalaman bertanding pada kompetisi kasta tertinggi bola voli Indonesia. Apalagi, lawan yang dihadapi lebih senior dibandingkan mereka. Dengan begitu, mereka terbiasa dengan tekanan tinggi saat pertandingan.
Perkembangan mereka dalam tiga musim ini pun menjadi sinyal positif untuk proses regenerasi timnas. Progres ini perlu dijaga agar terus konsisten dan pada akhirnya para pemain muda ini bisa menggantikan senior-senior mereka.
Penulis:
Rebiyyah SalasahEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Nur Adji