Isu pemulangan Rashford sudah dibantah. Namun, hal itu tidak mengubah fakta Rashford memang kesulitan mengeluarkan performa terbaik di Barcelona.
08 Sep 2025 16:17 WIB · Olahraga
Belum genap setengah tahun bergabung dengan Barcelona, Marcus Rashford sudah diterpa rumor miring. Pemain timnas Inggris itu diisukan bakal dipulangkan lebih cepat ke Manchester United seusai tampil kurang mengesankan di awal musim. Meski sudah dibantah, isu itu tidak sepenuhnya salah. Bahkan, hal itu bisa menjadi semacam ultimatum bagi Rashford untuk bekerja lebih keras memperebutkan tempat di tim utama.
Rashford tiba di Barca dengan status pinjaman. Melalui kepindahannya ini, Rashford berharap bisa menemukan tempat katarsis bagi keberlanjutan kariernya yang mandek di MU. Pemain sayap berusia 27 tahun tersebut sudah mulai terpinggirkan sejak MU dibesut Erik ten Hag hingga Ruben Amorim saat ini. Rashford kerap mendapat hukuman atas tindakan indisiplinernya yang berpesta hingga pagi sampai absen berlatih.
Akan tetapi, berpindah klub tidak bisa serta-merta mengubah nasib seorang pesepak bola. Rashford kesulitan menembus tim utama seiring minimnya menit bermain yang dia peroleh. Dalam tiga pertandingan awal Liga Spanyol, Rashford hanya sekali tampil sebagai pemain mula. Pada dua laga lain, ia masuk di babak kedua menggantikan Ferran Torres atau Raphinha.
Di tengah upayanya meyakinkan Pelatih Hansi Flick agar bisa lebih sering menjadi pemain utama, Rashford justru mendapat tamparan keras dengan munculnya laporan dari El Nacional yang menyebut MU tengah mempertimbangkan mengakhiri masa peminjamannya lebih cepat.
Flick menghargai kekuatan fisik dan kemampuannya menembus pertahanan lawan, tetapi adaptasinya terhadap sistem dan ritme tim masih dalam tahap awal.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/08/186520188758b7d6292b60940642258f-FBL_ENG_TRAINING_132268554.jpg)
Dalam artikelnya, El Nacional menggambarkan Rashford sebagai sosok yang sama sekali tidak diperhatikan dalam pertandingan serta pemalu, kurang teliti, dan kehilangan arah. Waktu terus berjalan bagi Rashford yang hanya dipinjamkan selama semusim. Jika Rashford tidak segera mendapatkan menit bermain yang berkualitas, perekrutannya akan mulai menjadi perbincangan di klub.
”Beberapa minggu pertamanya sebagai pemain Barca berjalan tanpa banyak kejutan. Di sisi kiri, Raphinha telah mengunggulinya, dan di posisi penyerang tengah, Ferran jelas telah mengambil alih. Flick menghargai kekuatan fisik dan kemampuannya menembus pertahanan lawan, tetapi adaptasinya terhadap sistem dan ritme tim masih dalam tahap awal,” demikian ditulis El Nacional dalam artikelnya.
Kabar pemulangan lebih awal Rashford disangkal oleh jurnalis, penulis, sekaligus pakar sepak bola Spanyol, Guillem Balague, melalui akun media sosialnya, Senin (8/9/2025) dini hari WIB. Balague menuding isu pemutusan kontrak Rashford sebagai sesuatu yang menjijikkan.
Menurut Balague, manajemen Barca telah berbicara dengan perwakilan Rashford mengenai keyakinan mereka terhadap potensinya. Manajemen Barca percaya Rashford akan bisa mengembalikan performanya sebagai penyerang kelas atas Eropa.
Hingga saat ini belum ada respons langsung dari Barca terhadap isu yang beredar. Namun, jika hendak memulangkan Rashford ke MU, Barca diwajibkan membayar 4,3 juta pound sterling (Rp 94,7 miliar) sebagai kompensasi karena tidak mengaktifkan opsi pembelian di akhir musim.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/08/be006f9fca4e07adafb01b7dd93aaa35-England_WCup_Soccer_132312325.jpg)
Meski hanya sebatas isu, Rashford tidak bisa menanggapinya dengan enteng. Sekalipun belum terbukti, adakalanya isu atau rumor mengandung sedikit kebenaran. Fakta bahwa Rashford belum tampil mengesankan di Barca memang benar adanya. Itulah kenyataan pahit yang terselip di antara rumor pemutusan kontrak Rashford.
Ketika dipercaya tampil sebagai pemain mula menghadapi Levante, Rashford hanya bisa melesakkan satu tembakan dalam 45 menit. Penampilan yang kurang bagus membuatnya diganti pada babak kedua. Flick sejauh ini terkesan lebih memercayai Raphinha sebagai pemilik pos sayap kiri.
Sejak awal, Rashford memang bukanlah pemain yang masuk radar ”Blaugrana”. Untuk posisi sayap kiri, Barca sebelumnya sangat ingin mendatangkan Luis Diaz atau Nico Williams. Transfer kedua pemain incaran itu kemudian gagal dan Barca akhirnya memilih Rashford sebagai alternatif.
Persaingan di lini depan Barca begitu ketat. Rashford butuh lebih dari kerja keras untuk menggeser Raphinha yang telah berpengalaman bermain dalam sistem Flick. Adapun di posisi penyerang, Torres mulai menunjukkan sinarnya hingga bisa menggeser Robert Lewandowski. Di sisi kiri, Lamine Yamal hampir mustahil tergantikan kecuali karena cedera. Sementara Dani Olmo nyaman bermain sebagai gelandang serang.
:quality(80)/https://kompasmedia.site/images/2025/09/08/a0f400b31f7cb747ad4e48ab8949e167-FBL_ESP_LIGA_RAYO_VALLECANO_BARCELONA_132217632.jpg)
Kendati sulit, persaingan masih sangat terbuka untuk dimenangi Rashford. Apalagi, waktu yang tersisa hingga akhir musim masih sangat panjang. Di samping itu, Flick bukanlah tipe pelatih yang gemar menganakemaskan salah satu pemain. Selagi Rashford bisa membuktikan kualitas, posisi pemain mula akan menjadi miliknya.
Penulis:
I Gusti Agung Bagus Angga PutraEditor:
Wisnu Aji DewabrataPenyelaras Bahasa:
Nanik Dwiastuti