Dukungan pengusaha terkaya di dunia, Elon Musk, kepada Donald Trump berbuah jabatan unik bagi Musk dalam pemerintahan presiden terpilih AS 2025-2029.
14 Nov 2024 12:28 WIB · Internasional
Apa yang bisa Anda pelajari dari artikel ini?
1. Apa yang terjadi kepada Elon Musk di pemerintahan presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump?
2. Seperti apa posisi Musk di kabinet Trump?
3. Kenapa bisa ada DOGE?
4. Apakah Musk memang selalu mendukung Trump?
5. Bagaimana wujud dukungan Musk kepada Trump selama kampanye pemilu presiden 2024?
Direktur Utama Tesla, SpaceX, dan X sekaligus orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, Elon Musk, resmi direkrut oleh Donald Trump untuk memasuki pemerintahannya dengan menduduki posisi yang unik. Hal itu diumumkan oleh Trump dan Musk di Washington DC pada Rabu (13/11/2024).
Apa yang terjadi kepada Musk?
Elon Musk ditunjuk oleh Donald Trump untuk memimpin Departemen Efisiensi Pemerintah (Department of Government Efficiency/DOGE). Ia akan memimpin lembaga itu bersama pengusaha farmasi yang juga anggota Partai Republik, Vivek Ramaswamy.
DOGE dibentuk dengan tujuan memangkas birokrasi di pemerintahan AS sekaligus memastikan penggunaan anggaran yang tepat guna dan tepat sasaran. Lembaga ini bekerja sama dengan Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2024/11/13/bbdb3b86c2bdf36b7368a63e2cbeaf74-000_36MB3TD.jpg)
Seperti apa posisi Musk di kabinet Trump?
Trump mengatakan bahwa DOGE memberi panduan dan nasihat dari luar pemerintah. Ucapan Trump ini menandakan bahwa Musk tidak secara resmi bergabung ke dalam pemerintahan Trump sebagai menteri atau birokrat. Artinya, berbagai kajian, kritik, dan saran dari DOGE bersifat informal sehingga tidak harus dipaparkan kepada dan disetujui oleh DPR. Masukan itu langsung diberikan kepada kepala negara.
Pada saat yang sama, posisi ini juga memungkinkan Musk tetap aktif memimpin perusahaan-perusahaannya atau terlibat pada proyek-proyek lain.
Kenapa bisa ada DOGE?
Trump menginginkan perombakan pengelolaan lembaga-lembaga pemerintahan. Menurut dia, harus ada pendekatan berbasis kewirausahaan terhadap pemerintah.
Adapun Musk mengatakan, DOGE akan mengunggah semua pengeluaran pemerintah secara daring sehingga bisa dipantau oleh masyarakat. Rakyat akan mengetahui penggunaan uang mereka.
Musk berpendapat, anggaran pemerintah federal bisa dikurangi sedikitnya 2 triliun dollar AS jika belanjanya diatur.
Pada tahun keuangan 2024, AS memiliki anggaran sebesar 6,75 triliun dollar AS. Sebanyak 1 triliun dollar AS dipakai untuk belanja sukarela yang mencakup sektor pertahanan.
Apakah Musk memang selalu mendukung Trump?
Musk sejatinya tidak mendukung partai politik apa pun. Sikap politiknya juga independen.
Hal itu terlihat dari dukungannya kepada calon presiden dari Partai Republik, George W Bush, dan kemudian calon presiden dari Partai Demokrat, John Kerry. Musk mendukung Barack Obama. Pada pemilu 2016, ia mendukung Hillary Clinton melawan Trump.
Musk memilih Joe Biden pada pemilu 2020. Namun, setelah itu, ia merasa tidak didukung oleh pemerintahan Biden.
”Pengkhianatan” ini tampak ketika Biden tidak mengundang Musk dan perwakilan Tesla di dalam rapat koordinasi pengusaha kendaraan listrik nasional. Musk juga tidak menyetujui aturan pembatasan sosial selama pandemi Covid-19.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/10/07/4032ebb2-474a-43ca-8578-15aca9cfae0e_jpg.jpg)
Penting bagi Musk memiliki kedekatan dan dukungan Pemerintah AS demi mengamankan usaha-usahanya. Perusahaan-perusahaan milik Musk tercatat memiliki 100 kontrak proyek dengan 17 lembaga pemerintah. Satelit Starlink, misalnya, memiliki kontrak dengan pemerintah untuk menyediakan akses sinyal ke wilayah terpencil.
Bagaimana wujud dukungan Musk kepada Trump?
Pada pemilu 2024, Musk menjadi salah satu pendukung dan penyumbang terbesar di kampanye Trump. Secara pribadi, Musk menyumbang 130 juta dollar AS untuk kampanye Trump.
Selain itu, Musk juga membuat Komite Aksi Politik (PAC) bernama America PAC yang mampu menggalang dana sebesar 200 juta dollar AS. Dana itu dipakai untuk membiayai iklan kampanye Trump dan menghelat berbagai kampanye di penjuru AS.
Penulis:
Laraswati Ariadne AnwarEditor:
Muhammad Samsul HadiPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan