Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia masih di jalur yang tepat untuk memenuhi ambisi juara Proliga 2026 meskipun masih perlu diuji kembali di putaran sisa kompetisi.
06 Apr 2026 15:54 WIB · Olahraga
Kompas/Bahana Patria Gupta
Proliga sudah berjalan 25 musim atau sejak 2002. Namun, pandemi Covid-19 memaksa kompetisi bola voli dihentikan pada 2020 tanpa juara dan ditiadakan pada 2021. Di antara silih berganti tim putri, ada satu yang terus bertahan, tetapi amat mendamba gelar juara, yakni Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia.
Tahun ini merupakan musim ke-24 kompetisi mengingat pada 2021 ditiadakan. Dari 24 musim itu, Phonska telah bertarung selama 23 musim atau cuma absen pada 2019. Jumlah tahun pertarungan melebihi total peserta putri yang sebanyak 21 tim. Namun, hasilnya, belum ada trofi yang diraih kecuali 5 kali urutan kedua dan 6 kali urutan ketiga.
Padahal, di Livoli Divisi Utama, kekuatan yang bernama Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia di kompetisi antarklub atau antargabungan klub ini cukup disegani. Mereka kampiun 2005, 2023, 2024, dan 2025 atau tersukses setelah Surabaya Bank Jatim (9 gelar) dan Jakarta Bank BNI (5 gelar).
Masalahnya berbeda ketika Petrokimia atau Phonska bertarung di Proliga dengan regulasi dibolehkan memainkan pevoli asing. Perjuangan tim dengan maskot ”kerbau” ini terjungkal di final 2002, 2003, 2006, 2007, dan 2022. Faktor yang memengaruhi kegagalan itu amat mungkin ialah pemain asing dan pelatih.
Musim 2026, kerinduan Phonska akan gelar juara sudah memuncak. Mereka lebih berhati-hati memilih pemain asing dan pelatih. Phonska mendapatkan jasa duet penyerang luar (outside hitter) Oleksandra Bytsenko alias Sasha (30) dari Ukraina dan Annie Valentine Mitchem (31) dari AS. Phonska mendaratkan pelatih Alessandro Lodi asal Italia.
Sasha pernah membela Jakarta Pertamina Fastron musim 2023. Annie pernah membela Jakarta Livin Mandiri 2025. Mereka cukup mengenal atmosfer Proliga. Poli, pelatih ekspresif, menjadi debutan. Meski demikian, musim 2026 ini sementara berjalan mulus.
Di babak reguler, Phonska telah bertarung 12 kali dengan hasil 10 kemenangan dan 2 kekalahan. Hasil itu menempatkan Phonska berada di puncak klasemen sementara menuju empat besar (final four). Sebagai catatan, dua kekalahan terjadi ketika Poli absen mendampingi Phonska di seri Malang kurun 6-8 Februari 2026. Saat itu, Phonska kalah 1-3 dari Jakarta Popsivo Polwan dan 1-3 dari Jakarta Livin Mandiri.
Empat besar kompetisi diikuti oleh Phonska, Popsivo, Jakarta Electric PLN Mobile, dan juara bertahan Jakarta Pertamina Enduro. Putaran ini terdiri dari seri Surabaya (2-5 April 2026) di Jawa Pos Arena, seri Surakarta (9-12 April 2026) di Sritex Arena, dan seri Semarang di GOR Jatidiri (16-19 April 2026). Final perunggu dan final emas dengan format tiga terbaik berlangsung di GOR Among Rogo, Yogyakarta (23-26 April 2026).
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/3f57da6071b7b6eda6a07caedaf89ffe-20260403BAH14.jpg)
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/03/975711956416279a7ec849c19fccf457-20260403BAH19.jpg)
Di seri Surabaya, Phonska tampil sempurna. Awalnya, mereka menghabisi Popsivo dengan skor 3-0 (25-23, 25-12, 25-23). Di pertandingan ini, Sasha menyumbang 17 poin, sedangkan Annie memberi 15 poin. Penyerang silang (opposite hitter) Mediol Stiovanny Yoku (26) berkontribusi 11 poin. Pemblok (middle blocker) Shella Bernadetha Onnan (26) membuat 7 poin.
Pertandingan selanjutnya, Phonska menghabisi PLN juga dengan skor 3-0 (25-15, 25-16, 25-19). Di sini, Annie menggila dengan kontribusi 25 poin, diikuti Sasha dengan 14 poin. Kontribusi lumayan juga diberikan oleh pemblok Geofanny Eka Cahyaningtyas (20) dengan 5 poin diikuti sumbangan Shella dengan 3 poin dan Medi Yoku 3 poin.
Kesempurnaan itu menempatkan Phonska di puncak klasemen sementara dengan 6 poin. Berikutnya ialah Pertamina dengan 4 poin karena kalah 2-3 dari PLN, tetapi menang 3-1 atas Popsivo. Urutan ketiga ditempati PLN dengan 2 poin dari kemenangan atas Pertamina dan kekalahan dari Phonska. Dasar dihuni Popsivo yang sementara ini baru bisa mencuri satu set dalam kekalahan dari Pertamina.
Sebagai catatan, jelang empat besar, Phonska hanya mengganti satu pemain, yakni pemblok Syakirah Athania Putriiska (16) dengan Dhea Cahya Pitaloka (24). PLN mengganti dua pemain, yakni sektor penyerang silang dan libero. Pertamina mengganti tiga pemain, yakni dua penyerang luar dan seorang libero. Popsivo mengganti tiga pemain, yakni pengatur (setter/tosser), pemblok, dan penyerang luar.
Akan tetapi, sejak putaran reguler sampai dengan empat besar seri Surabaya, kekuatan Phonska tak berkurang. Mesin pendulang poin tetap solid ada di pundak duet Sasha-Annie, pemblok Shella-Fanny, dan penyerang silang Medi Yoku. Namun, kesuburan Phonska akan diuji di seri Surakarta saat menghadapi Pertamina dan Popsivo. Selanjutnya, di seri Semarang, Phonska akan dijajal kembali oleh PLN dan Pertamina.
Pekan ini menjadi penentuan bagi Phonska untuk terlebih dahulu mengambil tiket final emas. Namun, mereka harus mengatasi Pertamina yang diperkuat bintang nasional Megawati Hangestri Pertiwi (26). Selain itu, ada duet penyerang luar mancanegara, yakni Irina Voronkova (30) dari Rusia dan Wilma Salas Rosell (35) dari Kuba.
Seusai memuncaki klasemen reguler, Lodi mengatakan, target yang dibebankan kepadanya ialah mengantar Phonska menjadi juara Proliga. Target besar dan amat menantang bagi pelatih yang aksinya di lapangan selalu meledak-ledak dan ekspresif.
Salah satu konsekuensinya ialah Lodi dihukum kartu merah ketika Phonska menghadapi PLN yang berakhir dengan kemenangan telak 3-0. Namun, itulah gaya Lodi, pelatih unik berkarakter praktisi, pengelana, sekaligus akademisi dengan gelar doktor filosofi (PhD). Baginya, voli adalah permainan presisi yang setiap poin diibaratkan langkah catur yang telah dirajut dalam skenario rumit tetapi luwes.
Phonska adalah tim ke-15 bagi Lodi sejak memulai perjalanan sebagai asisten pelatih dan pelatih kepala pada 2010. Swiss, Polandia, AS, Swedia, Finlandia, Jepang, Jerman, Ceko, dan Filipina adalah lintas benua yang dijajaki Lodi si pengelana dalam perjalanan kepelatihannya. Mungkin saja, Lodi adalah keping yang didambakan Phonska untuk menggelontor keringnya dahaga akan gelar juara Proliga.
:quality(80):watermark(https://cdn-content.kompas.id/umum/kompas_main_logo.png,-16p,-13p,0)/https://kompasmedia.site/images/2026/04/06/12b0618b2b0998871ea645bf6f5a4de4-IMG_20260405_194227.jpg)
Namun, ambisi itu tidak akan dibiarkan. Pelatih Pertamina Bulent Karslioglu asal Turki menyatakan akan menjegal keperkasaan Phonska. Di babak reguler, mereka memang kalah, tetapi empat besar adalah situasi baru yang bisa menimbulkan kejutan.
Hal senada diutarakan kembali oleh Pelatih Popsivo Darko Dobriskov asal Bulgaria. Meskipun babak belur setelah kalah dari Phonska dan Pertamina, pembalasan belum tertutup.
”Kami jelas akan mengevaluasi permasalahan dan mendorong tim untuk segera bangkit dan melawan dengan sebaik-baiknya,” kata Darko.
Penulis:
Ambrosius HartoEditor:
Prasetyo Eko PrihanantoPenyelaras Bahasa:
Amin Iskandar