Kerinduan Jakarta Electric PLN yang Tak Pernah Padam

Ada kerinduan Jakarta Electric PLN untuk kembali raih trofi Proliga. Kerinduan itu terus menyala, menerangi jalan mereka di ”final four” mendatang.

27 Mar 2025 16:28 WIB · Olahraga

Oleh Rebiyyah Salasah

Kata penyanyi kenamaan Amerika Serikat, Ariana Grande, ”hampir” atau ”nyaris” saja tidaklah cukup: Almost is never enough. Pada Proliga 2024, Jakarta Electric PLN nyaris menambah gelar juara mereka pada kompetisi tertinggi bola voli Indonesia ini dengan berhasil menembus partai grand final. Namun, Jakarta Electric PLN berhenti pada kata nyaris karena mereka tumbang pada laga puncak itu.

Bagi Jakarta Electric PLN, langkah mereka pada musim lalu merupakan kesempatan terbesar naik untuk ke podium tertinggi setelah terakhir juara pada Proliga 2017. Pada tiga musim sebelumnya, mereka selalu terhenti sebelum mencapai laga grand final. Bahkan, mereka kesulitan untuk menembus final four atau babak empat besar.

”Hampir menang lebih menyedihkan daripada nyaris kalah, ya. Namun, kami belajar dari musim lalu, menatap musim ini dengan optimistis. Apalagi, sekarang target masuk final four sudah terpenuhi. Sekarang target lainnya adalah menembus grand final,” tutur manajer Electric PLN, Yulia Ismaganti, Rabu (26/3/2025).

Electric PLN merupakan tim putri tersukses di Proliga dengan enam gelar juara. Mereka bahkan berhasil menyabet tiga gelar juara beruntun dari musim 2015 sampai musim 2017. Sebelum itu, mereka juga meraih trofi Proliga musim 2004, 2009, dan 2011.

Tim Voli Putri Jakarta Elektrik PLN merayakan keberhasilan mereka menjuarai Proliga 2017, setelah menundukkan Jakarta Pertamina Energi di grand final Minggu (23/4) di GOR Amongrogo, kota Yogyakarta. Kompas/Adi Prinantyo (ADP) 23-04-2017

Dengan rekam jejak yang mentereng itu, wajar jika Electric PLN berambisi kuat untuk kembali menambah prestasi mereka. Menurut Yulia, terdapat semacam kerinduan yang mendalam di tim untuk menjadi juara Proliga lagi. Pada Proliga 2025, kerinduan itu semakin ”menyala” setelah kesuksesan menembus babak final four.

Tim dengan nama pendek JEP berhak melaju ke empat besar setelah menempati peringkat ketiga klasemen fase reguler. Dewi Intan Sari dan kawan-kawan meraih tujuh kemenangan dan lima kekalahan dari total 12 pertandingan.

Untuk menatap final four yang akan dimulai 17 April 2025, Yulia mengatakan, salah satu upaya tim adalah mengganti satu pemain asing. Pada Proliga 2025, setiap tim diperbolehkan memiliki dua pemain asing dan pergantian pemain asing bisa dilakukan hingga sebelum babak final four.

JEP memiliki dua pemain asing, yakni Polina Shemanova (Rusia) dan Valentina Fatou Diouf (Italia), yang kerap berkontribusi dalam kemenangan tim. Polina dipertahankan, sedangkan Valentina akan dilepas.

Berdasarkan kabar yang beredar, JEP akan menggaet outside hitter timnas bola voli putri Amerika Serikat, Kelsey Robinson Cook. Namun, Yulia mengatakan, pihaknya belum bisa mengonfirmasi kabar tersebut.

Pemain asing Jakarta Electric PLN, Polina Shemanova, memeluk rekan setim setelah mencetak poin dalam laga pekan ketiga Proliga 2025 melawan Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia yang berakhir dengan kemenangan 3-0 (25-22, 25-19, 25-18) di GOR Ken Arok, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/1/2025).

Asisten pelatih JEP, Alim Suseno, menyampaikan, perombakan pemain asing akan sangat menentukan langkah tim di final four. Itu akan menjadi pertaruhan tiap tim dalam mengarungi babak tersebut. Untuk itu, setiap tim belum terbuka soal pemain asingnya.

Dengan pergantian pemain asing, Alim memprediksi peta persaingan akan berubah di final four. ”Namun, karena sudah masuk final four, empat tim ini berarti merupakan yang terbaik. Persaingan mengerucut, tetapi lebih ketat dan sengit,” tuturnya.

Pada musim lalu, JEP juga mencatatkan tujuh kemenangan dan lima kekalahan dari 12 laga pada fase reguler. Ketika memasuki final four, JEP nyaris sapu bersih. Mereka hanya kalah sekali dari enam laga dan memimpin klasemen final four. Namun, pada babak final, mereka kalah dari Jakarta BIN.

Alim mengatakan, musim ini, JEP menjaga agar tampil konsisten hingga akhir. Terlepas dari pemain asing yang nantinya meramaikan persaingan, terpenting adalah menyiapkan tim secara keseluruhan sebaik mungkin.

Tim bola voli putri Jakarta Pertamina Enduro (merah muda) melibas Jakarta Electric PLN (kuning) dengan skor telak 3-0 (25-21, 25-16, 25-22) dalam hari kedua pekan terakhir babak reguler Proliga 2025 di Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (22/2/2025).

JPE sudah menjalani persiapan untuk final four dengan latihan sejak awal Maret. Mereka hanya akan jeda tiga hari sebelum kembali latihan intensif lagi. Alim mengatakan, para pemain pun berada dalam kondisi yang fit. Tidak ada masalah berarti dari segi fisik pemain.

Adapun latihan selama tiga pekan terakhir lebih berfokus untuk meningkatkan aspek-aspek yang kurang pada fase reguler. ”Kekurangan kami pada fase reguler ada pada segi serangan, maka dari itu kami perhatikan aspek itu dan mencoba meningkatkannya di latihan. Intinya, kami menyiapkan berdasarkan evaluasi dari fase reguler,” ucap Alim.

Outside hitter JEP, Afifah, mengaku siap menyambut final four. Apalagi, kata Afifah, persiapan teknis sudah dilakukan secara intensif kendati digelar selama Ramadhan.

Selain persiapan teknis, Afifah juga menyiapkan mental untuk bersaing pada final four. Sebab, kata Afifah, persaingan pada babak ini akan berbeda dengan fase reguler. ”Mental di lapangan akan sangat berperan ketika sudah masuk final four. Atmosfer, persaingan, hampir semuanya, kan, berbeda. Paling itu yang coba dijaga,” tutur Afifah.

Duel Jakarta Popsivo Polwan (jersei hitam) dan Jakarta Electric PLN pada pekan keenam Proliga 2025 di GOR Terpadu A Yani Pontianak, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (14/2/2025).

Kendati musim lalu masih berseragam Bandung bjb Tandamata, Afifah mengatakan turut geregetan melihat pencapaian JEP. Ditambah, Afifah juga belum pernah mencicipi gelar juara Proliga. Prestasi terbaiknya ialah menjadi runner-up bersama Gresik Petrokimia Pupuk Indonesia pada Proliga 2022.

”Pemain maupun tim kepelatihan juga menargetkan untuk ke final dan juara gitu. Jadi, tidak ada beban, malah kami berpikir untuk latihan harus memang bener-bener baik, harus fokus, untuk bisa mencapai target itu,” tutur Afifah.

Kerinduan Jakarta Electric PLN bukan sekadar harapan yang menggantung di langit, tetapi nyala semangat yang terus menyulut ambisi mereka. Setiap pukulan, setiap blok, dan setiap serangan adalah langkah menuju takhta yang telah lama dinantikan. Jika api semangat ini tetap menyala hingga akhir, bukan tak mungkin trofi yang lama dirindukan akhirnya kembali dalam genggaman.


Kerabat Kerja

Penulis:

Rebiyyah Salasah
 | 

Editor:

Emilius Caesar Alexey