Keran gol Mbappe kembali mengalir setelah Carlo Ancelotti menugaskannya di sayap kiri. Namun, kenyamanan Mbappe diprediksi tidak akan bertahan lama.
25 Nov 2024 10:18 WIB · Olahraga
Ada peribahasa terkenal di Amerika Serikat yang menyebutkan bahwa terlalu banyak koki akan membuat masakan jadi hangus. Hal itu berlaku pula pada Real Madrid yang kini punya dua pemain sayap kiri terbaik di dunia, Kylian Mbappe dan Vinicius Junior. Mereka saling tersandera hanya karena punya posisi favorit yang sama.
Tidak mungkin menempatkan Vinicius dan Mbappe di posisi sayap kiri pada waktu yang bersamaan. Oleh karena itu, salah satu dari mereka harus mengalah dengan bermain lebih ke tengah.
Peran itu sejauh ini lebih sering diambil Mbappe. Namun, hal berbeda terjadi saat Real bertandang ke markas Leganes dalam lanjutan Liga Spanyol di Stadion Municipal de Butarque, Senin (25/11/2024) dini hari WIB. Real menang, 3-0, pada laga itu.
Pelatih Real Carlo Ancelotti secara tiba-tiba menggeser Mbappe ke posisi favoritnya, sayap kiri. Kali ini, giliran Vinicius yang ”mengalah” dengan bermain sebagai penyerang tengah.
Mbappe terlihat sangat nyaman sekaligus menikmati peran lamanya tersebut. Dengan bermain di sayap kiri, Mbappe bisa leluasa mengoptimalkan kelebihannya dalam berlari kencang.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/2d0c3b23-93ca-40cc-b7a9-702f5f64a632_jpg.jpg)
Selain itu, gerakan muncul dari belakang untuk menerima umpan terobosan, yang kerap dilakukan Mbappe di Paris Saint-Germain dan tim nasional Perancis, kembali terlihat.
Saking nyamannya bermain di sayap kiri, Mbappe sudah mencetak gol di awal babak pertama. Sayangnya, gol tersebut dianulir wasit karena Mbappe telah lebih dulu berada pada posisi offside saat berlari sambil menerima bola. Bermain nyaman bukan berarti Mbappe bisa meningkatkan kemampuan untuk lolos dari perangkap offside.
Mbappe akhirnya mencetak gol dua menit jelang waktu normal berakhir. Gol itu adalah gol pertama Mbappe setelah mengalami paceklik selama satu bulan. Meskipun yang mencetak gol adalah Mbappe, apresiasi besar layak diberikan kepada Vinicus.
Mbappe lebih bugar daripada Vinicius. Ia mencetak gol dengan asis fantastis dari Vinicius. Keduanya membaik sedikit demi sedikit. (Carlo Ancelotti)
Bermain bukan pada posisi favoritnya tidak menghalangi Vinicius untuk berkontribusi kepada tim. Pemain Brasil itu begitu gigih menekan pemain belakang Leganes yang sedang berupaya membangun serangan.
Bola berhasil direbut Vinicius yang kemudian bermanuver menghindari kejaran pemain Leganes. Begitu masuk ke jantung pertahanan lawan, Vinicius punya kesempatan menembak dari jarak dekat.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/673de272-1815-4073-aae8-1beafb9871a2_jpg.jpg)
Namun, dia lebih memilih mengoper bola kepada Mbappe yang berdiri bebas. Dengan satu sentuhan, Mbappe tidak membuang peluang emas untuk membuat Real unggul lebih dulu.
”Performa yang bagus sejak awal hingga akhir. Tim ini solid dan fokus. Kami sedikit mengubah posisi kedua penyerang. Mbappe bermain lebih di luar dan Vinicius di tengah. Mereka bermain dengan baik. Vinicius berperan besar untuk Mbappe dalam membuka skor,” kata Ancelotti dikutip dari laman Real.
Real kemudian memperbesar keunggulan pada menit ke-66 melalui eksekusi tendangan bebas mendatar Federico Valverde. Gol Valverde tergolong istimewa karena bola melesat kencang di atas rumput dengan melengkung melewati sudut sempit.
Leganes semakin sulit menyamakan kedudukan setelah Real mencetak gol ketiga. Jude Bellingham, yang musim ini mulai jarang mencetak gol, kembali mencatatkan namanya di papan skor. Bellingham menyundul bola muntah hasil sepakan keras Brahim Diaz yang membentur mistar gawang Leganes.
Kenyamanan Mbappe bermain di sayap kiri tidak bertahan lama. Pada babak kedua, Ancelotti mengembalikan posisi Mbappe ke tengah lalu sayap kanan. Adapun Vinicius kembali ditugaskan menyisir sayap kiri.
Seusai laga, Ancelotti mengungkapkan alasan memainkan Mbappe di sayap kiri pada awal laga itu. Menurut dia, bermain di sayap jauh lebih melelahkan dibandingkan sebagai penyerang tengah. Vinicius, yang baru kembali dari memperkuat Brasil pada jeda internasional, dinilai perlu waktu untuk memulihkan diri.
Adapun Mbappe tidak melakoni laga bersama Perancis pada jeda internasional selama dua pekan. Pelatih Perancis Didier Deschamps lagi-lagi tidak memanggil Mbappe meskipun sang pemain tidak sedang cedera. Kondisi fisik Mbappe dinilai lebih bugar karena tidak menjalani pertandingan selama jeda internasional.
”Mbappe lebih bugar daripada Vinicius. Ia mencetak gol dengan asis fantastis dari Vinicius. Keduanya membaik sedikit demi sedikit,” ujar Ancelotti.
Dengan begitu, Mbappe kemungkinan besar akan kembali menjalani peran sebagai penyerang tengah saat Real berjumpa Liverpool dalam lanjutan Liga Champions Eropa pertengahan pekan ini. Posisi itu bukan favorit Mbappe.
:quality(80)/https://asset.kgnewsroom.com/photo/pre/2024/11/25/a8e89312-6917-4fe7-af18-15d0b16f44e6_jpg.jpg)
Sejak tiba di Real, Mbappe kesulitan beroperasi sebagai penyerang tengah. Ia hanya mencetak delapan gol dalam 16 penampilan pertamanya untuk Real.
Walaupun tidak mendapatkan jaminan bermain secara tetap pada pos sayap kiri, Mbappe tidak mempermasalahkannya. ”Saya bermain di sebelah kanan, di kiri, di tengah, dan dengan dua penyerang di depan. Itu tidak penting bagi saya. Saya ingin membantu tim dan mencetak gol,” ujar Mbappe. (REUTERS)
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Yulvianus HarjonoPenyelaras Bahasa:
Hibar Himawan