AUSTRALIA TERBUKA

Kesabaran Mengantarkan Carlos Alcaraz ke Semifinal Australia Terbuka

Carlos Alcaraz belajar bersabar. Pelajaran itu membuat Alcaraz menang atas Alex de Minaur dan mengantarnya ke semifnal Australia Terbuka untuk pertama kali.

27 Jan 2026 20:36 WIB · Olahraga

AP

Oleh Yulia Sapthiani

MELBOURNE, SELASA — Tampil di Australia Terbuka untuk kesepuluh kali, Alex de Minaur berada dalam kondisi terbaik pada tahun ini. Dia bersaing di depan publik sendiri di Melbourne Park dalam kondisi fit sebagai unggulan keenam, status tertinggi yang pernah ditempatinya.

De Minaur juga bermain baik pada perempat final yang berlangsung di Rod Laver Arena, Selasa (27/1/2026). Dia memiliki kecepatan dalam bergerak hingga bisa menguasai luasnya lapangan dengan baik.

Namun, semua bekal itu belum cukup ketika berhadapan dengan Carlos Alcaraz. Tunggal putra nomor satu dunia ini mengalahkan De Minaur dengan skor 7-5, 6-2, 6-1 dan mencapai semifinal Australia Terbuka untuk pertama kalinya.

Alcaraz menghentikan kecepatan De Minaur dengan kesabaran. Hanya itu satu-satunya cara agar De Minaur tak bisa mengontrolnya.

”Pada awal pertandingan, saya memang mudah mendapat poin. Tetapi, saat Alex meningkatkan kecepatannya, dia membuat saya terpancing untuk melakukan hal yang sama. Saya pun sering membuat keputusan dengan terburu-buru. Jadi, saya mengingatkan diri sendiri untuk lebih sabar,” tutur Alcaraz tentang kunci kemenangannya kepada mantan petenis nomor satu dunia, Jim Courier.

Quote

Saya harus menaikkan lagi level permainan melawan Sascha (panggilan untuk Zverev). Saya melihatnya selama dia tampil di sini dan dia bermain sangat solid.

APTOPIX Australian Open Tennis

Kesabaran itu dipraktikkan dengan cara menahan reli dalam setiap perebutan poin dengan lebih lama. Lalu, Alcaraz mengecoh De Minaur dengan drop shot yang membuat bola jatuh di dekat net atau dengan backhand silang ke sudut lapangan.

De Minaur kesulitan mengungguli cara bermain Alcaraz dan hanya bisa memberi perlawanan ketat pada set pertama. De Minaur hanya dua kali mematahkan servis Alcaraz dari tujuh kesempatan, sedangkan dia kehilangan tujuh servisnya.

Alcaraz, yang bersaing sebagai unggulan teratas, datang sebagai petenis dengan enam gelar juara Grand Slam. Petenis 22 tahun itu menjadi petenis tunggal putra aktif dengan gelar Grand Slam terbanyak setelah Novak Djokovic (24 gelar).

Meski demikian, Alcaraz belum pernah merasakan semifinal Australia Terbuka dan dia akan menjalaninya melawan Alexander Zverev pada Kamis. Perjalanan terjauhnya di dalam turnamen berjulukan ”Happy Slam” ini adalah perempat final dalam dua tahun terakhir. Zverev menjadi salah satu petenis yang mengalahkannya, yaitu pada perempat final 2024.

”Saya harus menaikkan lagi level permainan melawan Sascha (panggilan untuk Zverev). Saya melihatnya selama dia tampil di sini dan dia bermain sangat solid. Laga nanti akan menjadi pertarungan besar,” kata Alcaraz.

Petenis Jerman, Alexander Zverev, memukul bola dalam pertandingan perempat final Australia Terbuka melawan petenis AS, Learner Tien, di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, Selasa (27/1/2026). Zverev mengalahkan Tien dengan skor 6-3, 6-7 (5), 6-1, 7-6 (3).

Zverev, petenis Jerman unggulan ketiga, mengalahkan Learner Tien pada perempat final dengan skor 6-3, 6-7 (5), 6-1, 7-6 (3). Dia belum pernah menjuarai Grand Slam, tetapi bisa menembus final Australia Terbuka pada 2025 sebelum dikalahkan Jannik Sinner yang akan melawan Ben Shelton pada perempat final, Rabu.

Selain Alcaraz, Sinner, dan Zverev, sebagai tiga unggulan teratas, Novak Djokovic, unggulan keempat, juga tampil pada perempat final. Sepuluh kali juara Australia Terbuka ini akan berhadapan dengan Lorenzo Musetti, petenis Italia sebagai unggulan kelima.

Pada tunggal putri, enam unggulan teratas juga tampil pada perempat final yang digelar Selasa dan Rabu. Dari dua pertandingan yang berlangsung pada Selasa, hasil berbeda didapat Aryna Sabalenka (1) dan Cori ”Coco” Gauff (3).

Sabalenka mempertahankan peluang menjuarai Australia Terbuka untuk ketiga kali setelah mengalahkan petenis berusia 18 tahun, Iva Jovic, 6-3, 6-0. Sebaliknya, Coco tampil buruk hingga kalah dari Elina Svitolina, 1-6, 2-6, hanya dalam waktu 59 menit. Di dalam gedung yang menjadi bagian dari ruang ganti dan persiapan atlet, Coco melampiaskan kekesalan dengan memukul-mukulkan raket ke lantai.

Reaksi petenis AS, Coco Gauff, saat melawan petenis Ukraina, Elina Svitolina, dalam pertandingan perempat  final Australia Terbuka di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, Selasa (27/1/2026). Coco kalah dengan skor 1-6, 2-6.

”Biasanya, saat lawan menaikkan level permainan, saya bisa melakukan hal yang sama, tetapi tidak pada hari ini. Semua yang saya lakukan, rasanya salah,” ujar Coco dengan nada sedih dan kecewa saat konferensi pers.

Dalam empat babak sebelumnya, juara Amerika Serikat Terbuka 2023 dan Perancis Terbuka 2025 itu kerap kesulitan untuk memenangi pertandingan. Namun, seperti saat melawan Hailey Baptiste dan Karolina Muchova pada babak ketiga dan keempat, Coco masih bisa keluar dari tekanan pada set ketiga. Kemenangan itu memberinya bekal dan kepercayaan diri bisa bermain lebih baik pada perempat final.

Akan tetapi, dia gagal mewujudkan harapan itu. Coco bahkan tak punya jawaban pada tantangan yang diberikan Svitolina. Pada set pertama, Coco membuat 14 unforced error, lima diantaranya dari double fault. Laga Coco melawan Svitolina pun menjadi perempat final tunggal putri tercepat di Australia Terbuka dalam enam tahun. (AFP)


Kerabat Kerja

Penulis:

Yulia Sapthiani
 | 

Editor:

Wisnu Aji Dewabrata
 | 

Penyelaras Bahasa:

Nanik Dwiastuti