Jasa Marga Klaim Waktu Tempuh Jakarta-Semarang Lebih Cepat 42 Menit Dibandingkan Tahun Lalu

Rekayasa lalu lintas berupa ”one way” nasional diklaim membuat waktu tempuh saat arus mudik Lebaran 2025 lebih cepat dibandingkan tahun lalu.

28 Mar 2025 21:53 WIB · Nusantara

Oleh Iqbal Basyari, Emanuel Edi Saputra

JAKARTA, KOMPAS — Kementerian Perhubungan, mengacu data Jasa Marga, mengklaim waktu tempuh rata-rata perjalanan dari Jakarta ke Semarang saat puncak arus mudik Lebaran 2025 lebih cepat 42 menit atau turun 11,8 persen dibandingkan Lebaran tahun lalu. Rekayasa lalu lintas berupa one way atau satu arah nasional membuat arus mudik lancar.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan, 1,2 juta kendaraan telah meninggalkan Jakarta pada periode 21 hingga 28 Maret 2025. Sebanyak 609.000 kendaraan atau 48,3 persen di antaranya mengarah ke Tol Trans-Jawa.

Logo Liputan Lebaran 2025

Kemenhub mengutip data Jasa Marga menyebut, waktu tempuh rata-rata dari Jakarta hingga Semarang adalah 5 jam 21 menit. Waktu tempuh ini lebih cepat 42 menit dibandingkan saat Lebaran 2024 yang mencapai 6 jam 3 menit.

”Dengan segala kebijakan dan upaya yang kita lakukan bersama, arus mudik bisa dikatakan sejauh ini berjalan aman, lancar, dan dalam kendali yang baik,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (28/3/2025).

Dudy melanjutkan, gelombang arus mudik mulai meningkat sejak Kamis (28/3/2025) siang. Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas berupa satu arah (one way) mulai diberlakukan sejak Kamis siang dari Gerbang Tol Cikampek Km 70 hingga Km 188 ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan. Volume kendaraan terus meningkat pada malam sehingga satu arah diperpanjang hingga Km 263 tol ruas Pejagan-Pemalang.

Kendaraan melintasi pintu keluar Tamanmartani di ujung jalur fungsional Jalan Tol Solo-Yogyakarta segmen Prambanan - Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (28/3/2025). Pengguna jalan tol yang menghubungkan Jawa Tengah dengan DIY tersebut terus meningkat. Sehari sebelumnya pemudik yang melintasi jalan tol itu mencapai 2.715 kendaraan.

One way lantas diperpanjang Gerbang Tol Cikampek Km 70 hingga Km 414 ruas Jalan Tol Cikopo-Palimanan sejak Jumat pagi. Arus lalu lintas pada puncak arus mudik hari ini pun lancar meskipun ada lonjakan volume kendaraan yang melintas.

Dudy pun mengimbau masyarakat memanfaatkan fasilitas rest area dengan baik. Pemudik yang kelelahan atau mengantuk sebaiknya beristirahat. Lama waktu di rest area juga tetap dibatasi agar tidak terjadi kepadatan atau penumpukan di rest area.

”Dengan segala kebijakan dan upaya yang kami lakukan bersama, arus mudik bisa dikatakan sejauh ini berjalan aman, lancar, dan dalam kendali yang baik,” kata Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono.

Foto udara kepadatan kendaraan yang melintas di Tol Cikopo-Palimanan, Purwakarta, Jawa Barat, Kamis (27/3/2025). Para pemudik mulai memadati Gerbang Tol Jakarta-Cikampek Utama sampai ras Tol Cikopo-Palimanan sejak pagi. PT Jasamarga mencatat, dari pukul 06.00 WIB sampai 11.00 WIB terdapat 23.341 kendaraan yang masuk ke Gerbang Tol Cikampek Utama. Untuk mengatasi kepadatan lalu-lintas, rekayasa contra flow sudah diterapkan dari kilometer 55 sampai kilometer 160, kilometer 109 sampai kilometer 132, dan kilometer 162 sampai kilometer 169 Tol Cikopo-Palimanan. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 27-03-2025

Khusniyati (25), salah satu warga yang mudik dari Jakarta menuju Batang, Jawa Tengah, mengatakan, arus lalu lintas cenderung lancar pada Jumat siang. Kendati terdapat antrean akibat kendaraan mogok, secara umum perjalanan mudik kali ini relatif lancar. Hal itu, menurut dia, berbeda ketika mudik Lebaran tahun lalu.

”Tahun lalu mudik dari Jakarta ke Batang memerlukan waktu 6-7 jam. Untuk tahun ini, kami bisa tiba di Batang sekitar 4,5 jam. Rekayasa lalu lintas oleh petugas juga, menurut saya, cukup membantu kelancaran mudik,” tuturnya.    

Panji Sukma Nugraha (32), warga lainnya yang juga mudik menggunakan kendaraan pribadi dari Jakarta menuju Bojonegoro, Jawa Timur, mengatakan, Tol Trans-Jawa yang sudah tersambung membuat arus kendaraan lebih cepat terurai. Area peristirahatan juga sudah kian bertambah.

Kendati demikian, penataan alur kendaraan masuk dan keluar di area peristirahatan masih perlu dibenahi. Sebab, sering kali tempat istirahat ditutup karena penuh. Padahal, pemudik perlu ke tempat istirahat untuk makan, mengisi bahan bakar, maupun buang air.

Kendaraan menuju arah barat membayar tol di Gerbang Tol Cikampek Utama, Karawang, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025). Jasamarga mencatat, pada H-5 Lebaran 2025 per pukul 21.30 WIB, lebih dari 50.000 kendaraan keluar dari Gerbang Tol Cikampek Utama menuju wilayah timur. Pada H-10 sampai dengan H-6 Lebaran, sebanyak 204.631 kendaraan menuju wilayah timur melalui Gerbang Tol Cikampek Utama. Volume kendaraan tersebut naik 48,8 persen dibandingkan dengan lalu lintas normal sebanyak 137.528 kendaraan. KOMPAS/FAKHRI FADLURROHMAN (FAK) 26-03-2025

Adapun Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menyebut, puncak arus mudik Lebaran 2025 bakal terjadi pada Jumat (28/3/2025) malam hingga Sabtu (29/3/2025) siang. Rekayasa lalu lintas sistem satu arah atau one way masih diandalkan untuk mengatasi kepadatan lalu lintas.

Dalam kunjungannya ke Gerbang Tol Kalikangkung di Semarang, Jawa Tengah, Jumat, Listyo mengatakan, one way nasional telah dilakukan dari Kilometer 70 Jakarta sampai dengan Kilometer 414 Semarang sejak Kamis (27/3/2025).

Khusus di Jateng, one way lokal diterapkan dari Km 414 Semarang hingga ke Km 459 Salatiga. Tujuannya, mengurangi beban lalu lintas karena menjadi pintu keluar one way nasional.

”Semuanya berjalan aman dan lancar. Rata-rata pemudik menempuh perjalanan 5 jam dan 12 menit, artinya lebih cepat. Kemudian, data kecelakaan juga lebih rendah dari tahun kemarin. Ini menjadi catatan yang baik,” kata Listyo.


Kerabat Kerja

Penulis:

Iqbal Basyari, Emanuel Edi Saputra
 | 

Editor:

Caecilia Mediana